5.4.19

NEKROFILIA




NEKROFILIA

 Gambar mungkin berisi: 1 orang, duduk dan sepeda Motor

FADLI AMIN
15 310 410 1100
Mata Kuliah : Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., MA.


Pusakadunia.com : Carl Tanzler atau kadang-kadang disebut Count Carl von Cosel (8 Februari 1877 – 23 Juli 1952) adalah seorang radiolog kelahiran Jerman yangbekerja di Rumah Sakit Marinir Amerika Serikat di Key West, Florida. Ia memiliki kelainan aneh yakni menyukai bercinta dengan mayat. Akhirnya, prilaku aneh dan menggegerkan itu terbongkar.
Ceritanya, suatu ketika makam Elena Milagro “Helen’ de Hoyos, wanita muda keturunan Kuba-Amerika, yang meninggal dunia karena TBC dua tahun sebelumnya, terbongkar pada April 1933.Ternyata Tanzler lah yangmembongkar dan membopong tulang belulang Hoyos dari pemakaman pada suatu malam.
Ia pun membawa mayat itu ke rumahnya. Untuk apakah? Ternyata Tanzleryang terobsesi pada mayat, lalu mengelupas sisa sisa kulit yang sudah membusuk, lalu menggantinya dengan lilin yang telah direndam dengan sutra, dan lem. Kemudian, adonan itu dibalutkan pada tulang Hoyos.
Rambut-rambut Hoyos yang masih tersisa, dikumpulkan digabungkan dengan sisa rambut yang diberikan ibunya sesaat setelah penguburan, lalu kumpulan rambut itu dijadikan wig. Sementara untuk membentuk kembali badan Hoyos yang sudah menjadi kerangka itu, Tanzler memasukkan rongga perut dan dada dengan kain., setelah itu ia mendadani kerangka Hoyos dengan perhiasan, sarung tangan, termasuk memakaikan stoking.
Setelah sempurna, lalu kerangka Hoyos yang sudah berbentuk dibaringkan di tempat tidurnya. Untuk menghilangkan bau busuk, Tanzler menggunakan parfum dalam jumlah banyak, disinfektan serta agen untuk mencegah efek dari dekomposisi mayat.
Sejak itu hari-hari Tanzler pun hidup bersama kerangka Hoyos yang dia perlakukan seperti wanita hidup termasuk bercinta. Ulah tak normal dan menjijikkan Tanzler ini baru terungkap tujuh tahun kemudian.
Suatu ketika pada Oktober 1940, saudara Hoyos, Florinda mendengar rumos kalau Tanzler tidur dan bercinta dengan mayat kakaknya. Berbekal rumors itu, Florinda menyelidiki sampai akhirnya terbongkarlah kasus itu. Tanzler pun ditangkap dan ditahan. Setelah melalui sidang panjang, Tanzler pun dibebaskan dengan alasan undang-undang menyatakan kasus itu sudah kadaluwarsa.
Cerita ini adalah cerita nyata tentang kelainan seks yang ada dalam kehidupan manusia yang mungkin ada disekitar kita. Mulai dari yang mengalami kelainan seks nekrofilia yaitu menyukai mayat sebagai objek seks, kelainan seks dengan menyukai benda-benda sebagai objeknya misal dalam cerita ini adalah jaruh cinta dengan tembok, dan akhirnya menikahinya/menikah dengan tembok, cerita incest yaitu berhubungan seks dengan keluarga sedarah, kelainan penyaluran seksual kepada sesama jenis yang disebut sebagai Homoseks/gay atau lesbi) ataupun hasrat penyaluran seksual kepada anak-anak (pedofilia). Adapula yang menyalurkan harat seksualnya dengan binatang atau Zoophilia dan lain-lain.

     Berdasarkan ulasan di atas,  bahwa perilaku seksual secara teologis tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun . Hal ini karena, perilaku seksual menyimpang tidak sejalan dengan fitrah kemanusiaan.Sementara dalam sudut pandang psikologi, perilaku seksual menyimpang dapat muncul karena sebab: libido seksualitas, penundaan usia pernikahan, tabu dan larangan dalam membincangkan problematika seks, kurangnya informasi tentang seks, dan pengaruh pergaulan bebas. (Kurniawan,Syamsul. 2016)

Upaya untuk meminimalisir kemungkinan munculnya perilaku seksual menyimpang, pengetahuan dan wawasan tentang seks dan problematikanya perlu diajarkan sejak dini, terutama agar seorang anak memandang seks kea rah yang positif. Pendidikan tentang seks ini mencakup sex instruction dan education in sexuality. Dalam Islam, pendidikan seks bahkan semestinya dapat integral dengan pendidikan aqidah, akhlaq dan juga ibadah.



Referensi


Kurniawan,Syamsul. 2016. Jurnal. Penyimpangan Seksual : Sebuah Fenomena Interpretasi Teologi,Psikologi dan Pendidikan Islam.. STIKES YASRI. Pontianak.

0 comments:

Post a Comment