13.9.19

PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI KALANGAN REMAJA AKIBAT KURANG POSITIFNYA KONDISI PERGAULAN






Alia Nanda Rumekti
19310410066
Psikologi Umum I
Dosen Bp. FX. Wahyu Widiantoro, S.Psi., M.A

            Dewasa ini, seringkali kita mendengar perbincangan mengenai penyalahgunaan narkoba dengan berbagai cara yang dilakukan oleh remaja. Ada yang memilih menyalahgunakan narkoba dengan mengonsumsi pil narkoba dengan dosis tak terbatas, melalui zat yang dihisap dengan  menggunakan alat hisap, suntik, dan sebagainya. Bukan tanpa sebab, hal tersebut mereka lakukan karena adanya pencetus seperti broken home, putus cinta, gagal mendapatkan apa yang mereka inginkan, terlalu banyak uang, dan lain sebagainya.
Sri Rumini dan Siti Sundari (dalam buku Perkembangan Anak dan Remaja, 2004:53), menjelaskan bahwa masa remaja merupakan peralihan dari masa anak dengan masa dewasa yang mengalami perkembangan semua aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa. Rentang waktu usia remaja ini biasanya dibedakan atas tiga, yaitu 12-15 tahun merupakan masa remaja awal, 15-18 tahun merupakan masa remaja pertengahan, dan 18-21 tahun merupakan masa remaja akhir.
            Berdasarkan rentang waktu usia remaja, dapat kita ketahui bahwa saat memasuki usia tersebut, remaja mengalami perkembangan semua aspek/fungsi untuk memasuki masa dewasa. Termasuk diantaranya adalah fungsi seksual, emosi, dan cara pergaulan. Upaya untuk menunjang segala perubahan tersebut diperlukan dukungan positif dari keluarga dan lingkungan. Agar remaja dapat memiliki semangat yang positif dan senantiasa memiliki kontrol diri dalam mengatasi setiap permasalahan yang dihadapinya. Jika tidak, maka remaja akan sangat mudah terjerumus pada pergaulan negatif, seperti kehidupan malam, sex bebas, bahkan konsumsi obat-obatan terlarang antara lain narkotika, psikotroprika, dan lain sebagainya.
            Kurniawan (dalam belajarpsikologi.com, 2008) menjelaskan bahwa narkoba adalah zat kimia yang dapat mengubah keadaan psikologi seperti perasaan, pikiran, suasana hati, serta perilaku jika masuk ke dalam tubuh manusia baik dengan cara dimakan, diminum, dihirup, suntik, intravena, dan lain sebagainya.
            Ada beberapa faktor yang menyebabkan remaja dapat  terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Diantaranya faktor kecemasan, depresi, kurangnya pemahaman agama, kondisi keluarga, lemahnya hukum, dan pengaruh lingkungan. Meski tidak seluruhnya remaja yang beraada dalam lingkup faktor tersebut menjadi penyalahguna narkoba, tetapi semakin banyak faktor-faktor tersebut, semakin besar kemungkinan remaja menjadi penyalahguna narkoba.
            Penyalahgunaan narkoba berdampak sangat buruk bagi remaja. Hal tersebut perlu dipelajari dan ditangani secara khusus, karena seperti yang kita tahu bahwa penyalahgunaan narkoba dapat berdampak pada gangguan seperti gangguan sistem neuro-transmitter yang akan menyebabkan terganggunya fungsi kognitif yaitu alam pikiran, afektif yaitu alam perasaan, mood, atau emosi, pikomotor yaitu perilaku, dan aspek sosial.
            Remaja sangat membutuhkan dukungan dan lingkungan yang positif untuk menunjang segala perubahan pada segala aspek atau fungsi untuk memasuki masa dewasa. Diperlukan pendampingan bagi remaja untuk memilih pergaulan agar tidak terjerumus kepada penyalahgunaan narkoba yang salah satu faktornya adalah pergaulan yang salah.

Daftar pustaka :
Darwis, Ahmad. dkk. 2017. Jurnal. Pengabdian Kepada Masyarakat, Edisi 01 Mei 2017 Volume 1
Kartono, Kartini, 1998. Patologi Sosial 2, Kenakalan Remaja. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada
Rumini, Sri dan Siti Sundari. 2004. Perkembangan Anak dan Remaja, Jakarta : PT Rineka Cipta
Kurniawan. 2008. https://belajarpsikologi.com/tag/kenakalan-remaja-narkoba/ (diakses pada 12 September 2019)


0 comments:

Post a Comment