27.4.18

penutupan TPA


        
                                    
  WARGA KALIORI TUTUP TPA SAMPAH
ASEP SINGGIH WIJANARKO
NIM 16.310.410.1158
FAKULTAS PSIKOLOGI
     Permasalahan sampah selalu menjadi persoalan yang sulit untuk di selesaikan. Sampah telah menjadai permasaahan umum dari hilir hinga hulu, dari tingkat paling bawah masyarakat hingga tingkat paling atas pengolahan sampah tersebut seakan menjadi persoalan yang sukar untuk terselesaikan.
      Seperti yang terjadi di Desa kaliori, Kalibagor, Banyumas, senin,(2/4) memblokir jalan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah kalorinmilik pemkab banyumas. Mereka juga mendatangi kantor Unit Pelaksanan Teknik (UPT) TPA kalori. Penutupn Jalan dan protes k eke kanntor Unit Pelaksanan Teknik TPA kalori  tersebut di dasari karna bocornya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang tertanam di bawah tanah telah mencemari udara, air,tanah  di desa di Desa Kalori Tersebut.
    Menurut kepala desa kalori Ovan Sovian karna kebocoran IPAL tersebut telah mencemari tanag,pekarangan dan persawahan. “airnya sudah  berubau dan berwarna serta taak bisa lagi unntuk di minum tuturnya.  Limbaah yang mencemari sawah telah mengakibatakan produksi padi menurun sertadampak lainya yang di rasakan warga yakni gatal-gatal. Setidaknya area yang terdampak kebocoran IPAL tersebut telah mencapai 3,5 hektare sawah milik warga yang telah terdampak kebocoran IPAL tersebu. Kondisi seperti ini tela dirasakan sudah berjalan sekitar tiga tahun untuk itu saya minta Dinas Lingkungann Hidup ( DLH) banyumas untuk bertannggung jawab tutur Ovan Sofiyan.
   Kepala UPT TPA Kalori, Dwi Kartano, dan camat Kalibagor Siswanto yang menemui  warga tedampak akan di tindaklanjuti dengan melakukan pertemuan yang akan melibatkan kepala DLH bayumas pada hari Rabu (4/4) Mendatang. “tuntutan warga akan segera disampaikan ke kepala DLH dan warga akan dipertemukan empat april mendatang untuk mencari solusi kata kepalaa UPT TPA Kalori, Dwi Kartono.  Aksi unjuk rasa ini sendiri megakibatkan beberapa kendaran pembuangan sampah yang menuju ke TPA kaliori tertahan dan tidak bisa membuammg sampah ke TPA.  
   Penangunng jawab atas kebocoran IPAL tersebut memang berada DLH dan intansi terkait lainnya yang semestinya harus segera memperbaiki kebocoran intalsai pengolahan akhir limbah (IPAL) mengingat dampak yang di timbulkan baik bagi kesehatan dan lingkungan sangalah besar. Namun warga sekitar juga tidak hanya melakukan protes dan  menutub jalan ke TPA namun juga harus bisa menncari solusi sendiri atas kebocoran IPAL tesebut mengimgat kejadian ini sudah berjalan tigatahun. Pengelolan sampah membutuhan kerterkaitan semua piahak dari intansi pengolahaan sampah dan wrga sendiri sebagi produsen sampah tersebut agar sampah bisa di kelola secara baik dan bermanfaat.
Sumber; KEDAULATAN RAKYAT
JUDUL: Air Tercemar Limbah, Warga Kaliori tutup TPA Sampah.
Penulis: (Dri)-o

0 comments:

Post a Comment