1.4.18

Psikologi Lingkungan#11

Sayangi Bumi,  Bersihkan Dari Sampah
Ningnurani ( 16.1146 ) Fak: Psikologi, UP 45 Yogyakarta


"Hari Peduli Sampah Nasional dipicu oleh tragedi longsornya sampah di TPU Leuwigajah pada tanggal 21 Februari 2005 yang membuat banyak korban jiwa, pengelolaan sampah yang buruk menjadi salah satu penyebab permasalahan sampah." Itulah kalimat pembuka yang di sampaikan oleh salah satu staff dari Dinas  Lingkungan Hidup kota Yogyakarta. 

Acara yang di gelar di kawasan Tugu Yogyakarta,  Dihadiri oleh ribuan  warga masyarakat dari berbagai komunitas peduli lingkungkan dan pemberdayaan sampah,  dari murid SD sampai mahasiswa dari berbagai sekolah serta Universitas yang ada di Yogyakarta. Salah satu mahasiswa yang ikut serta ambil bagian dalam acara tersebut adalah mahasiswa dari "Universitas Proklamasi 45, Fakultas Psikologi Yogyakarta".  Hadir pula Bapak Wakil Walikota DIY, Bp. Drs. Heroe Poerwadi, MA, Direktur utama harian Kedaulatan Rakyat, Bp. Dr. Gun Nugroho Samawi, Perwakilan dari Kodim 403, Bp. A. Latief.


Tujuan digelarnya acara tersebut,  sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan dan Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional. Acara dimulai pada pukul 06. Diawali  dengan dilakukannya senam bersama, kemudian di lanjutkan Talk show sekitar 30 menit, adanya lomba-lomba yang berkaitan dengan sampah ( pembuatan lampion, lomba kreasi dari bahan daur ulang,  lomba pentas seni, pameran hasil karya dari bahan sampah,   petisi untuk berkomitnen mewujudkan kota yang bebas sampah,  dll ) yang di akhiri pada pukul 09 wib. dengan diadakannya uji emisi udara serta polusi di kawasan Tugu. 


Dengan berdirinya hampir 433 bank sampah yang ada di kawasan DIY,  diharapkan mampu menjadi solusi kebersihan serta peningkatan nilai ekonomis dari sampah untuk di olah dan diberdayakan. Adanya car free day yang di canangkan, membawa kantong belanja saat ke pasar maupun ke super market,  budaya membawa air minum sendiri kemanapun adalah bertujuan untuk mengurangi beban sampah perhari yang sudah mencapai 200 ton  serta untuk mengurangi  pemanasan global.

"Tekad masyarakat untuk bersih dan menjadikan kota Yogyakarta sebagai  pionir kebersihan,   merupakan agenda Pemkot dan segenap lapisan warga masyarakat agar cepat terwujud dan menjadikannya Yogyakarta sebagai  rule model yang pertama di Indonesia. Peran aktif dari para mahasiswa sangat di butuhkan untuk mengembangkan Yogyakarta bersih dan untuk mewujudkan pionir kota peduli sampah". Ungkap Bp.  Wakil Walikota. 

Direktur pengelolaan sampah DIY,  Bp. Novrizal mengemukakan jika " Bersih itu Kreatif, Revolusi perilaku mengurangi sampah itu lahir dan dimulai dari lingkungan terkecil dan diri sendiri. Secara masiv kita akan melakukan perubahan perilaku dan perubahan sosial untuk menciptakan peduli lingkungan dan peduli sampah" .


"Perubahan yang dilakukan tidak hanya sekedar membuang sampah pada tempatnya,  tetapi juga cara merubah pola pikir/ mindset kita terhadap sampah dan lingkungan, agar terwujud kota yang bersih dan menjadi pionir sampah di Indonesia" seperti yang diungkapkan oleh Direktur harian KR, Bp. Samawi.

Pengembangan sampah yang dulu dari hilir ke hulu, mulai sekarang di rubah dari hulu ke hilir. Kalau dulu sampah hanya berproses,  buang,  angkut  dan pendistribusian,  berubah menjadi dari rumah tangga.  Sampah di pilah. sampah  organik bisa di olah menjadi pupuk lalu sampai non organik bisa di berdayakan menjadi sebuah barang bernilai ekonomis. "Yogyakarta Bersih Bisa Kok".



Ucapan Terimakasih kepada :

1. Rektor UP 45 Yogyakarta, Bp.  Bambang Irjanto
2. Dekan UP 45 Yogyakarta,  Ib.  Muslimah Zahro Romas
3. Kaprodi Fakultas Psikologi,  Ib. Dewi Handayani
4. Dosen Psikologi Lingkungan, Ib.  Arundati Shinta
5. Bp. Fx. Wahyu Widiantoro selaku Dosen Fakultas Psikologi
6. Bapak dan Ibu Dosen serta semua Staff pengajar di Fakultas Psikologi Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta. 
7. Seluruh teman - teman Fakultas Psikologi semester 2- 8.

Talk Show

Senam Bersama

Lomba Yang di Ikuti Oleh Berbagai Elemen Masyarakat

Pembuatan Kerajinan Dari Bahan Sampah

Tanaman Hias Yang di Tanam Pada Media Sampah

Kerajinan " Bunga" Dari Sampah

Fashion Show 

Lomba Lampion

Pupuk Hasil Dari Sampah

Penandatanganan Petisi Dukung Yogyakarta Menjadi Kota Yang Peduli Sampah

Ikrar Text Line " Yogyakarta Bersih Bisa Kok"

Pemilahan Sampah Setelah Acara Pungut Sampah Bersama

Uji Emisi Udara

Foto Bersama Bapak Wawali Kota Yogyakarta





0 comments:

Post a Comment