28.3.18

Psi Abnormal II

MENGATASI KECEMASAN SOSIAL MELALUI PENDEKATAN
BEHAVIORAL REHEARSAL

Nama  : Fahrunisa Yeni Astari
NIM  : 16.310.1156
PSIKOLOGI ABNORMAL




       Gangguan kecemasan sosial adalah suatu kondisi kesehatan mental kronis, tetapi pengobatan seperti konseling psikologis, pengobatan danbelajar keterampilan coping (mengatasi sesuatu masalah) dapat membantu Anda mendapatkan kepercayaan diri dan meningkatkan kemampuan Anda untuk berinteraksi dengan orang lain.

       Gejala kecemasan sosial
Gangguan kecemasan sosial mempengaruhi emosi dan perilaku. Hal ini juga dapat menyebabkan gejala fisik yang signifikan. Tanda tanda dan gejala emosi dan perilaku kecemasan sosial, Jiwo (2012) menjelaskan beberapa gangguan kecemasan sosial termasuk:
     1. Takut secara berlebihan ketika berinteraksi dengan orang asing 
     2. Takut situasi di mana Anda dapat dinilai 
     3. Khawatirkan memalukan atau memalukan diri sendiri 
     4. Ketakutan bahwa orang lain akan melihat bahwa Anda terlihat cemas 
     5. Kecemasan yang mengganggu rutinitas harian Anda, pekerjaan, sekolah atau kegiatan lain 
     6. Menghindari melakukan sesuatu atau berbicara dengan orang karena takut malu 
     7. Menghindari situasi di mana Anda mungkin menjadi pusat perhatian 
     8. Kesulitan membuat kontak mata 
     9. Kesulitan berbicara

Faktof serangan kecemasan sosial
     1) Perempuan. Perempuan lebih mungkin dibandingkan laki-laki untuk terkena gangguan                          kecemasan sosial.
     2) Riwayat keluarga. Anda lebih mungkin untuk mengembangkan gangguan kecemasan sosial                  jika orang tua biologis atau saudara memiliki kondisi tersebut. 
     3) Lingkungan. Gangguan kecemasan sosial mungkin merupakan perilaku yang dipelajari.                        Artinya, Anda dapat terkenagangguan setelah menyaksikan perilaku cemas orang lain. Selain              itu, mungkin ada hubungan antara gangguan kecemasan sosial dan orang tua yang sangat                    mengendalikan atauterlalu melindung anakanak mereka. 
     4) Temperamen. Anak-anak yang pemalu, penakut, ditarik atau tertahan ketika menghadapi                      situasi yang baru atau orangorang mungkin menghadapi risiko lebih besar. 
     5) Tuntutan pekerjaan atau sosial baru. Bertemu orang baru, memberikan pidato di depan umum             atau melakukan presentasi pekerjaan penting untuk pertama kalinya dapat memicu gejala                      gangguan kecemasan S
     6) Memiliki kondisi kesehatan yang menarik perhatian. Cacat wajah, gagap, penyakit Parkinson             dan kondisi kesehatan lain dapat meningkatkan perasaanrendah diri, dan dapat memicu                       gangguan kecemasan sosial pada beberapa orang.


Pendekatan Teknik Behavioral Rehearsal

       Behavioral rehearsal merupakan salah satu di antara banyak teknik yang berasal dari terapi pilaku menurut Thorpe & Olson (Elford:2016). Teknik sebagai terapi prilaku awalnya disebut behavioristic psychodrama ( psikodrama behavioristik), adalah campuran terapi conditioned reflex (refleks terkondisi) dari salter, teknik psikodrama dari moreno dan fixed role therapy (terapi peran tetap) dari kelly (Elford:2016). Namun yang lebih sering digunakan adalah behavior rehearsal ( latihan/geladi prilaku) dengan klien yang perlu menjadi sadar sepenuhnya akan dirinya. 

       Teknik behavior rehearsal diterapkan dalam bentuk bermain peran dimana klien mempelajari suatu tipe perilaku baru di luar situasi konseling. behavior rehearsal memasukkan beberapa komponen kunci yaitu: menirukan prilaku, menerima umpan balik dari konselor, dan sering mempraktekkan/melatih perilaku yang diinginkan.

       Menurut Thorpe & Olson (Elford: 2016) Ketika mengimplementasikan behavioral rehearsal, peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari dimain-perankan oleh klien dan konselor profesional sebagai upaya untuk mengurangi kecemasan apapun yang dialami klien ketika mengekpresika dirinya yairu dengan melakukan beberapa hal berikut ini; 
1) Klien bertindak sebagai dirinya, dan konselor prodesional memainkan peran orang dengan siapa klien yang meiliki kecemasan. 
2) Konselor mengintruksikan untuk mengkomunikasikan perasaannya tentang orang atau keadaan yang mengakibatkan kecemasan.
 3) Klien perlu menggunakan suara kuat dan mengulang-ulang sebuah pertanyaan tentang perasaan atau perilaku yang tepat guna, 
4) Sementara itu, konselor memberikan umpan balik kepada klien 
5) Klien terus berlatih sampai konselor mengatakan bahwa pernyataan tersebut telah dikomunikasikan secara efektif. 

      Penerapan behavioral rehearsal ini dalam bentuk konseling kelompok. Konseling sebagai sebuah profesi yang sifatnya membantu (heping profession), sebagai sebuah helping professional, konseling dilakukan dengan berbagai prosedur, salah satunya melalui prosedur kelompok (Kurnanto, 2013). Konseling kelompok dapat memberikan individu berbagai pengalaman kelompok yang membantu mereka belajar secara efektif, mengembangkan toleransi terhadap stres dan kecemasan, dan menemukan kepuasan dalam bekerja dan hidup bersama orang lain.


Kesimpulan menurut saya, Strategi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah yang mengatasi masalah kecemasan sosial adalah dengan melakukan latihan dalam bentuk gelati perilaku, dimana peristiwa yang terjadi dalam kehidupan dimainkan atau diperankan oleh klien bersama konselor sebagai upaya mengatasi kecemasan sosial.



DAFTAR PUSTAKA 
Corey, G. (2012). The Theory and practise of group counseling. 8rd ed. Pacific Grove, California: Books/Cole 

Elford, Brandle T. (2016). 40 teknik yang harus diketahui setiap konselor (edisi kedua) Pustaka Pelajar. Yogyakarta 

Grecal, A. M. La, & Lopezl, N. (1998). Social Anxiety AInong Adolescents : Linkages with Peer Relations and Friendships. Journal of Abnonnal Child Psycholog, 26(2), 83–94

.Tirto Jiwo. (2012). Social Anxiety Disorder ( Social Fobia ), pp. 1–12.

0 comments:

Post a Comment