20.3.19

Kuliah Gerontologi

Yona Sahputri Luspartiwi
163104101136

Mata kuliah gerontologi termasuk dalam mata kuliah pilihan sehingga tidak semua mahasiswa mepelajari secara mendalam tentang ilmu ini. Alasan saya memilih untuk mengambil mata kuliah ini karena keingintahuan saya tentang apa dan bagaimana kondisi psikologis individu pada taraf perkembangan usia lanjut. Saya memutuskan mengambil mata kuliah ini bersama 4 orang teman saya yaitu Yeni, Cathu, Septi dan Pipit. Mata kuliah Gerontologi di ampu oleh Bapak Wahyu Widiantoro, M.A.

Pertemuan awal kuliah pun telah berlangsung, diawali dengan penjelasan tentang aturan perkulihan, rincian tugas yang harus kami kerjakan hingga penjelasan sebagai pengantar ke pembahasan materi Gerontologi. Lanjut usia merupakan tahap akhir siklus perkembangan manusia, masa bagi semua orang berharap akan menjalani hidup dengan tenang, serta menikmati masa pensiun.

Santrock (2002, h.530), mengungkapkan bahwa masa lanjut usia dimulai ketika seseorang mulai memasuki usia 60 tahun. Sejalan dengan apa yang dikemukakan oleh Santrock, Hurlock (2001, h.87), juga mengemukakan bahwa yang disebut lanjut usia adalah orang yang berusia 60 tahun ke atas. Pada masa lanjut usia, seseorang akan mengalami perubahan dalam segi fisik, kognitif, maupun dalam kehidupan psikososialnya (Papalia, 2001).

Kondisi terus meningkatnya jumlah Lanjut usia di Indonesia saat ini semakin memotivasi kami untuk lebih mendalami bidang Gerontologi. Sayang tidak semua mahasiswa dapat hadir pada pertemuan perdana kuliah kami karena hujan malam itu begitu derasnya. Kami mengambil program kelas karyawan di UP45 yang dilaksanakan malam hari karena masing-masing dari kami harus membagi waktu antara bekerja dan kuliah. Kesempatan untuk terus belajar di bangku kuliah di antara bekerja serta kesibukan kegiatan lainnya merupakan sebuah tantangan bagi kami untuk terus berusaha mewujudkan cita-cita.

Harapan setelah mengambil kuliah Gerontologi yaitu kami mampu menerapkan, dan melaksanakan ilmu khususnya di kalangan para lanjut usia. Sejahtera atau tidaknya individu usia lanjut tentunya tidaklah sama pada tiap individu. Penting adanya dukungan dari berbagai pihak terlebih para akademisi yang menekuni ilmu psikologi seperti halnya kami.

Referensi:

Hurlock E.B. 2001. Psikologi Perkembangan edisi kelima: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. (Terjemahan oleh Istiwidayanti & Sujarwo). Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama.
Papalia D.E., Old S.W., & Feldman R.D. 2008. Human Development (Psikologi Perkembangan) Edisi IX. (Terjemahan oleh A.K Anwar). Edisi IX Cetakan 1. Jakarta: Kencana.
Santrock, J.W. 2002. Life Span Development. Eight edition. New York : Mc Graw-Hill Companies.

0 comments:

Post a Comment