13.4.18

Kliping Artikel Limbah Popok Bayi Picu Ikan Sungai Brantas Punah dan Jadi Banci

Nama
:
Ana Istiqomah
NIM
:
163104101126
Judul artikel
:
Limbah Popok Bayi Picu Ikan Sungai Brantas Punah dan Jadi Banci
Nama penulis
:
Yuswantoro
Nama penerbit
:
Sindonews.com
Tanggal terbit
:
29 Agustus 2017


Tingkat pencemaran air Sungai Brantas sudah sangat mengkhawatirkan. Bahkan, pencemaran air di sungai ini membuat ikan mulai mengalami kepunahan dan kelainan interseksual atau menjadi ikan banci. Salah satu pemicu kepuanahan dan kelainan interseksual ini ialah tingginya kandungan bahan organik dalam air sungai akibat pencemaran popok bayi.
Direktur coton, Prigi Arisandi mengatakan bahwa pencemaran air Sungai Brantas berkaibat fatal. Tercatat, ada belasan jenis ikan air tawar di sungai tersebut tidak ditemukan lagi.
Selain berakibat pada kepunahan, pencemaran juga mengakibatkan ketidakseimbangan ekosistem. Hasil penelitian membuktikan adanya senyawa pengganggu hormon yang memicu kondisi ikan menjadi interseksual. Akibatnya perilaku ikan lebih mengarah pada betina. Munculnya senyawa pengganggu hormon juga dipicu oleh penggunaan pestisida dan pupuk kimia secara berlebihan. Penggunaan suntik hormon pada ternak juga menghasilkan senyawa ini karena kotoran dari ternak tersebut akan membawa kelebihan hormon. Selain itu juga penambangan yang tidak terkendali membawa damapak rusaknya habitat ikan yang ideal.

Dari artikel ini kita dapat mengetahui dampak jangka panjang dari pencemaran sungai yang semula kita anggap merupakan hal yang dapat dimaklumi ketika kita melakukan ‘hal kecil’ seperti membuang ‘sedikit’ saja sampah ke sungai yang memiliki banyak air. Akan tetapi ternyata bila banyak orang yang melakukan ‘hal kecil’ itu ternyata dapat membawa pengaruh besar terhadap ekosistem sungai tersebut. Setidaknya, jika kita tidak mau melakukan ‘hal besar’ seperti misalnya kampanye mengenai lingkungan sehat, menggerakkan warga untuk memelihara kebiasaan bersih dan sehat, kita lakukan ‘hal kecil’ saja dulu seperti membuang sampah pada tempatnya. 

0 comments:

Post a Comment