22.9.19

MEMBANGUN MOTIVASI DIRI UNTUK TERBIASA MEMBACA



Nisa Armila Gunawan
19310410076
Psikologi Umum I
Dosen Bp. FX. Wahyu Widiantoro, S.Psi., MA

      Membaca merupakan salah satu aktivitas yang tidak boleh di tinggalkan oleh seseorang terutama pelajar baik jenjang SD, SMP, SMA maupun mahasiswa. Membaca seharusnya di tempatkan sebagai kebutuhan, karena dengan membaca wawasan kita tentang dunia semakin terbuka. 
              Namun budaya membaca di zaman sekarang semakin hari semakin berkurang. Di sebabkan kurangnya kesadaran, minat dan motivasi diri untuk membaca. Berdasarkan hasil survei lembaga internasional yang bergerak dalam bidang pendidikan, United Nation Education Society and Cultural Orgtanization (UNESCO), minat baca penduduk Indonesia jauh di bawah negara-negara Asia.
         Perlu kita ketahui, bahwa otak kita memiliki area khusus yang memiliki peran untuk mendukung kita dapat membaca. Area ini tidak akan dapat berkembang dengan baik apabila kita jarang melatihnya dengan membaca. Area ini berada di area kiri bawah otak bagian belakang (left ventral temporal occipital). Area ini harus terus dilatih agar bisa berkembang. Proses latihan inilah yang membedakan otak yang rajin berlatih dengan membaca dan yang tidak.
            Orang yang rutin membaca memiliki corpus callosum yang lebih tebal. Corpus callosum adalah bagian otak yang menghubungkan antara otak kiri dan otak kanan. Ketika area ini terus dilatih, maka kita pun dapat memberikan respon lebih cepat ketika ditanya atau dipicu dengan stimulus tertentu. Rutin membaca juga bisa membuat daya ingat kita lebih kuat.
        Motivasi berasal dari bahasa Latin yaitu “movere” yang berarti bergerak. Motivasi dapat di definisikan sebagai proses psikologi yang menghasilkam suatu intensitas, arah dan ketekunan individual dalam usaha untuk mecapai satu tujuan. Menurut Anthony Robbins, salah seorang trainer motivasi terbaik di dunia mengatakan bahwa manusia yang sukses selalu terdorong dari dua motivasi ini, pertumbuhan dan kontribusi. Apa yang bisa membuatnya maju, lebih baik, lebih bijak, lebih pintar, lebih matang dan kontribusi apa yang bisa dia berikan untuk masyarakat dan dunia ini. Dorongan ini jauh lebih kuat dari apapun. 
            Maka yang perlu kita lakukan adalah milikilah dorongan untuk melakukan sebuah kontribusi yang bermakna bagi diri dan masyarakat, biarkanlah kontribusi itu membimbing kita. Jika kita ingin membangun kebiasaan membaca, coba buatlah tantangan 30 hari membaca. Membaca itu harus di paksakan, dan dengan di paksakan semoga menjadi sebuah kebiasaan dan dari sebuah kebiasaan semoga menjadi kecanduan.

Daftar Pustaka :
Saepudin, Encang. 2015. Jurnal Kajian Informasi & Perpustakaan. Tingkat Budaya Membaca Masyarakat, Vol.3/No.2, Desember 2015, hlm. 271-282 
Wardany, Dr. Hj. Diny Kristiany, 2016. Psikologi Pendidikan Islam. Bandung : CV. Confident
http://bobo.grid.id/read/08682320/perbedaan-otak-orang-sering-dan-jarang-membaca-kamu-pilih-yang -mana/ (diakses pada 15 september 2019)
https://aquariuslearning.co.id./motivasi-apa-dan-bagaimana-membangkitkan-motivasi-dalam-diri/ (diakses pada 15 september 2019)

0 comments:

Post a Comment