24.9.18

"MENGULIK SEJARAH PERIODE PSIKOLOGI KLINIS SERTA PERANNYA DALAM DUNIA KERJA"


"MENGULIK SEJARAH PERIODE PSIKOLOGI KLINIS SERTA PERANNYA DALAM DUNIA KERJA"
Nama : Meissy Bella Sari
Nim : 163104101143
“Psikologi Klinis”


Ditelisik dari sisi sejarah, psikologi klinis ditemukan oleh pria berkebangsaan Amerika,Lightner Witmer. Dia merupakan alumni Universitas Pensylvana tahun 1988. Witmer bekerja di program doktoral bidang psikologi bersama Wilhem Wundt di Leipzig. Setelah menyelesaikan program doktoralnya, dia langsung ditunjuk sebagai direktur laboratorium psikologi Universitas Leipzig. Dimulai ketika ada seorang guru sekolah bernama Margareth Maguire yang meminta Witmer untuk membantu salah seorang muridnya Charles Gilman yang didiagnosa mengalami kesulitan dalam mengeja. Witmer kemudian menerima tawaran tersebut. Tak disangka, hal ini menghantarkan dia sebagai psikolog klinis pertama, dan pada saat yang sama, ia memulai usaha untuk mendirikan klinik psikologi pertama di dunia.
Pendekatan yang pertama kali dilakukan oleh Witmer adalah dengan assesmen yaitu menilai masalah Charles disusul menyusun rangkaian pengobatan yang tepat. Penilaian psikologis menunjukkan bahwa Charles mengalami kerusakan visual, baik dalam hal membaca dan masalah mengingat. Hal tersebut diberi istilah oleh Witmer dengan "amnesia verbal-visual, atau sekarang disebut disleksia. Witmer menggunakan tutorial yang intensif guna membantu si anak dalam mengenal kata tanpa terlebih dahulu mengejanya. Cara ini berhasil sehingga Charles bisa kembali normal membaca.
Selama tahun akademik 1904-1905, pada Universitas Pensylvnia menawarkan program psikologi klinis di bawah pengawasan Witmer. Akan tetapi, pengaruh klinik Witmer, sekolah, jurnal, dan pelatihan-pelatihan menjadi terbatas. Witmer merasa bahwa psikologi klinis berputar-putar saja atau stagnan. Witmer ia mengabaikan perkembangan-perkembangan yang akan terjadi di kemudian hari.
 Sebagai contoh, Witmer mengabaikan tes intelijensi Binet dan Skala Binet-Simon ketika keduanya diperkenalkan di Amerika Serikat. Seperti tes Binet terdahulu, instrumen ini dirancang untuk mengukur proses mental yang rumit, bukan untuk mengukur mental biasa yang dilakukan oleh Witmer. Selain itu, Witmer juga mengabaikan asesmen klinis orang dewasa, layanan yang digunakan ahli klinis lain guna memberikan pertolongan kepada para psikiater untuk mendiagnosa dan merencanakan perawatan kerusakan dan masalah lainnya. Malah, pengujian psikologis mental pada pasien di beberapa rumah sakit menjadi hal yang rutin dilakukan pada tahun 1907. Asesmen serupa dilakukan di penjara untuk membantu anggota agar bisa mengidentifikasikan narapidana yang terganggu mentalnya atau merencanakan program rehabilitasi..
Namun kiblat psikolog menjadi berubah ke arah model Healy mengenai masalah psikologi klinis dan klinik bimbingan anak. Fakta ini sejalan dengan menyebarnya penggunaan tes intelijensi Binet, meninggalkan Witmer dengan background psikologi klinisnya. Tentu saja dia masih aktif, akan tetpi dia lebih fokus pada fungsi dan klien yang sudah lebih dulu ada, bergabung dengan psikologi sekolah, konseling kejuruan, terapi bicara, dan perbaikan pendidikan dengan menggunakan psikologi klinis.
Dan untuk perkembangan psikologi klinis ini sendiri dapat dibagi ke dalam beberapa periode. Periode ini mulai dari awal munculnya, hingga sekarang, perkembangan psikologi sangat pesat yang di ringkas sebagai berikut:
·         Periode I pada tahun-tahun awal
·          Psikologi sebagai ilmu peengetahuan di abad XIX
·          Pendirian laboratorium pertama di Lepzigtahun 1879
·          Pengukurandan statistic karakteristik manusia oleh Francis Galton di Inggris.
·          Sigmund Freud berpraktek di ina dan menerbitkan “the interpretation of dreams”
·          Lightmer Witmer menggunakan istilah “Psikologi Klinis” untuk pertama kailnya mendirikan  klinis psikologi dan jurnal psikologi pertama.
·          Awal abad ke-20 merupakan periode reformasi yang menggairahkan bagi ide, rencana, dan alat-alat baru dalam bidang psikologi.
·          Antara tahun 1900 – 1920 banyak ditemukan alat pengukuran karakteristik baru, terutama tes intelegensi, missal: TesBinet, Tes Army Alpha, dll.
·         Periode II pada waktu konsolidasi
·          Masa antara perang dunia menumbuhkan kemajuan dalam bidang psikologi dan perkembangan pada standar pelayanan.
·          Pada masa praktek lebih focus pada masalah anak dan pengembangan teori pada orang dewasa.
·          Selama dan setelah perang dunia kedua, psikologi di Amerika sangat terlibat dalam pekerjaan di rumah sakit bersama personal dan veteran militer.
·          Tahun 1930, kelompok psikolog terapan mendirikan layanankonseling di kampus.
·          Para psikolog menemukan berbagai teknik assessment,antara lain MMPI, TAT, dan SVIB.
·         Periode III pada pertumbuhan Pesat
·          Dua hingga tiga decade setelah PD II, psikolog klinis menjadi profesi yang mandiri.
·          Sudah menetapkan standar, misalnya tahun 1952, APA menerbitkan DSM I (Diagnostic and statistic manual of mental disorder), di negara lain ICD (International classification of disorder).
·          1950 – 1960 Psikoterapi menjadi kegiatan yang penting dan lebih menarik ketimbang assessment.
·          Perubahan dalam pola latihan, pendidikan, dan standar etik bagi psikologi klinis.
·         Periode IV pada perkembangan perpaduan
·          Muncul kebutuhan akan kesehatan mental orang Amerika dan menjadikannya sebagai masalah nasional --- peluang meluas bagi psikolog klinis dan pekerja kesehatan mental lainnya.
·          Sebagian psikolog berkomitmen pada isu penanganan yang tidak semata-mata individual, missal isu, kesehatan masyarakat dan pencegahan muncul bidang khusus Psikologi komunitas.
·          Tahun 1970, psikologi klinis diakui perusahan suransi kesehatan sebagai penyedia layanan kesehatan independen.
·          Perubahan dalam jalur dan gelar pendidikan psikologi klinis.
·         Periode V pada Perkembangan mutakhir dan masa depan
·          Berkembang kajian lintas disiplin psikologi klinis dengan disiplin ilmu lain, seperti kedokteran.
·          Teori dan riset terus berkembang pesat, antara lain neuroimaging, penelitian untuk memetakan karakteristik genetic manusia (human genetic project).
·          Berbagai kemungkinan muncul antara lain penggunaan tes dan interpretasi tes dengan system komputerisasi, konsultasi psikologi di internet.

Selanjutnya untuk profesi dalam psikologi klinis meliputi beberapa yakni, Psikolog, Psikiater, Konsultan, Pengajaran, Terapis, dan Eksekutif. Dalam dunia kerja tidak dipungkiri bahwa psikologi klinis memiliki lahan pekerjaan sesuai dengan pernanan keahliannya dan fungsi penggunaannya. Psikologi klinis memiliki peranan dalam memahami, mencegah dan memulihkan keadaan psikologis individu keambang normal. Singkatnya, psikologi klinis memberikan bantuan pada manusia yang mengalami masalah psikologis. Tugas utama psikologi klinis adalah menggunakan tes yang merupakan bagian integral suatu pemeriksaan klinis yang biasanya dilakukan di rumah sakit.
Dan untuk peranan psikologi klinis dalam dunia kerja telah dirangkum sebagai berikut yaitu :
·          Assessment, yaitu pengumpulan informasi observasi, wawancara, dan Tes secara subyektif dan obyektif mengenai perilaku individu, perilaku, masalah, karakteristikunik, kemampuan, dan keberfungsian intelektual, untuk diagnosis, bimbingan karir, dan seleksi.
·          Intervensi atau Treatment yaitu penanganan yang dirancang untuk menolong orang yang bermasalah agar lebih mampu memahami dan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi seperti konseling dan psikoterapi.
·          Research yaikni dimana psikologi klinis berorientasi pada penelitian, melalui pelatihan dan kebiasaan yang biasanya melibatkan juga profesi lain.
·          Teaching, yaitu dengan menjadi staf pengajar, memberikan seminar, kursus, bimbingan dan lain-lain.
·          Consultation yakni dengan memberikan nasihat atau bimbingan bagi organisasi mengenai berbagai masalah, mengkombinasikan aspek pengajaran, penelitian, assessment, dan penyembuhan.
·          Administration yaitu keterlibatan dalam manajemen kegiatan hari anorganisasi, karenakepekaan, keterampilan interpersonal, keahlian dalam penelitian, dan kemampuan organisasionalnya.

Referensi :
Slamet, S. I. S. &Markam, S. 2005. PengantarPsikologiKlinis. Jakarta : Universitas Indonesia.

0 comments:

Post a Comment