19.3.19


ARTI PENTINGNYA KELUARGA BAGI SAYA

Meilisa Sarkol
173104101175
Mata Kuliah Psikologi Umum II


Pendidikan kita berawal dari keluarga, ketika kita masih kecil keluargalah yang pertama mendidik kita sebelum kita akhirnya mencari ilmu di sekolah, dan mendapatkan pendidikan atau pengalaman baru di luar keluarga kita. Sementara ini saya masih menjadi seorang anak, karena saya belum menikah. Keluarga bagi saya adalah segalanya. Jadi berbahagialah bagi anda kita yang masih mempunyai keluarga, buatlah keluarga bangga dengan prestasi kita dan jangan pernah mengecewakan keluarga.

Keluarga menurut sejumlah ahli adalah sebagai unit sosial-ekonomi terkecil dalam masyarakat yang merupakan landasan dasar dari semua institusi, merupakan kelompok primer yang terdiri dari dua atau lebih orang yang mempunyai jaringan interaksi interpersonal, hubungan darah, hubungan perkawinan, dan adopsi (UU Nomor 10 Tahun 1992 Pasal 1 Ayat 10; Khairuddin 1985; Landis 1989; Day et al. 1995; Gelles 1995; Ember dan Ember 1996; Vosler 1996). Menurut U.S. Bureau of the Census Tahun 2000 keluarga terdiri atas orang-orang yang hidup dalam satu rumah tangga.
Terutama ayah dan Ibu. Kasih sayang, perhatian dari orang tua atau keluarga kita, tidak akan sama dengan kasih sayang dari orang lain. Ketika dalam keluarga ada benci, kesal, kecewa, tapi semua itu bisa diatasi dengan adanya kasih sayang. Misalnya orang tua selalu marah-marah kepada kita tapi pada dasarnya mereka sayang sama kita, dan rasa marah atau kecewa bisa dikalahkan oleh rasa kasih sayang. Dalam keluarga harus ada kesabaran, walaupun dalam hal ini saya belum bisa menjadi orang yang sabar dalam keluarga.

Saya adalah anak bungsu dari empat bersaudara, yaitu dua anak laki-laki dan dua anak perempuan, dari kecil hingga saat ini umur saya 22 tahun  saudara kandung saya selalu mendukung dan membantu di segala cita-cita maupun masalah yang saya hadapi, karna keinginan dari Ayah dan Ibu saya juga untuk orang tua lainnya yang ingin untuk kami sebagai anak harus saling mendukung dan kompak satu sama lain. Ketika dalam hidup ini saya mendapat masalah, pasti keluarga selalu ada buat saya, seperti salah satu contoh yang terjadi ketika saya pernah mencoba untuk Tes Polwan saya tidak berhasil lolos, tetapi saat itu juga saya merasa sangat diberikan dukungan moral yang besar dari keluarga saya, sehingga saya tidak terlalu merasa kecewa.
Oleh karna itu bagi saya keluarga itu adalah hal yang sangat penting, karna dari sosok keluarga saya mengambil banyak contoh peran, seperti Ibu yang jadi panutan untuk saya menjadi wanita yang bertanggung jawab, dari Ayah saya belajar menjadi mandiri, dari kakak saya belajar menjadi anak yang berbakti kepada orang tua, dan berbagi kasih sayang dengan keluarga lainnya.

REFENSI
Ember CR, Ember M. 1996. Cultural Anthropology (8th Ed). New Jersey: Prentice-Hall Inc.
U.S. Census Bureau, Statistical Abstract of the United States: 2002- The National Data Book,
122nd edn., Washington, D.C., 2002.

0 comments:

Post a Comment