16.9.18

Definisi Psikolog Klinis, Psikiatri, Dokter Medis yang Masih Sering Membingungkan Masyarakat


                                       Siti Hanifah (16.310.410.1151)

Psikologi klinis merupakan salah satu jenis psikologi terapan yang sampai sekarang masih sering dipertanyakan arti, kedudukan dan perannya jika dibandingkan dengan psikiatri. Perbedaan antara psikolog klinis dengan dokter medis pun juga masih membingungkan masyarakat. Untuk itu mari kita liat apa sebenarnya definisi, karakteristik, peran, dan aspek-aspek psikologi klinis itu.
Ada banyak sekali tokoh yang mengemukakan definisi psikologi klinis ini antara lain woodworth (1937), louttit (1939), shakow (1976) dll. Namun pengertian yang banyak dijadikan pegangan dan acuan dasar dalam memahami pengertian klinis saat ini adalah definisi yang ditetapkan oleh American Psychological Assosiation (APA) seksi klinis (1935). Rumusannya yaitu, “klinis ialah wujud psikologi terapan yang bermaksud memahami kapasitas perilaku dan karakteristik individu melalui metode pengukuran, analisi, serta pemberian saran dan rekomendasi, agar individu mampu melakukan penyesuaian diri secara memadai”. Hanry, dkk (1971) mengemukakan bahwa karakteristik personal psikologi klinis yaitu memiliki motiv utama untuk membantu orang.

Psikologi klinis merupakan satu dari beberapa spesialisasi dalam lapangan psikologi dan kesehatan mental yang dalam banyak kasus, peran dan prakteknya saling tumpang tindih misalnya dengan psikiater dan psikolog konseling. Sebuah usaha baru yang dilakukan oleh J.H Resnick dalam merumuskan psikologi klinis terbaru. Resnick mendefinisikan bahwa psikologi klinis merupakan bidang sentral yang mencakup asesmen, diagnosis, intervensi, tritmen, konsultasi, penelitian, dan aplikasi prinsip-prinsip etik dan profesional. Psikolog klinis dicirikan oleh keahlian mereka dalam bidang kepribadian dan psikopatologi serta integrasi antara ilmu, teori dan praktik. Dengan demikian psikolog klinis memiliki beberapa antribut antara lain sebagai psikolog, ahli klinis, ilmuwan, dan sebagai pekerja professional.
Apa orientasinya? Orientasi –orientasi psikologi klinis sendiri yaitu titik pandang klinis dan aspek-aspek kepribadian, orientasi ini menurut Kendal (1982). Titik pandang itu maksudnya tugas yang dihadapi oleh klinisi adalah memahami masalah yang dihadapi klien dan cara klien dalam menyelesaikan atau berusaha untuk menyelesaikan masalah. Apabila penyelesaian masalah tepat disebut dengan penyesuaian masalah yang baik namun bila tidak tepat, menunjukkan adanya ketidaksesuaian, maladaptive atau psikopatologi. Bagi seorang klinisi perbedaan antara normal dan abnormal hanya memiliki arti yang tidak demikian signifikan. Aspek-aspeknya apa saja? Terdapat tiga aspek kepribadian yang umumnya perlu dipahami untuk tujuan orientasi teoritis psikologi klinis mengenai kepribadian yaitu motivasi, kapasitas yang dimilikinya, dan kendali (control) orang tersebut.

Referensi : Ardani,T.A. Rahayu,I. Sholichatun,Y. 2007. Psikologi Klinis. Yogyakarta. Graha Ilmu.      

               

0 comments:

Post a Comment