6.4.19

Peranan Istri Sebagai Ibu Rumah Tangga, Bekerja dan Kuliah


PERANAN ISTRI SEBAGAI IBU RUMAH TANGGA, BEKERJA DAN KULIAH

Heny Suprapti
183104101183
Mata kuliah Psikolog Umum II
Dosen Pengampu Fx. Wahyu Widiantoro.S.Psi., M.A


            Bisa kita lihat dalam kehidupan  di manapun kita berada sekarang peranan seorang istri bukan lagi sekedar Ibu rumah tangga (IRT) menikah, hamil, punya anak, menjaga anak dan mengurus rumah tangga yang berpakain daster alakadarnya. Di jaman yang semakin berkembang ini menuntut seorang istri untuk bisa dan mampu menyetarakan diri dengan suami yaitu berkarier. Keputusan menjadi ibu rumah tangga yang bekerja  seringkali mendapatkan kritikan, dianggap menelatarkan anak, mengabaikan  suami hingga lalai pada tugas-tugas di rumah.
            Ibu yang bekerja adalah panutan yang baik bagi anak-anak, bahwa perempuan tidak selalu berada di posisi inferior. Kita sering menyepelekan perempuan peranan sebagai “pengurus rumah” yang tidak lebih hebat dari ayah. Kadang hal itu menjadikn anak memilih lebih patuh pada ayah dari pada ibu, dengan ibu bekerja, anak-anak akan terdidik untuk lebih mandiri dan kesibukan pekerjaan dapat membuat ibu  terhindar dari emosi negative yang mengarah pada depresi. Tapi, keputusan untuk bekerja bukan berarti mengabaikan peraanan seorang orangtua 
sering dianggap  mengabaikan alih-alih menemani anak dirumah, ibu justru sibuk dengan rutinitas di kantor.
            Namun, peranan ibu tak  bisa diukur dengan seberapa sering seorang ibu ada disamping anak-anaknya. Memimbing dan mengarahkan anak tetap bisa dilakukan selama mampu membagi Waktu  dan menjaga komunikasi.
            Menurut  (Pingkan Rumondor, 2017), pada level masyarakat, masih stigma negatif mengenai perempuan yang bekerja hingga malam. Masyarakat masih menganggap bahwa peran utama perempuan adalah Ibu Rumah Tangga. Disis lain temuan temuan komisi Perempuan memperlihatkan bahwa ketergantungan ekonomi pada suami turut mempengaruhi kerentanan ekonomi pada kesehatan  perempuan cenderung berdampak pada struktur keluarga yang rapuh
            Seorang ibu harus mempunyai kesadaran  diri jika sebagai ibu pendidikan punya pengaruh besar dalam menentukan kwalitas pola asuh  terhadap anak dan keluarga. Ibu yang berilmu tentu punya peluang yang sangat besar untuk menghasilkan  anak-anak yang cerdas.seperti pepatah lama kuno menyatakan “karna ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya”.
            Seorang ibu untuk kuliah atau menuntut ilmu bukan  sebuah keinginan yang jangka pendek,tetapi sebuah pemikiran dan gagasan yag benar-benar sudah terfikirkan secara baik. Banyak yang bilang “kenapa kuliah toh juga sudah jadi ibu bahkan sibuk dengan pekerjaan kantor?” jadi, kalau memang masih punya keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi tidak usah ragu untuk mewujudkannya. Sebenarnya ada caa supaya mimpi itu bisa terwujud tanpa pelu berbenturan dengan kepentingan keluarga.
           

Referensi:
Romondor Pingkan, 2017. Perspektif  Perempuan dalam karir, Jakarta; C.V. Rajawali.

0 comments:

Post a Comment