7.4.19

EKOLALIA

GANGGUAN EKOLALIA

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang duduk dan luar ruangan

FADLI AMIN
15 310 410 1100
Mata Kuliah : Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., MA.


Pengertian Ekolalia sering disamakan dengan Latah, yaitu perbuatan menirukan perkataan yang dilakukan orang lain. Sebenarnya latah merupakan suatu sindrom yang bersifat jorok dan gangguan lokomotorik yang dapat dipancing.
“Latah adalah suatu tindak kebahasaan pada waktu seseorang terkejut atau dikejutkan, tanpa sengaja mengeluarkan kata-kata secara spontan dan tidak sadar dengan apa yang diucapkannya”, ( Dardjowidjojo, 2003 : 154).
Menurut Soenjono Dardjowidjojo ( 2005: 154 ) latah mempunyai ciri- ciri sebagai berikut:

1.    Latah hanya terdapat di Asia Tenggara
2.    Pelakunya hampir sebagian wanita
3.  Kata-kata yang dikeluarkan umumnya berkaitan dengan seks atau alat kelamin pria atau jantan
4.    Kalau terkejutnya berupa kata, maka si latah juga bisa mengulang kata itu saja.


Misal yang sering terjadi yaitu bila si A dikejutkan dengan kata kuda , maka konon dia juga akan berkata kuda.
Jadi, berdasarkan pendapat ahli di atas  diambil kesimpulan bahwa latah merupakan gangguan berbicara yang tidak jelas asal-usulnya, namun karena fungsi syaraf  otak yang salah. Pada umumnya latah terjadi karena perilaku lingkungan sosial dari penderita latah tersebut.


Ekolalia tidak akan berlanjut sampai dewasa bila dari anak diterapi dengan baik dan segera. Selain itu juga dibutuhkan dukungan dari lingkungan keluarga dan sekitarnya. Namun jika penyebabnya adalah herediter atau keturunan, ada kemungkinan agak sulit untuk disembuhkan. Begitu juga, meski jika tingkat keparahannya ringan namun tidak ditangani dengan baik. Langkah yang dapat dilakukan adalah hendaknya segera dikonsultasikan pada ahlinya, yaitu untuk masalah kecemasannya bisa dikonsultasikan ke psikolog, sedangkan masalah wicaranya ke terapis wicara, dan masalah performance atau kinerjanya ke terapis okupasi.



Referensi
Dardjowidjojo, S. 2005. Psikolinguistik; Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta. Yayasan Obor Indonesia.


0 comments:

Post a Comment