20.3.19

CEGAH SEXUAL ABUSE PADA ANAK


Sri Sunu Widyaningsih
183104101178
Mata Kuliah : Psikologi Umum II
Dosen Pengampu : Fx. Wahyu Widiantoro S.Psi., M.A


Apakah kalian tahu tentang sexual abuse ? Pasti Anda tak asing dengan istilah tersebut.  Pada era sekarang banyak terjadi sexual abuse di kalangan anak-anak. Banyak oknum yang memanfaatkan anak kecil untuk menjadi sasaran pemuasan kebutuhan seksualnya. Nah, sexual abuse merupakan salah satu tindakan pelecehan seksual yang tidak diinginkan dengan menggunakan kekerasan, mengancam bahkan mengambil keuntungan dari korban yang tidak memberikan persetujuan.
 Gejala yang muncul akan berdampak pada kecemasan, ketakutan bahkan gangguan stress pascatrauma. Maka dari itu, perlu adanya intervensi yang tepat untuk menangani kasus tersebut. Sebagai contoh yang kerap kali terjadi di masyarakat yaitu peristiwa sebagai berikut, pelaku memancing korban dengan cara yang sangat sederhana,  misalkan dengan memberikan permen atau mainan kepada calon korban yang belum paham dengan maksud pemberian barang tersebut. Sehingga korban tidak merasa bahwa dirinya sedang dimanfaatkan oleh pelaku. Sangat miris jika melihat hal ini terjadi.
 Perlu adanya pencegahan supaya tidak terjadi sexual abuse pada anak-anak. Pencegahan itu dapat dilakukan dengan pengawasan dari orangtua anak dan wali yang senantiasa menemani setiap kegiatan yang dilakukan oleh anak tersebut.  Berikan pengarahan dan penjelasan bahwa jika ada orang yang tidak dikenal secara tiba-tiba memberikan barang atau makanan jangan langsung diterima,  jika ada yang mengajaknya pergi sebaiknya menghindar.
Fraser (dalam Kinnear, 2007) mendefinisikan sexual abuse sebagai eksploitasi anak untuk kepuasan seksual pada orang dewasa. Sexual abuse merupakan pelecehan seksual yang kerap kali terjadi dan sangat bervariasi, seperti eksploitasi anak.
            Baker dan Duncan (dalam Kinnear, 2007) menjelaskan bahwa anak (dibawah 16 tahun) dilecehkan secara seksual ketika orang lain yang sudah dewasa secara seksual melibatkan anak dalam aktivitas apapun yang diharapkan orang lain untuk merangsang seksualitas dirinya.
Secara situasional, sexual abuse juga kerap kali disebut dengan pelecehan seksual  tergantung situasi atau keadaan yang terjadi. Misalnya, dalam beberapa keluarga atau budaya, dapat diterima, bahkan diharapkan, seperti terdapat salah satu anggota keluarga yang melakukan kontak fisik, seperti memeluk, mencium. Dalam keluarga dan budaya lain, perilaku tersebut dapat dianggap tidak pantas.
Definisi sexual abuse seringkali termasuk dalam kategori penyalahgunaan kontak yang  mencakup aktivitas mulai dari berciuman, oral seks hingga berhubungan intim. Sexual abuse atau perlakuan salah secara seksual adalah ketika anak diikutsertakan dalam situasi seksual dengan orang dewasa atau anak yang lebih tua. Adanya kontak seksual secara langsung seperti persetubuhan, atau sentuhan kontak genital lainnya. Namun juga dapat berarti anak dibuat untuk melihat tindakan seksual, melihat alat kelamin milik orang dewasa, melihat pornografi atau menjadi bagian dari produksi pornografi.
Cara mencegah terjadinya sexual abuse pada anak-anak, diantaranya :
o   Meningkatkan komunikasi interpersonal antara orangtua dan anak.
o   Edukasi sejak dini tentang pentingnya menjaga diri dari incaran orang asing tidak dikenal.
o   Pendampingan khusus dari para orangtua/wali.
o   Pendidikan seks untuk anak sejak usia dini.
o   Pendidikan sejak dini supaya anak terarah dan mengerti mana yang boleh dilakukan maupun tidak.
o   Peningkatan attachment antara orangtua dan anak.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sexual abuse adalah tindakan pelecehan seksual ataupun kekerasan seksual yang dapat dilakukan oleh siapapun dan tak mengenal waktu, sasarannya adalah anak –anak. Perlu adanya pengawasan serta pendampingan dari para orangtua si anak supaya terhindar dari perilaku tersebut, karena jika peran orangtua tidak turut serta dalam hal ini maka angka kejadian sexual abuse semakin meningkat dan anak yang menjadi korban sexual abuse akan mengalami dampak stressor yang berlebih.

DAFTAR PUSTAKA :
Fatimah, Siti Nur. (2012). Jurnal. Dinamika Konsep Diri pada Orang Dewasa Korban Child Abused. Empathy Volume I, Nomor 1 Desember.
Kinnear, Karen L. (2007). Childhood Sexual Abuse (A Reference Handbook). 2thEd. Santa Barbara, California Denver, Colorado Oxford, England : ABC-CLIO.
Handayani, Meni. (2017). Jurnal. Pencegahan Kasus Kekerasan Seksual pada Anak melalui Komunikasi Antarpribadi Orangtua dan Anak. Volume 12, Nomor 1, Juni.
Noviana, Ivo. (2015). Jurnal. Kekerasan Seksual Terhadap Anak : Dampak dan Penanganannya. Child Sexual Abuse : Impact and Hendling. Sosio Informa Volume 01, Nomor 1, Januari-April.



0 comments:

Post a Comment