8.4.19

“RELA MENCURI DEMI ADIK TERKASIH”


“RELA MENCURI DEMI ADIK TERKASIH”

Nama : Meissy Bella Sari
Nim : 163104101143
Mata Kuliah : Psikologi Humanistik


Kebutuhan adalah segala sesuatu yang dibutuhkan manusia untuk mempertahankan hidup serta untuk memperoleh kesejahteraan dan kenyamanan. Jenis-jenis kebutuhan tidak bisa lepas dari kehidupan manusia sebagai penunjang untuk bertahan hidup di muka bumi. Dari beraneka ragam kebutuhan tersebut menghadirkan masalah baru bagi kehidupan manusia, ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan karna berbagai faktor membuat manusia terkadang menghalalkan berbagai cara supaya mampu memenuhi kebutuhan untuk mampu bertahan hidup.
Pada teori kebutuhan maslow mengemukakan bahwa manusia mempunyai tingkatan kebutuhan hidup untuk dipenuhi. Seumur hidupnya manusia akan berusaha untuk tetap mengatasi kebutuhannya dari yang paling mendasar. Tingkatan kebutuhan dalam teori maslow membedakan seseorang dilihat dari kesejahteraan hidupnya. Teori yang dikenal di berbagai dunia dan bidang ini menjabarkan tingkatan kebutuhan dengan skema piramida. Kebutuhan pada teori maslow disusun dari yang paling mendasar atau mendesak. Kemudian dilanjutkan dengan kebutuhan dasar lainnya. Kebutuhan dasar lanjutan yang diutarakan dalam teori maslow tidak dapat terpenuhi apabila kebutuhan dasar sebelumnya terpenuhi. Setiap manusia pasti merasakan tingkatan kebutuhan tersebut dan harus berusaha keras dalam memenuhinya. Meski demikian hanya sedikit yang mencapai puncak dari tingkatan kebutuhan menurutt Abraham Maslow.
Terdapat 5 tingkatan kebutuhan yang dikemukakan oleh teori kebutuhan maslow diantaranya kebutuhan fisiologis, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri. Kelima kebutuhan tersebut disusun  pada teori kebutuhan maslow secara bertingkat dari yang paling mendasar (fisiologis/fisik) hingga yang tertinggi (aktualisasi diri). Berbicara mengenai kebutuhan yang paling mendasar umumnya kebutuhan fisiologis bersifat homeostatik (usaha menjaga keseimbangan unsur-unsur fisik) seperti contohnya makan dan minum. Kebutuhan fisiologis ini sangat kuat dalam keadaan absolute (kelaparan dan kehausan) semua kebutuhan lain ditinggalkan dan manusia berusaha untuk memenuhi kebutuhan ini.
Motivasi kekurangan dalam teori hirarki kebutuhan maslow merupakan usaha yang dijalankan oleh seseorang dalam rangka mengatasi kekurangan yang diderita. Disamping itu motivasi perkembangan yaitu dorongan dari dalam diri seseorang untuk meraih tujuan diri sesuai dengan kemampuannya dalam perkembangannya. Hal tersebut disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang dan latar belakangnya
Salah satu contoh kasus yang berkaitan dengan kebutuhan fisiologis adalah dimana seorang anak remaja berusia 17 tahun  terpaksa mencuri buah cokelat milik warga untuk memberi makan enam adiknya. Aksi nekatnya itu dilakukan lantaran kasian melihat ke enam adiknya yang tak sanggup menahan perut karna kelaparan. Namun sialnya kejadian itu diketahui oleh pemiliknya. Akibatnya, remaja yang baru berusia 17 tahun tersebut digelandang ke kantor polisi setempat untuk diproses. Analisisnya di ambil dari teori kebutuhan. Dalam kasus terlihat bahwa kebutuhan dasar fisiologis adalah penyebab utama mengapa anak tersebut mencuri. Karena kelaparan maka ia nekat mencuri cokelat untuk memenuhi rasa laparnya tersebut.
Jadi jenjang motivasi bersifat mengikat, dimana kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah harus relatif terpuaskan sebelum manusia menyadari atau dimotivasi oleh kebutuhan yang jenjangnya lebih tinggi. Kebutuhan fisiologis harus terpuaskan lebih dahulu sebagai kebutuhan dasar pada makhluk hidup, pada contoh kasus di atas dapat di tarik kesimpulan apabila manusia tidak memiliki kendala dalam memperoleh kebutuhan fisiologis nya dalam hal ini seperti makan, maka kemungkinan besar tidak akan terjadi aksi mencuri yang dilakukan anak tersebut yang semata-mata ia lakukan karna untuk bertahan hidup. 

Abraham Malow.
Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Malang: UMM Press.

0 comments:

Post a Comment