1.10.19

Review Teori Kepribadian Menurut B.F. SKINNER


REVIEW TEORI KEPRIBADIAN MENURUT B.F. SKINNER

Psikologi Kepribadian II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A.

Hesmi Nurhidayatun
183104101186





Burrhus Frederic Skinner lahir di Susquehanna, Pennsylvania, pada 20 Maret 1904 dan meninggal di Massachusetts, pada tanggal 18 Agustus 1990 di usia 86 tahun. B.F. Skinner adalah seorang psikolog Amerika Serikat terkenal dengan aliran Behaviorisme. Inti dari pemikiran Skinner adalah setiap manusia bergerak karena mendapat rangsangan dari lingkungannya. Sistem tersebut dinmakan “cara kerja yang menentukan” (Operant Conditioning).

Skinner menempuh pendidikan dalam bidang Bahasa Inggris dari Hamilton College. Beberapa tahun kemudian Skinner menempuh studi dalam bidang psikologi di Universitas Harvard. Pada tahun 1936 ia mengajar di Universitas Minnesota, dan pada tahun 1948 ia mengajar di Universitas Harvard sampai akhir hayatnya.


Teori Kepribadian Skinner


Asumsi yang dipakai Skinner

Skinner menjelaskan perilaku manusia dengan tiga asumsi dasar yaitu: Asumsi pertama dan kedua pada dasarnya menjadi asumsi psikologi pada umumnya, bahkan merupakan asumsi semua pendekatan ilmiah. Ketiga asumsi tersebut adalah :

1.  Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (Behavior is lawful)
Ilmu adalah usaha untuk menemukan keteraturan, menunjukkan bahwa peristiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain.

2.  Tingkah laku dapat diramalkan (Behavior can be predicted)
Ilmu tidak hanya menjelaskan, tetapi juga meramalkan. Tidak hanya menangani peristiwa masa lalu, tetapi juga masa yang akan datang. Teori  yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dilakukannya prediksi mengenai tingkah laku yang akan datang dan menguji prediksi itu.

3.  Tingkah laku dapat dikontrol (Behavior can be controlled)
Ilmu dapat melakukan antisipasi dan menentukan atau membentuk tingkah laku seseorang.

Struktur Kepribadian

Skinner tidak tertarik dengan variable structural dari kepribadian. Menurutnya, ada ilusi yang menjelaskan dan memprediksi tingkah laku berdasarkan faktor-faktor yang tetap dalam kepribadian, tetapi tingkah laku hanya dapat diubah dan dikendalikan dengan mengubah lingkungan. Adapun unsur kepribadian yang dipandangnya relatif tetap adalah tingkah laku itu sendiri. Menurut Skinner, ada dua klasifikasi tingkah laku yaitu:

1.    Tingkah laku responden (respondent behavior)
Respon yang dihasilkan (elicited) organisme untuk menjawab stimulus yang secara spesifik berhubungan dengan respon itu.

2.    Tingkah laku operan (operant behavior)
Respon yang dimunculkan (emittes) organisme tanpa adanya stimulus spesifik yang langsung memaksa terjadinya respon itu.

Bagi Skinner, faktor motivasional dalam tingkah laku bukan elemen struktural. Dalam situasi yang sama, tingkah laku seseorang bisa berbeda-beda kekuatan dari dalam diri individu atau motivasi. Menurut Skinner variasi kekuatan tingkah laku tersebut disebabkan oleh pengaruh lingkungan.

Dinamika Kepribadian

Kepedulian utama Skinner berkenan dengan kepribadian adalah  mengenai perubahan tingkah laku. Hakikat teori Skinner adalah teori belajar, bagaimana individu memiliki tingkah laku baru, menjadi lebih terampil, menjadi lebih tahu dan mampu, dan seterusnya.

Menurut Skinner, kepribadian dapat dipahami dengan mempertimbangkan perkembangan tingkah laku dalam hubungannya yang terus-menerus dengan lingkungannya. Cara yang efektif untuk mengubah dan mengontrol tingkah laku adalah dengan melakukan penguatan (reinforcement).

Dalam teori Skinner, penguatan dianggap sangat penting untuk membentuk tingkah laku. Menurut Skinner, ada dua macam penguatan yaitu:

1.      Penguatan positif: efek yang menyebabkan tingkah laku diperkuat atu sering dilakukan.

2.      Penguatan negatif: efek yang menyebabkan tingkah laku diperlemah atau tidak diulangi lagi.

Dalam melatih perilaku, Skinner mengemukakan istilah shapping yaitu upaya bertahap untuk membentuk suatu prilaku, melai bentuk yang sederhana hingga bentuk yang paling kompleks. Menurut Skinner, terdapat dua unsur dalam pengertian shapping.

1.    Adanya penguatan yang berbeda-beda (differential reinforcement)
adanya respon yang diberi penguatan dan ada yang tidak diberi penguatan.

2.    Upaya mendekat yang terus menerus (successive approximation)
Mengacu pada pengertian bahwa hanya respons yang sesuai dengan harapan eksperimenter yang diberi penguat.


REFERENSI

George Boeree. 2008. Personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikologi Dunia. Yogyakarta: Prismasophie. Hal. 226-229.
Alwisol. Psikologi Kepribadian. Malang: Universitas Muhammadiyah Malang. 2005. Hal. 400.


  

0 comments:

Post a Comment