7.4.18

Psi Abnormal IV

Gangguan Mood dan Depresi dapat Memicu Bunuh Diri


Nama  : Fahrunisa Yeni Astari
NIM  : 16.310.1156
PSIKOLOGI ABNORMAL



             Mood merupakan sebuah kondisi perasaan yang selalu ada dalammemberikan corak kehidupan psikologis individu. Perasaan yang terjadi dalam keseharian kita seperti sedih, depresi ataupun bahagiabukanlah hal yang abnormal dalam konteks peristiwa atau situasi yang penuh tekanan dan dalam keadaan tertentu. Namun, orang dengan gangguan mood mengalami kendala mood yang luar biasa parah, atau bisa berlangsung lama, serta mengganggu kemampuan individu untuk berfungsi memenuhi tanggung jawab secara normalserta terganggunya kehidupan pribadi seseorang tersebutGangguanMood adalah gangguan pada mood yang berlangsung sangat lama, tidak seperti biasanya atau parah,serta cukup serius sehingga menghambat fungsi individu sehari-harinyaTerdapat beragam jenis gangguan mood, termasuk gangguan depresi (unipolar), seperti gangguan depresi mayor, dan gangguan distimik dan gangguan yang melibatkan perubahan mood, seperti gangguan bipolar dan gangguan siklotimik.
             Gangguan mood yang berlebihan serta tidak mendapatkan penanganan secaraa tepat akan berakibat pada bunuh diri. Secara global, lima puluh persen dari penderita depresi berpikiran untuk bunuh diri, tetapi yang akhirnya mengakhiri hidupnya hanya ada lima belas persen diantara lima puluh perse penderita depresi. Selain itu, depresi yang berat juga menimbulkan munculnya berbagai penyakit fisik, seperti gangguan pencernaan (gastritis), asma, gangguan pada pembuluh darah (kardiovaskular), serta menurunkan produktivitas.
             Depresi merupakan salah satu kelainan psikiatri yang paling sering Terjadi. Depresi merupakan suatu gangguanmoodyang secara signifikan ditandai oleh perasaan sedih dan cemas yang berlebihan. Banyak individu yang mengalami gejala-gejala depresi dari berbagai jenis umur. (National Institute of Mental Health, 2010).Banyak penelitian yang berlandaskan gangguan mood ataupun depresi yang sudah mencapai levet akut yang berakibat pada upaya bunuh diri diantaranya penelitian dari Dinar Oktamiya Hayuningtyas DKK yang berjudul “UPAYA BUNUH DIRI SEBAGAI BENTUK DEPRESI PADA REMAJA PUTRI KORBANTRAFFICKING” dengan hasil penelitian bahwasanya subjek I dan subjek II memiliki upaya untuk melakukan bunuh diri dengan kecenderungan depresi. Faktor subjek I dan subjek II mengalami depresi adalah karena adanya perubahan fisik, perubahan perasaan, perubahan pikiran serta perubahan kebiasaan kedua subjek serta gejala-gejala yang mengacu pada PPDGJ III. Penyebab dari depresi ini karena kedua subjek remaja putri ini menjadi korbantrafficking sehingga tugas perkembangan remaja pada subjek I tidak berjalan baik, dan gagal pada subjek II.
             Pada tahun 2009, College Health Association-National College Health Assesment(ACHA-NCHA) yang merupakan suatu penelitian bagi mahasiswa/i pada bangku perkuliahan melaporkan bahwa 30% dari seluruh mahasiswa/i mengalami gangguan depresi dan susah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Depresi juga merupakan salah satu faktor resiko yang menyebabkan bunuh diri. Pada penelitianFall2009ACHA-NCHAdilaporkan bahwa sekitar 6% dari mahasiswa/i dilaporkan sudah sering melakukan percobaan bunuh diri pada tahun-tahun sebelumnya (National Institute of Mental Health, 2010).Bunuh diri merupakan hal yang kurang baik bahkan banyak larangan tentang bunuh diri dari berbagai pandangan ataupun aspek kehidupan. Bahkan agama dengan tegas melarang tentang perbuatan bunuh diri yang dapat merugikan diri sendiri ataupun lingkungan dan sosial kehidupannya.
Menurut saya maka sebaiknya dalam kehidupan ini alangkah baiknya menghadapi semua yang ada dalam hidup ini, menghadapi semua dengan pemikiran dan langkah-lanngkah yang lebih positif.

0 comments:

Post a Comment