8.3.19

SIARAN DI RRI PRO 1 JOGJA YANG BERKESAN



Ika Fatmawati
183104101185
Fakultas PsikologiUniversitas Proklamasi 45
Yogyakarta 


Pertama kalinya saya masuk ke studio untuk siaran live di radio, deg- degan. Bagaimana nanti berbicara? Apa yang nanti akan disampaikan? Demikian beragam pertanyaan yang mewarnai perasaan saya. Saya mendapat kepercayaan dari Bapak Wahyu, M.A., Dosen Fakultas Psikologi UP45, untuk turut serta menjadi salah seorang pembicara dalam Acara Dialog Psikologi mengangkat tema ”Menghargai Diri Sendiri”, di RRI PRO 1 Yogyakarta, FM 91,1 Mhz (7/3).

Adanya niat yang kuat untuk belajar mengharuskan saya untuk kesampingkan rasa minder. Tarik nafas dalam- dalam, membaca Bissmillah dan masuk ke ruang siaran.  Sambutan Kru dan Penyiar yang ramah sangat membantu saya untuk mencairkan suasana. Asyik dan menyenangkan sekali, tidak seperti yang saya bayangkan sebelumnya.
Hal yang paling berkesan adalah ketika interaktif dengan pendengar. Para pendengar menyampaikan opini dan pertanyaan melalui WA, SMS dan telpon. Kami merespon dan menjawab pertanyaan yang di sampaikan secara spontan. Jalannya acara siaran pun terasa begitu cepat yang berlangsung dari pukul 20.15- 21.00 WIB. 
Sekedar berbagi saran untuk teman-teman yang akan menjadi pembicara dalam siaran radio yaitu dengan membaca referensi sebanyak- banyaknya sesuai tema, bersikap sewajarnya saja, kelola emosi agar tidak gugup atau grogi yang berlebihan. ”Percaya diri itu bisa kita dapatkan melalui proses belajar dan menerima kesempatan yang datang untuk bisa mengaktualisasikan diri”, demikian pesan Mas Yudha Adri Riyanto, S.Psi., alumni Psikologi UP45 dan praktisi pendidikan Anak yang juga sebagai salah satu pembicara.
Kesempatan tidak datang dua kali, begitu kata pepatah, meskipun aktualnya juga ada kesempatan kedua. Terus latih diri kita untuk memunculkan potensi yang ada dengan mencoba menerima tantangan baru. Kita tidak akan pernah tahu seperti apa potensi kita kalau kita tidak pernah mencoba.
Bapak Wahyu menjelaskan tentang tema Menghargai Diri Sendiri yang mampu menginspirsi pendengar. ”Menghargai diri sendiri bukan berarti kegaguman yang berlebihan pada diri sendiri atau bentuk narsisme melainkan mampu berpikir positif terhadap kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya sehingga dapat membangun sikap positif dalam diri dan lingkungannya”, jelas Bapak Wahyu. Hal ini sesuai dengan pandangan Hurlock (1980), yang menyatakan bahwa semakin baik seseorang dapat menerima dirinya, maka akan semakin baik pula penyesuaian diri dan sosialnya.
Pembelajaran yang saya dapatkan dari turut serta menjadi pembicara dalam siaran radio yaitu penting untuk terus mengembangkan kemampuan berkomunikasi menggunakan bahasa yang tepat, membiasakan teknik berbicara dengan vocal yang jelas dalam sebuah tema, serta menumbuhkan kepercayaan diri dan ini semua bagian dari cara saya menghargai diri sendiri.
Saya ucapkan terima kasih kepada Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengembangkan potensi yang kami miliki. Hal ini menjadi pengalaman yang luar biasa dan sangat berharga bagi saya karena bisa langsung mengaplikasikan ilmu tidak hanya sekedar teori di kelas.  Pengalaman berharga yang tidak mampu terbayar dengan uang atau apapun.

REFERENSI
Hurlock, E. B. (1980). Development Psychology . Jakarta: Penerbit Erlangga.

0 comments:

Post a Comment