28.9.18

TEORI RAYMOND BERNARD CATTLE


“PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2 TEORI RAYMOND BERNARD CATTLE”

            Raymond B. Cattle mempunyai keyakinan dasar bahwa kepribadian memiliki banyak sekali dimensi yang dapat diukuir, dan Teknik statistic Analisa factor dapat dipakai sebagai sarana untuk mengisolasi variable-variabel kepribadian. Pengukuran merupakan dasar dari kemajuan ilmu kontemporer, dan dalam psikologi yang harus mengukur obyek-obyek yang tidak kasat mata, taksonomi atau klasifikasi tingkah laku memakai analisis faktor menjadi langkah yang signifikan pemakian Teknik statistic yang canggih dalam mengembangkan teori dan konsep kepribadian menempatkan Raymond B. Cattel Eysenck, dan J.P Guildford sebagai pelopor pemakaian kaidah-kaidah ilmiah dalam memahami kepribadian manusia.
Cattell memberi definisi yang sangat umum mengenai kepribadian yaitu : ‘‘Personality is that which permits a prediction of what a person will do in a given situation’’ Cattell berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu bentuk struktur kompleks dari trait dari berbagai macam kategori. Trait adalah sebuah kecenderungan reaksi yang relative permanent yang merupakan bagian dari kepribadian. Melalui analisis factor, Cattell mengklasifikasikan beberapa trait dalam beberapa bagian.
  STRUKTUR KEPRIBADIAN
Cattell berpendapat bahwa kepribadian merupakan suatu bentuk struktur kompleks dari trait dari berbagai macam kategori. Trait adalah sebuah kecenderungan reaksi yang relative permanent yang merupakan bagian dari kepribadian. Melalui analisis factor, Cattell mengklasifikasikan beberapa trait dalam beberapa bagian :
  1. Common Traits and Unique Traits
  2. Surface Traits and Source Traits dibagi menjadi dua jenis yaitu ( Constitutional traits dan Environment-mold traits )
3.       Ability Traits, Temperament Traits, and Dynamic Traits
  DINAMIKA KEPRIBADIAN
  1.  Erg
Adalah dorongan atau motivasi dasar bawaan yang dimiliki seseorang untuk mencapai tujuannya. Erg berupa dorongan primer yang dimiliki sejak lahir, seperti lapar, haus, dll. Erg sering disebut sebagai konsep diri. Misalnya, erg of fear akan membuat seseorang mengembangkan kewaspadaannya terhadap sesuatu yang membahayakannya.
Manusia memiliki 10 erg, yaitu makan, seks, sociabilityparental protectiveness, keingintahuan, rasa takut, agresif, serakah, self-assertion, dan kegemaran.
  1.  Sentiment
Adalah pola terstruktur dari sikap yang memperoleh energi dari erg dan dibentuk melalui hasil belajar. Termasuk environmental-mold source traits karena pengaruh lingkungan berkontribusi besar dalam pembentukan kepribadian.
  1. Attitude (Sikap)
Adalah konsep tentang tingkah laku spesifik sebagai respon terhadap suatu situasi tertentu. Sikap tidak perlu diungkapkan secara verbal.
  PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
1.      Infancy ( Tahap Bayi 0 – 6 Tahun )
2.      Childhood ( Tahap Anak 6 – 14 Tahun )
3.      Adolescence ( Tahap Adolescence 14 – 23 Tahun )
4.      Maturity ( Tahap Kemasakan 23 – 50 Tahun )
5.      Late Maturity ( Tahap Usia Pertengahan 50 – 60/70 Tahun )
6.      Old Age ( Tahap Tua 60/70 – Mati )

DAFTAR PUSTAKA :
·         Suryabrata Sumadi. Psikolgi Kepribadian. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1993
·         Alwisol. (2009). Psikologi Kepribadian. Ed revisi. Malang: UMMpress. Hal 235-254

Ø Nama                 : Rio Wahyu Nugroho
Ø NIM                    : 17.310.410.1166
Ø Fakultas            : Psikologi

0 comments:

Post a Comment