16.4.18

RESENSI ARTIKEL :Pengelola Wisata Dituntut Mampu Menahan Diri


Pengelola Wisata Dituntut Mampu Menahan Diri


PENGARANG             : Septiana Abidin
SUMBER                    : Kedaulatan Rakyat
NIM                            : 16.310.410.1147
PENULIS                    : AJE
TANGGAL TERBIT    : Rabu 14 Februari 2018
            Pada perkembangan zaman saat ini banyak kelompok masyarakat berlomba-lomba menawarkan kawasannya sebagai obyek wisata. Namun demikian ,seringkali para pengelola mengabaikan kosnep secara matang. Pengelola pun dituntut mampu menahan diri. Hal ini jika desa wisata atau tempat wisata sudah terlanjur tenar sebelum ada konsep yang matang dan jelas,makan justru rentang menimbulkan masalah baru yang rumit.Dalam membuat obyek wisata atau desa wisata harus mempertahankan kearifan local.
            Tak kalah penting yakni bagaimana kepastian lahan apakah sewa atau tidak. Jangan sampai ketika sudah ditetapkan menjadi desa wisata,malah menjadi rebutan antara ahli waris pemilik lahan serta pengelola. Sektor wisata merupakan pengungkit perekonomoian paling strategis. Kasus lain diungkapan seperti sarana dan prasarana tempat wisata yang belum siap tetapi sudah terlanjur viral. Sebagaimana yang perlu difikirkan secara matang juga tentang limbah yang tentu menganggu warga sekitar desa wisata tersebut.
Hal positif : Desa wisata yang akan dibangun memang membantu perekonomian warga
sekitar,pemerintah juga memiliki etika baik untuk mengambil jalan tengah tentang desa wisata ini.
Hal negative : Dengan ada nya desa wisata di daerah yang juga pemukina warga maka masalah besar yang akan timbul adalah limbah yang akan mengotori lingkungan desa tersebut. Lingkungan yang taadinya bersih jika ada tempat wisata sudah pasti sampah itu akan menjadi masalah besar untuk warga sekitar.

0 comments:

Post a Comment