30.4.19

CERDAS MENGELOLA RASA INGIN TAHU

JANGAN BIARKAN "KEPO" BERLEBIHAN
RESENSI ARTIKEL PSIKOLOGI SOSIAL
Ika Fatmawati
Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45
Yogyakarta
 
Kepo atau Knowing Evey Particular Object yaitu ingin tahu urusan orang lain secara berlebihan. Ada yang berpendapat sifat kepo adalah wajar, karena mengandung sifat manusia yang mendasar. Tetapi sifat kepo yang berlebihan bisa membuat orang lain menjadi risih bahkan berujung permusuhan.

Di era digital sekarang ini, sifat kepo bisa muncul setiap saat dimana saja dan kapan saja. Sifat kepo muncul karna beberapa faktor antara lain :
     a.)  Ingin banyak tahu tentang kehidupan orang lain
     b.)  Tidak mengenali siapa dirinya yang sebenarnya
     c.)   Mengumpulkan informasi untuk disebarkan
     d.)  Memuaskan rasa ingin tahu
     e.)  Memanfaatkan orang lain untuk kepentingan pribadi
     f.)   Turut campur dengan masalah orang lain

Sikap peduli berbeda dengan kepo, sikap peduli bertanya karena memang ingin tahu kondisinya. Sikap kepo bertanya, untuk sekedar mendapatkan informasi lalu menyebarkannya. Beberapa pertanyaan kepo yang membuat telinga panas antara lain, kapan lulus, kapan menikah, kapan punya anak, kapan kembali memiliki anak.

Sifat seperti ini sudah terjadi sejak lama, dan semakin menggila beberapa tahun belakangan ini. Ada beberapa cara untuk menghadapi orang yang kepo, yakni :
       -   Hadapi saja, karna sampai kapanpun tak akan pernah selesai
       -   Kita harus selektif dan peka terhadap orang sekitar
       -  Jangan terlalu naif dan menganggap semua orang itu baik
       -  Jangan terbawa perasaan dan mudah sakit hati
     - Terkait dalam urusan rumah tangga, yang mengetahui masalah yang sesungguhnya adalah orang yang bersangkutan

Sebaiknya kita juga menahan diri untuk tidak kepo berlebihan dengan memikirkan dalam diri, merenungkan kembali, apakah kita termasuk orang yang kepo atau benar- benar peduli atas apa yang dilakukan. Kita juga jangan ikut campur masalah orang lain, kecuali kita di mintai pendapat. Jika ada yang membutuhkan pertolongan segera kita bantu.

Kelebihan artikel ini adalah mengangkat tema yang sangat dekat dengan kondisi masyarakat saat ini. Bahasa yang mudah dipahami dengan contoh yang nyata dalam kehidupan sehari –hari. Narasumber merupakan tokoh masyarakat yaitu Kak Seto dan Ibu Idham Samawi. Gambar ilustrasi dan judul menarik, sehingga pembaca ingin membaca lebih lanjut tentang artikel ini.

Sumber :
Kedaulatan Rakyat (2019), Jangan Biarkan Kepo Berlebihan. 17 Februari, halaman 10



0 comments:

Post a Comment