10.7.18

ARTIKEL PSI LINGKUNGAN : Limbah PT RUM Belum Berbahaya


Limbah PT RUM Belum Berbahaya

PENGARANG             : Septiana Abidin
SUMBER                    : Kedaulatan Rakyat
NIM                            : 16.310.410.1147
PENULIS                    : MAM
TANGGAL TERBIT    : Rabu 10 Januari 2018
SUKOHARJO ( KR ) – Pertwmuan warga berdampak limbah bau diduga dari PT Rayon Utama Makmu berlangsung sangat panas. Warga ngotot meminta agar pabrik ditutup karena sudah meresahkan. Warga mengatakan warga sudah sangat resah dengan dampak limbah bau busuk menyengat dari PT tersebut. Warga mulai dari anak kecil, orang dewasa sampai lanjut usai semuanya terganggu. Bau busuk sudah tercium dari beberapa bulan yang lalu. Warga meresahkan hal ini karena bau ini sangat menganggu aktifitas warga,bahkan kesehatan warga juga terganggu. Limbah yang sudah mencemari lingkungan mereka membuat warga kompalin kepada perwakilan perusahan. PT tersebut berdiri ditengah pemukiman padat penduduk tanpa memikirkan juga tentang limbah bahkan sampah-sampah yang berada di belakang PT tersebut sangat menganggu warga.
            Limbah yang dikeluhkan warga ini sudah sejak lama di rasakan warga namun warga tidak mendapatkan respon baik dari perwakilan perusahaan. Limbah yang dikhawatirkan akan menganggu kenyamanan warga tersebut sudah di bahas oleh pemilik perusahaan. Perwakilan ketua DPR Sukoharjo mengatakan bahwa limbah ini belum berbahaya. Walaupun belum berbahaya namun limbah sudah sangat mengotori lingkungan mereka. Selain itu pemerintah setempat juga memberika peringatan kepada warga untuk tidak terus memprovokatori permasalahan limbah tersebut.
Hal Positif : Pemerintah sangat tanggap dengan usulan bahkan keluhan warga sekitar namun mereka tidak bisa bertindak karena proses penilain limbah itu sangat lama hanya yang sudah diungkapkan bahwa limbah tersebut tidak berbahaya.
Hal Negatif : Pemilik perusahaan tidak memikirkan akan dampak dari limbah yang mereka dirikan. Limbah ini menjadi permsalahan besar bagi warga sekitar.


0 comments:

Post a Comment