1.10.19

Review Teori Kepribadian Menurut Carl Rogers


FENOMENOLOGIS CARL ROGERS

Ika Fatmawati
183104101185
Mata Kuliah : Psikologi Kepribadian II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A.

Pendekatan fenomenologis Rogers menekankan pandangan bahwa tingkah laku manusia hanya dapat dipahami dari bagaimana manusia memandang realita secara subyektif (subyektif experience of reality). Manusia mampu menetukan nasibnya sendiri, karna sifat manusia mempunyai tujuan, dapat dipercaya, dan mengejar kesempurnaan diri (purposive, trusthworthy, self- perfecting).

Metode terapi yang dikembangkan Carl Rogers yaitu tidak mengarahkan (nondirective) atau terapi yang berpusat pada klien. Kunci utama sudut pandang Rogers ialah bahwa orang cenderung berkembang ke arah positif, dengan kata lain mereka akan memenuhi potensi mereka kecuali kalau mereka mengalami rintangan. Sehingga Rogers juga berpandangan bahwa semua orang pada dasarnya adalah baik.

Rogers mengemukakan 19 rumusan mengenai hakekat pribadi (self) sebagai berikut:
1. Organisme berada di dalam dunia pengalaman yang terus menerus berubah (pengalaman)
2. Organisme menanggapi dunia sesuai dengan persepsinya. Realita sebatas persepsi disebut realita subyektif (subjektif reality)
3. Organisme mempunyai keinginan dasar mengaktualisasikan-memelihara-meningkatkan diri
4. Organisme mereaksi fenomena & bertujuan (punya target)
5. Memiliki usaha dalam memuaskan aktualisasi siri (berusaha)
6. Organisme memiliki emosi yang seiring dengan tujuan dan target (emosi)
7. Pada dasarnya, jalan terbaik untuk memahami tingkah laku manusia adalah dengan mengamati kerangka orang itu sendiri (skema/struktur gambaran)
8. Proses pribadi meliputi hal yang namanya kesadaran (kesadaran)
9. Kesadaran akan terbentuk nilainya ketika ada pertukaran dari orang lain (hubungan sosial)
10. Organisme selalu memiliki pengalaman baru (merevisi)
11. Setiap kejadian dalam organisme akan dikelola (proses olah kesadaran)
12. Memiliki ketetapan yang menjadi pribadi (konsisten)
13. Tingkah laku yang didorong oleh organisme (ketidaksadaran)
14. Organisme mampu merespon keburukan dari pengalaman (penolakan)
15. Organisme mampu merespon kebaikan dari pengalaman (penyesuaian)
16. Organisme akan merespon dengan hal yang sama ketika mendapatkan kejadian yang terulang (memiliki pertahanan)
17. Organisme akan merasa aman dengan suasana tertentu (mampu mengasimilasi)
18. Mampu menerima orang-orang yang berbeda (terbuka)
19. Memperhitungkan kebaikan dan keburukan pengalaman (introspeksi diri)

Struktur kepribadian menurut Rogers terdiri dari 3 yaitu :
1.Organism
- Organism yaitu makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat.
- Subyjective reality : Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan benar-salah.
- Holisme: organisme adalah satu kesatuan sistem, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan, yakni tujuan aktualisasi diri, mempertahankan diri dan mengembangkan diri.

2. Medan Fenomena (Phenomenal field)
Medan fenoma atau  phenomenal field adalah keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, disadari maupun  tidak di sadari.
Misalnya pengalaman internal yaitu persepsi mengenai diri sendiri meliputi pengalaman yang disimbulkan (diamati dan disusun dalam kaitanya dengan diri sendiri) dan pengalaman eksternal berupa persepsi mengenai dunia luar, meliputi pengalaman yang disimbulkan (diamati dan disusun dalam kaitanya dengan diri sendiri). Semua persepsi  yang bersifat subyektif, benar bagi diri sendiri.
Medan fenomenal seseorang tidak dapat diketahui oleh orang lain kecuali melalui inferensi empatik, itupun pengetahuan yang diperoleh tidak bakal sempurna.

3.Self.
Self merupakan bagian medan phenomenal yang terdiferensiasikan dan terdiri dari pola-pola pengamatan dan penilaian sadar daripada “I” atau “me”.
Self mempunyai bermacam-macam sifat:
a. Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkungan.
b. Self mungkin menginteraksikan nilai-nilai orang lain dan mengamatinya dalam cara (bentuk) yang tidak wajar.
c. Self bersifat integral dan konsisten
d. Self mungkin berubah sebagai hasil dari pematangan (maturation) dan belajar.
e. Pengalaman-pengalaman yang tak selaras dengan stuktur self diamati sebagai ancaman.

Menurut Rogers, pribadi yang sehat adalah pribadi yang mampu berfungsi sepenuhnya. Mereka mampu mengalami secara mendalam keseluruhan emosi, kebahagiaan atau kesedihan, gembira atau putus asa. Ciri-ciri dari pribadi sehat ini adalah memiliki perasaan yang kuat, dapat memilih bertindak bebas, kreatif dan spontan. Memiliki keberanian untuk menjadi ”ada” yaitu menjadi diri sendiri tanpa bersembunyi dibalik topeng atau berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

Ada tiga gambaran umum dalam aktualisasi diri yaitu :
1.    Aktualisasi diri merupakan suatu proses yang continue dan terus menerus.
2.    Aktualisasi diri merupakan sebuah proses yang tidak mudah bahkan terkadang menyakitkan sehingga diperlukan keberanian untuk menjalaninya. Hal ini sebagai gambaran bahwa proses aktualisasi diri tidak selalu bersifat menyenangkan atau membahagiakan. Justru kebahagiaan itu timbul sebagai efek dari aktualisasi diri.
3.    Orang yang mengaktualisasikan diri adalah benar-benar diri mereka sendiri dan tidak bersembunyi di balik topeng ataupun menyembunyikan sebagian dari dirinya. Benar- benar individu yang menjadi dirinya sendiri.

Berkembangnya konsep diri yang sehat tergantung dari pengalaman masa kecil anak akan penerimaan dan cinta kasih. Lima tanda-tanda orang yang melakukan aktualisasi diri selain ketiga hal umum di atas adalah sebagai berikut:
1.    Terbuka pada pengalaman
Orang yang tidak mengembangkan penghargaan positif bersyarat akan mengembangkan sikap yang terbuka pada pengalaman. Pengalaman tidak hanya diterima namun juga dimanfaatkan untuk mengembangkan persepsi dan ungkapan baru. Saat mengalami pengalaman, orang yang demikian lebih mengalami emosi yang lebih kuat, baik emosi positif maupun negatif, dibanding orang yang defensif.

2.    Kehidupan eksistensial
Orang yang berfungsi sepenuhnya, aktualisasi diri, akan hidup sepenuhnya dalam setiap momen kehidupan karena ia terbuka pada setiap pengalaman. Ia tidak akan beperasangka dan mudah menyesuaikan diri terhadap pengalaman sehingga tidak harus memanipulasi apa yang dialaminya. Menurut Rogers, kehidupan eksistensial ini merupakan ciri terpenting kepribadian yang melakukan aktualisasi diri/keperibadian yang sehat.

3.    Kepercayaan terhadap organisme orang itu sendiri
Orang terbuka pada pengalaman sehingga ia menerima semua informasi yang ada, bahkan dari segi selain pikirannya. Organismenya secara keseluruhan, baik sadar dan tak sadar, faktor emosional maupun intelektual, akan menyerap semua informasi yang diterima. Hal ini menjadikannya dalam membuat keputusan dapat mempercayai organismenya sendiri, intuisinya, impuls-impuls yang timbul seketika. Ia menjadi spontan namun tidak terburu-buru (tidak mempertimbangkan konsekuensi tindakan). Ia percaya dirinya sendiri.

4.    Persaaan bebas
Orang yang sehat dapat memilih dengan bebas dapat memilih dengan bebas tanpa rintangan atau paksaan antara alternatif pikiran dan tindakan. Ia memiliki perasaan berkuasa secara peribadi mengenai kehidupan. Karena merasa bebas dan berkuasa, ia menjadi mampu melihat banyaknya pilihan dalam kehidupan dan mampu melakukan pilihan-pilihan tersebut sesuai kehendaknya.

5.    Kreativitas
Seorang yang  kreatif bertindak dengan bebas dan menciptakan hidup, ide dan rencana yang konstruktif, serta dapat mewujudkan kebutuhan dan potensinya secara kreatif dan dengan cara yang memuaskan.

Setiap manusia memiliki kebutuhan dasar akan kehangatan, penghargaan, penerimaan, pengagungan, cinta, kasih dan sayang dari orang lain. Kebutuhan ini disebut need for positive regard. Positive regard mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian individu. Positive regard terbagi  menjadi 2 yaitu:
1.    Conditional positive regard (bersyarat)
2.    Unconditional positive regard (tak bersyarat)

Pribadi yang berfungsi sepenuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Mengapa? Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.

 Orang yang sehat secara psikologis menurut Carl Rogers antara lain:
• Kemampuan untu menikmati hidup setiap saat
• Keinginan untuk lebih mengikuti nalurinya dari pada orang lain.
• Kreatif dan bebas untuk berfikir dan bertindak.
• Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.

Daftar Pustaka :
Alwisol, (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press

0 comments:

Post a Comment