7.4.19

Teori John Dewey dalam Psikologi Pendidikan
Heny Suprapti
183104101183
Mata Kuliah Psikologi Umum II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiartoro  S.Psi., M.A
Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45


            Pada Teori John Dewey memiliki penjelasan mengenai belajar itu dipengaruhi oleh  minat belajar dan pengalaman dari diri siswa tersebut. Apabila belajar siswa tergantung pada pengalaman dan minat siswa maka suasana belajar siswa akan menjadi lebih menyenangkan. Tentunya hal ini akan mendorong siswa untuk berfikir proaktif dan mampu memecahkan masalahnya sendiri. Selain itu, kurikulum yang diberlakukan di sekolah harus saling berintegrasin agar pembelajaran di sekolah dapat berjalan dengan baik dan mencapai hasil maksimal sesuai target yang diharapkan.
            Permasalahan yang muncul dibangun dari rekontruksi yang dilakukan oleh siswa, sehingga dapat dikatakan bahwa adanya keterkaitan antara siswa dengan permasalahan yang dihadapi dan siswa tersebut yang merekontruksi lewat pengetahuan yang mereka miliki. John Dewey tidak hanya mengembangkan teori pendidikan dalam arti teori kognitif saja melainkan melibatkan teori perkembangan moral perta didik. Pada teori ini perkembangan moral anak dibagi menjadi tiga konsep yaitu konsep premoral, konsep konventional dan konsep autonomus (Dwi Siswoyo dkk, 2011)
            Dewey menenkankan sistem belajar melalui kegiatan dan pengajaran anak secara mendalam, sama seperti halnya yang telah dianjurkan oleh Pestalozzi dan Proebel pada abad ke-18. Teori-teori pendidikan Dewey di populerkan oleh William Heard melalui Progreive Education Movement, yang sangat berpengaruh di Amerika maupun di Negara-negara lain. Secara ringkas, teori-teori Dewey adalah sebagai berikut :
1. Anak harus benar-benar tertarik pada kegiatan, pengalaman atau pekerjaan yang edukatif.
2. Anak harus menemukan dan memecahkan kesukaran atau masalahnya sendiri.
3. Anak harus menentukan cara pemecahan masalah yang di hadapi sendiri.
4. Anak harus mencoba cara terbaik untuk memecahkan sesuatu melalui penerapan dalam pengalaman, percobaan atau kehidupan sehari-hari.
Pendidikan harus dapat mengembangkan minat maupun kemampuan anak sehingga ia akan berperan  serta dengan baik di sekolah atau di masyarakatnya, anak harus menggunakan bangunan, alat-alat, permainan, pengamatan alam, pengungkapan diri (bukan hanya patuh pada orang lain) dan hasil aktivitas sebagai  cara belajar atau pengembangan dirinya. Anak harus mempelajarai pranata-pranata sosial dan cara hidup dengan jalan ikut berperan serta dalam sekolah maupun masyarakat. Pendidikan harus menunjang kelangsungan pranata, adat-istiadat, ketrampilan dan pengetahuan dari generasi yang satu ke generasi berikutnya.

Daftar Pustaka
            Sobur, Alex. 2016. Psikologi Umum. Bandung: CV Pustaka Setia.

    

0 comments:

Post a Comment