27.9.18

REVIEW : PSI KEPRIBADIAN II TEORI MENURUT GEORGE KELLY


SRI SUNU WIDYANINGSIH
183104201178
FAK. PSIKOLOGI UP45 YOGYAKARTA


   George Alexander Kelly lahir pada 28 April 1905 di Perth, Kansas, 35 mil di bagian selatan dari Wichita. George memiliki berbagai pengalaman di bidang pendidikan baik sebagai murid maupun guru. Orang tua George bernama Elfelda M. Kelly dan Theodore V. Kelly. Dari kedua latar belakang orang tua merupakan orang yang sangat berpendidikan. Hal ini terlihat ketika sang ibu pernah bekerja sebagai seorang guru dan sang ayah sebelumnya pernah menjadi seorang pendeta.  Kelly merupakan seseorang yang mempunyai minat yang berbeda dan hal ini sangat berbeda dengan para tokoh lainnya. Dimana Kelly meraih gelar sarjananya di bidang fisika dan matematika. Namun di sisi lain ia juga sangat memperhatikan masalah sosial.  Hal tersebut ketika ia melanjutkan studinya di University of Kansas dengan gelar master program studi sosiologi pendidikan .
George Kelly mengungkapkan bahwa terdapat teori konstruk personal. Konstruk personal adalah cara seseorang dalam melihat hal-hal (manusia) yang serupa, namun juga berbeda dengan hal lain (orang lain). Contohnya, Anda dapat melihat bahwa Narissa dan Tiara serupa dan bagaimana mereka berbeda dengan Tiffany. Misal kita dapat membedakan yang mana Narissa dan Tiara sungguh amat menarik sedangkan Tiffany religius. Dan ini terlihat bahwa adanya perbandingan yang sangat kontras dan bersifat esensial. Namun lebih jelasnya ketika konstruk personal akan membentuk perilaku seseorang. Misal, kita melihat mobil Kiky yang sedang rusak. Setelah itu mobilnya tidak dapat berjalan. Kemudian konstruk personalnya bagaimana pola tindakan selanjutnya dan cara yang dimilikinya. Perilaku manusia dibentuk oleh interpretasi atau konstruksi terkait dunianya. Setiap konstruksi bersifat terbuka untuk adanya perubahan melalui konstruksi alternatif.  Dan Kelly menyebutkannya sebagai alternativisme konstruktif. 
Dari tahun ke tahun Kelly telah bereksperimen dalam bidang pendidikannya. Dan ia pun sempat mengambil program studi psikologi selama 9 bulan dan ia mulai menekuni kariernya di bidang tersebut. Pada tahun 1931 Kelly menyelesaikan gelar Ph. D di State University of Lowa. Ia memutuskan menjadi psikoterapis yang memberikan konseling pada mahasiswa dan murid SMA  karena menurutnya kenyataanlah yang mengubah jalan hidupnya.
Kelly (1955, 1970) memiliki satu asumsi dasar. Asumsi dasarnya menyatakan bahwa seluruh proses psikologis diarahkan oleh cara kita mengantisipasi kejadian.  Dimana proses yang dimaksud adalah proses dari seseorang yang merujuk pada manusia yang hidup, berubah dan bergerak. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana cara mereka melihat masa depan, bukan pada masa lalunya. Karena pada dasarnya yang harus kita pikirkan masa kini dan masa depan. Namun hal ini harus dilakukan dengan tindakan yang nyata.. Ia menyatakan bahwa hidup itu sendiri yang menjelaskan pergerakan seseorang. Dimana manusia bergerak terarah melalui suatu jaringan dari jalan atau jalur. Namun jaringan ini bersifat fleksibel. Sebagai contohnya : Kiky tidak membeli mobil berwarna merah karena di masa kecilnya ia sudah memiliki sepeda berwarna merah. Dari hal tersebut menyatakan bahwa fakta ini membantunya untuk melihat masa kini dan ia mengantisipasi mobil bekas berwarna merah dengan model terbaru untuk di masa yang akan datang.
Selain asumsi dasar, Kelly juga menyatakan terdapat 11 macam konsekuensi pendukung di antaranya :
·         Konsekuensi konstruksi
Mengasumsikan bahwa seseorang mampu mengantisipasi kejadian di masa depan berdasarkan interpretasinya atas tema yang berulang.
·         Konsekuensi individualitas
Manusia memiliki pengalaman yang berbeda sehingga memandang setiap kejadian dengan cara yang berbeda pula. 
·         Konsekuensi organisasi
Setiap orang mengorganisasikan konstruk personalnya dalam sistem hierarkis dalam beberapa konstruk yang berada dalam posisi superordinat dan yang lain bersifat subordinat.
·         Konsekuensi dikotomi
Semua konstruk personal bersifat dikotomi yang artinya seseorang memandang kejadian dengan cara hitam putih.
·         Konsekuensi pilihan
Setiap orang memilih antara alternatif dari konstruk-konstruk dikotomi yang mereka anggap akan meningkatkan pilihan mereka di masa depan
·         Konsekuensi jangkauan
Konstruk ini terbatas pada suatu jangkauan praktis yang tidak selalu relevan terhadap seluruh situasi.
·         Konsekuensi pengalaman
Manusia terus menerus merevisi konstruk personal mereka melalui hasil dari berbagai pengalaman.
·         Konsekuensi modulasi
Beberapa pengalaman baru tidak mengarah pada revisi dari konstruk personal karena tidak dapat ditembus.
·         Konsekuensi fragmentasi
Perilaku manusia terkadang tidak konsisten karena sistem konstruk mereka dapat menerima elemen yang tidak sepadan.
·         Konsekuensi persamaan
Memiliki pengalaman yang sama dengan orang lain, namun konstruk personalnya cenderung lebih mirip dengan sistem konstruksi dari orang-orang tersebut.
·         Konsekuensi sosial
Setiap orang mampu berkomunikasi dengan orang lain karena mereka dapat menginterpretasikan konstruksi orang lain. Kelly menerapkan pandangan mengenai peran. Dimana dalam hubungan antarpribadi , seseorang tidak hanya mengobservasi perilaku dari orang lain, namun mereka juga mampu menginterpretasikan apa makna dari perilaku orang tersebut.
 Kemudian kita akan melihat pandangan mengenai perkembangan abnormalnya. Kelly mengatakan bahwa orang yang sehat secara psikologis mampu melakukan validitas atas konstruk personalnya terhadap pengalaman mereka di dunia nyata. Misal, mereka mampu menguji hipotesis yang masuk akal. Sedangkan pada orang-orang yang tidak sehat dengan keras kepala akan bertahan dengan konstruk personal mereka yang sudah kadaluarsa dan takut untuk melakukan validitas atas konstruk yang baru. Misal, mereka tidak masuk akal dalam menguji hipotesis. Menuruit Kelly, orang yang tidak sehat mempunyai sistem konstruksi yang kompleks. Namusn konstruksi personal mereka sering gagal dalam menguji kemampuannya dan menyesuaikan dirinya dengan dunia nyata. Sebagai contoh, terdapat seorang pria yang sangat ketergantungan dengan alkohol. Namun ia menolak untuk melihat dirinya sebagai pecandu alkohol. Dan pada suatu ketika pria tersebut semakin bersikeras untuk tetap meminum alkohol dan alhasil pekerjaan dan pernikahannya mulai hancur (Burrel,2002).
Kelly juga mengidentifikasikan 4 elemen umum dalam gangguan manusia, yaitu :
·         Ancaman
Kelly (1955) mendefinisikan ancaman sebagai suatu kesadaran atas perubahan komprehensif yang akan terjadi dalam struktur inti seseorang.
·         Ketakutan
Bersifat sekunder dan lebih spesifik 
·         Kecemasan
Suatu kesadaran bahwa kejadian yang dihadapkan pada seseorang berada di luar jangkauan praktis dari sistem konstruk orang tersebut.
·         Rasa Bersalah
Perasaan kehilangan struktur peran inti seseorang.
        Kelly memiliki beberapa teknik untuk mengubah konstruk klien. Salah satunya menggunakan terapi peran-tetap. Dimana klien mampu mengubah pandangan mereka atas suatu kehidupan (konstruk personal) dengan melakukan peran yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kemudian prosedur lain yang digunakan oleh Kelly yaitu Role Construct Repertory (Rep) Test. Tujuan dari Rep Test tersebut adalah untuk menemukan cara-cara di mana manusia mampu memandang orang lain yang penting dalam hidup mereka.
Kesimpulan :
Berdasarkan teori di atas lebih mengacu pada alternativisme konstruktif atau gagasan yang menyatakan bahwa interpretasi kita dapat berubah di masa sekarang. Dan asumsi dasar Kelly lebih diarahkan untuk bagaimana cara kita mengantisipasi kejadian. Dan seluruh konsekuensi dikolaborasikan dengan asumsi tersebut.
Sumber :
Jess Feist, Gregory J. Feist. (2010). Teori Kepribadian Edisi 7. Jakarta : Salemba Humanika.



0 comments:

Post a Comment