4.4.19

Media Sosial dan Gangguan Kepribadian Narsistik


Media Sosial dan Gangguan Kepribadian Narsistik

Manik Muthmain
143104101077
Mata Kuliah : Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., MA.

Seiring perkembangan zaman, memasuki era digital tidak lepas dengan adanya media sosial. Istilah media sosial tersusun dari dua kata, yakni “media” dan “sosial”. “Media” diartikan sebagai alat komunikasi (Laughey, McQuail dalam Mulawarman dan Nurfitri, Aldila Dyas. 2017). Sedangkan kata “sosial” diartikan sebagai kenyataan sosial bahwa setiap individu melakukan aksi yang memberikan kontribusi kepada masyarakat. Pernyataan ini menegaskan bahwa pada kenyataannya, media dan semua perangkat lunak merupakan “sosial” atau dalam makna bahwa keduanya merupakan produk dari proses sosial (Durkheim dalam Mulawarman dan Nurfitri, Aldila Dyas. 2017).

Kepribadian seseorang berperan penting dalam penggunaan medsos yang bersifat adiktif . Salah satu tipe kepribadian yang berkaitan dengan aktifitas di medsos adalah narsisme (Hong, Huang, Lin, & Chiu dalam Mulawarman dan Nurfitri, Aldila Dyas. 2017 ). Hal ini dikarenakan medsos menyediakan ruang bagi individu untuk mengekspresikan ambisi dan kesuksesan yang diraih kepada audience dengan jangkauan yang lebih luas serta adanya kesempatan untuk mendapatkan reward berupa pengakuan atau mendapat banyak likes serta komentar dari pengguna medsos yang lain. Konstruksi terbentuknya narsisme pada pengguna medsos perlu ditelaah dan diteliti lebih jauh lagi.

Gangguan kepribadian narsistik adalah kondisi patologis dari narsisme. Ciri dari pengidapnya adalah merasa dirinya sangat penting, merasa sangat sukses, unik dan spesial, rasa kurang empati, sering cemburu dan sombong (American Psychiatric Association dalam Rachmah. Eva Nur dan Luvy K. 2017). Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa usia, jenis kelamin, status hubungan serta narsisme, berkontibusi secara signifikan dalam penggunaan medsos secara berlebihan (CS Andreassen et al., dalam Rachmah. Eva Nur dan Luvy K. 2017).

Adapun faktor yang memengaruhi kecenderungan narsisistik di media sosial berdasarkan hasil penelitian (Sedikides, Gregg, Rudich, Kumashiro, & Rusbult dalam Sembiring. Kembaren Dianelia R. 2017) adalah self-esteem. Seseorang yang mengalami ketidakstabilan dalam faktor self-esteem akan sangat bergantung pada interaksi sosial. Faktor lain yang mempengaruhi kecenderungan narsisistik adalah depresi di mana orang dengan kondisi depresi berpikiran negatif akan diri sendiri, lingkungan dan masa depan, juga mengalami rasa bersalah dan menarik diri dalam manjalani kehidupannya. Di samping itu, subjective well-being juga merupakan faktor yang mempengaruhi kecenderungan narsisistik yaitu seseorang merasakan kebahagiaan hanya sebatas pada suatu hal.

Terkadang seseorang memandang narsisme merupakan hal yang biasa dan tidak perlu mendapatkan penanganan. Hal ini mungkin ada benarnya bila penderita narsis tersebut belum tergolong ke dalam tingkat yang parah atau belum mengganggu kenyamanan orang lain. Ketika seorang penderita narsis sudah terjebak dalam pemikiran bahwa segalanya harus sempurna (perfect) dan semuanya tidak boleh ada yang salah, maka hal tersebut bisa menimbulkan masalah bagi kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Dampaknya hubungan di sekolah, tempat kerja, atau hubungan interaksi yang lain menjadi sangat terganggu. Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini tentu akan membuat penderita menjadi tidak bahagia dan semakin bingung dengan segala bentuk emosi yang berkecamuk dalam dirinya. Akibat terburuknya bila penderita dijauhi, maka penderita akan merasa kebutuhan interaksinya dengan manusia lain tidak terpenuhi. Pada saat seperti inilah penderita narsis perlu mendapatkan pengobatan melalui penanganan secara psikologis.Peran orang tua, guru, lingkungan sekitar dan self control sangatlah berpengaruh untuk mencegah narsistik yang berlebihan pada pengunaan medsos.

Daftar Pustaka
Mulawarman dan Nurfitri, Aldila Dyas. 2017. Jurnal. Perilaku Pengguna Media Sosial 
            beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan. 
            Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata Semarang.
Rachmah. Eva Nur dan Luvy K. 2017. Jurnal.Relasi Narsisme dan Konsep Diri pada 
            Pengguna Instagram. Fakultas Psikologi Universitas 45 Surabaya.
Sembiring. Kembaren Dianelia R. 2017. Jurnal. Hubungan anatara Kesepian dan  
            Kecenderungan Narsistik pada Pengguna Jejaring Sosial Media Instagram. Fakultas 
            Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga.




0 comments:

Post a Comment