23.3.19

PSIKOLOGI ABNORMAL GANGGUAN KEPRIBADIAN " PARANOID"


Reni Suryani
173104101169
Mata Kuliah : Psikologi Abnormal
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A




Gangguan Kepribadian
GANGGUAN KEPRIBADIAN PARANOID

     Gangguan kepribadian merupakan pola perilaku / cara berhubungan dengan orang lain yang benar-benar kaku. Kekakuan tersebut yang menghalangi mereka untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan eksternal sehingga pola tersebut pada akhirnya bersifat self deating.

                   Gangguan kepribadian paranoid adalah perasaan curiga yang pervasive, kecenderungan untuk menginterprestasi perilaku orang lain sebagai hal yang mengancam atau merendahkan. Orang dengan gangguan ini sangat tidak percaya pada orang lain , dan hubungan social mereka terganggu.

      Individu yang memiliki kepribadian paranoid cenderung terlalu sensitive terhadap kritikan , baik itu nyata maupun yang dibayangkan. Lebih tidak percaya kepada orang lain dan meyakini bahwa orang lain itu sebagai ancaman. Meskipun kecurigaan dari orang yang menderita gangguan kepribadian paranoidsangatlah berlebihan dan tidak berdasar, pada gangguan ini tidak terdapat kehadiran delusi paranoid yang menandai pola pikir dari orang yang menderita skizofrenia paranoid.

Contoh kasus: seorang pensiun berusia 85 tahun yang diwawancarai oleh pekerja social untuk menentukan kebutuhan perawatan kesehatan bagi dirinya serta istrinya yang sakit dan lemah. Pria ini tidak memiliki sejarah penanganan gangguan mental. Ia terlihat sehat dan waspada secara mental. Dia terlihat sehat dan waspada secara mental. Dia dan istrinya telah menikah selama 60 tahun, dan tampak bahwa istrinya yang benar-benar dia percaya. Dia selalu curiga pada orang lain dan dia tidak mengungkapkan informasi pribadi pada siapapun kecuali pada istrinya. Yakin bahwa orang lain akan mengambil keuntungan darinya. Dia menolak tawaran dari orang lain karena curiga deengan motifnya. Saat menerima telepon dia menolak untuk menyebutkan namanyasampai dia tahu maksud si penelpon. Ia selalu melibatkan dalam dirinya dalam pekerjaan yang berguna untuk mengisi waktunya. Ia meluangkan waktu yang cukup banyak untuk memonitor investasinya dan pernah bertengkar dengan pegawainya saat terjadi kesalahan dalam rekening bulanan yang membuatnya curiga bahwa pegawainya tersebut berusaha menutupi transaksi yang curang.

Referensi :

Nevid. S Jeffrey. (2005). Psikologi Abnormal ( edisi ke lima ). Hal 273-274


0 comments:

Post a Comment