16.4.18

RESENSI ARTIKEL : Tanah Terus Bergerak, 156 Jiwa Mengungsi


Tanah Terus Bergerak, 156 Jiwa Mengungsi
PENGARANG             :  Chatu Septiana
SUMBER                    : Kedaulatan Rakyat
NIM                            : 16.310.410.1155
PENULIS                    : MAD
TANGGAL TERBIT    : Rabu 10 Januari 2018
            Banjarnegara(KR)- Gerakan tanah didusun Pramen Desa Suwidak dan Dusun Sikenong,Desa Bantar Desa Wanayasa Kabupaten Banjarnegara pada hari selasa 9 Januari 2018 masih terus berlangsung. Jumlah pengungsi yang semula 14 kepala keluarga atau 43 jiwa,terus bertambah hingga mencapai 50 KK yang mencakup 156 jiwa.  Warga yang mengungsi ini  karena mereka sangat kawatir akan tanah longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu dan mengancam nyawa mereka,mereka juga takut rumah mereka akan roboh sebab rumah mereka berdekatan dengan titik-titik tanah yang bergerak. Adapun warga yang mengungsi di daerah sanak-famili. Untuk memenuhi kebutuhan logistic pemerintah sudah bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Sosial, drpoing logistic sempat terhambat karena akses jalan putus total.
            Efek gerakan tanah dikhawatirkan makin serius karena setiap hari turun hujan yang sangat deras,yang paling dikawatirkan warga,tanah tempat rumah-rumah milik mereka berdiri akan terseret gerakan taanh,karena itu warag sekitar rawan longsir itu mengungs. Rumah warga kebanyakan berada dilereng-lereng yang didominasi tanaman salak dan pohon albasia. Akibat akses jalan terputus,makan harga salak meningkat drastic. Warga yang mengungsi ini juga membutuhkan kekuatan secara mental ketika sewaktu-waktu terjadi tanah longsor maka mereka akan kehilangan rumah mereka.
Hal positif : Pemerintah sudah sangat bijak dalam mencari donasi untuk kebutuhan logistic para pengungsi dan memberi kebuthan tersebut jauh sebelum terjadi longsor dan pemerintah tanggap sekali akan ketahanan kebutuhan logistic.
Hal Negatif : Pemerintah kurang dini dalam memberikan tanda-tanda tanah longsor seharus nya jika di waktu sebelum mengungsi mereka diberikan araha dari BMKG.

0 comments:

Post a Comment