17.3.18

ARTIKEL KE-6: BECAK LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN DAN ANTIPOLUSI



ARTIKEL KE-6: BECAK LISTRIK RAMAH LINGKUNGAN DAN ANTIPOLUSI


NAMA: I R W A N T O
 NIM. 16.310.410.1125)

Fakultas Psikologi
Universitas Proklamasi 45 Yogyakarta

MATA KULIAH: PSIKOLOGI LINGKUNGAN

Kendaraan tradisional beroda tiga ini memang sudah menjadi ikon di Yogyakarta. Mengandalkan tenaga kayuh manusia becak menjadi kegemaran masyarakat sebelum ada kendaraan bermesin. Bahkan kini untuk menjangkau lokasi-lokasi wisata di Kota Yogyakarta becak masih sangat digemari wisatawan. Belakangan muncul sebuah inovasi dengan menggabungkan becak dan mesin motor, bernama becak motor (bentor) yang keberadaannya justru banyak menimbulkan permasalahan baru mulai dari keamanan hingga peningkatan polusi udara.
Sementara itu menurut salah satu pengemudi becak listrik yang mengkal di daerah Malioboro, Sadi inovasi becak listrik yang ramah lingkungan ini justru banyak menarik perhatian dari banyak wisatawan. Meski awalnya para wisatawan juga banyak ragu lantaran segi keamanannya, para tukang becak dengan sabar menjelaskan bahwa becak listrik ramah lingkungan tersebut dilengkapi sistem keamanan dengan rem ganda yakni rem manual atau rem tangan juga dengan rem tromol pada roda belakang becak.
Menyewa dengan tarik Rp. 50-70 ribu tiap unitnya kepada pihak SMK Piri 1 Yogyakarta, sebanyak 10 tukang becak di kawasan malioboro sangat merasa terbantu. Meski demikian lantaran menggunakan sistem kelistrikan, tak ayal para tukang becak juga pernah mengalami permasalahan yakni terjadinya sistem kortleting listrik saat cuaca hujan. Ya memang kalau hujan perlu hati-hati karena kan banyak sistem kelistrikannya. Pernah juga korslet namun bisa diperbaiki, sekarang untuk mengantisipasi kami pasangi pengaman dengan selang plastik atau tripleks pada sistem kelistrikannya, kata Sadi.     
                  
Sumber: Kedaulatan Rakyat. Tanggal 9 Februari 2018. Becak listrik ramah lingkungan dan antipolusi. Halaman 1.


0 comments:

Post a Comment