13.4.18

Gejala dan Faktor Psikopat

Nama : Yona Sahputri L
NIM : 16.310.410.1136
Psikologi Abnormal
Singgih Dirgagunarsa (1998 : 145) menyatakan bahwa psikopat merupakan hambatan kejiwaan yang menyebabkan penderita mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri terhadap norma-norma sosial yang ada di lingkungannya. Penderita psikopat memperlihatkan sikap egosentris yang besar, seolah-olah patokan untuk semua perbuatan dirinya sendiri saja. Menurut Kartini Kartono (1999 : 95), psikopat adalah bentul kekalutan mental (mental disorder) yang ditandai dengan tidak adanya pengorganisasian dan pengintegrasian pribadi sehingga penderita tidak pernah bisa bertanggung jawab secara moral dan selalu konflik dengan norma-norma sosial dan hukum. Selanjutnya Kartini Kartono menyebutkan gejala-gejala psikopat antara lain sebagai berikut.
1. Tingkah laku dan realasi social penederita selalu asosial, eksentrik dan kronis patologis, tidak memiliki kesadaran social dan inteligensi sosial.
2. Sikap penderita psikopat selalu tidak menyenangkan orang lain.
3. Penderita psikopat cenderung bersikap aneh, sering berbuat kasar bahkan ganas terhadap siapapun.
4. penderita psikopat memiliki kepribadian yang labil dan emosi yang tidak matang. Bersadarkan pendapat yang dikemukakan oleh Singgih Dirgagunarsa dan Kartini Kartono tersebut dapat disimpulkan pengertian mengenai psikopat sebagai berikut.
1. Bahwa psikopat merupakan kelainan atau gangguan jiwa dengan
2. ciri utamanya ketidak mampuan penderita dalam menyesuaikan
3. diri dengan norma yang berlaku di lingkungan sosialnya.
4. Bahwa penderita psikopat tidak memiliki tanggung jawab moral
5. dan sosial.
6. Bahwa perbuatan penderita psikopat dilakukan dengan acuan
7. Egonya.
8. Bahwa penderita psikopat memiliki kepribadian yang labil dan
9. emosi yang tidak matang.
 FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PSIKOPAT
Seseorang dapat menderita psikopat karena kurang atau tidak adanya kasih sayang yang diterima dari lingkungannya, terutama keluarga. Selama lima tahun pertama dalam hidupnya dia tidak pernah merasakan kelebutan, kemesraan, dan kasih sayang, sehingga individu yang bersangkutan gagal dalam mengembangkan kemampuan untuk menerima dan memberikan perhatian dan kasih saying pada orang lain (Kartini Kartono, 1990 : 75). Bahwa terjadinya psikopat tidak terlepas bahkan ditentukan oleh lingkungan keluarga tidak dapat dipungkiri. Dalam Hal ini Elizabeth Hurlock (1997 : 257) mengutip pendapat penulis yang tidak bernama antara lain sebagai berikut.
 Bila seorang anak hidup dalam kecaman, dia belajar mengutuk.
 Bila dia hidup dalam permusuhan, dia belajarberkelahi.
 Bila dia hidup dalam toleransi, dia belajar bersabar.
 Bila dia hidup dalam kebijaksanaan, dia belajar mengharga keadilan.
 Bila dia hidup akan suasana aman, dia belajar percaya akan dirinya dan orang lain.

Daftar Pustaka :
Dirgagunarsa, Singgih. (1999) Pengantar Psikologi. Jakarta: Mutiara.
Kartini Kartono. (2000) Psikologi Abnormal. Bandung: Mandar Maju.

0 comments:

Post a Comment