17.3.18

AKSIOLOGI MASALAH NILAI


AKSIOLOGI MASALAH NILAI


Oleh: Sobar Hikmah
NIM:173104101172
Psikologi Umumu 2
           
Masalah”baik”dan masalah”nilai”.Dalam pembahasan disini kata baik mempunyai arti yang berbeda-beda,contohnya saat seseorang membeli kursi dengan pembayaran lebih rendah dari harga kursi yang sebenarnya maka pembelian yang baik mempunyai maksud nilai uang yang dibayarkan lebih rendah dibandingkan dengan nilai barang yang dibeli.Nampak disini ada suatu hubungan tertentu antara pengertian BAIK dan pengertian NILAI.
        Nilai kesusilaan disini orang yang baik ialah orang yang mempunyai peri kehidupan yang bernilai ditinjau dari sudut pandang kesusilaan,yang artinya peri kehidupan orang tersebut patut dihargai ditinjau dari segi kesusilaan ,seperti halnya pisau yang baik patut dihargai untuk mengiris sesuatu,pembelian yang baik patut dihargai dari sisi ekonomi.
        Filsafat nilai,Aksiologi adalah ilmu pengetahuan yang menyelidiki hakikat nilai ,yang umumnya ditinjau dari sudut pandang kefilsafatan .Aksiologi juga menyelidiki pernyatan”nilai”merupakan pengertian yang lebih luas lingkupnya dari yang”baik”dan pengertian tersebut menyangkup perangkap hal yang disetujui dengan yang tiak disetujui.
       Nilai merupakan kualitas,kualitas ialah suatu yang dapat disebutkan dari suatu sobyaek ,dengan kata lain kualitas ialah suatu segi dari barang suatu yang merupakan bagian dari barang tersebut dan dpt membantu melukiskannya dan dapat dipake suatu kata sifat.Sedangkan nilai sebagai obyek,yang menyangkut sikap:sikap setuju atau menentang,sikap tidak hakiki,sikap dari segenap nilai.
       Nilai sebagai esensi,nilai tidak bereksistensi namun ada dalam kenyataan nilai-nilai dapat dikatakan mendasari barang sesuatu yang bersifat tetap.Jika orang mengatakan “perdamaian merupakan sesuatu yang bernilai”maka ia memahami bahwa didalam hakikat perdamaian itu terdapat nialai yang mendasarinya.
       Esensi bukan merupakan kualitas,karena tidak dapat ditangkap secara inderawi yang berarti memahami nilai tidk dapat dilakukan sebagaimana kita memahami warna.Dan sesungguhnya niali-nilai dipahami secara langsung melalui apa yang dinamakan”indra nialai”.Pengetahuan mengenai nilai bersifat a proiri yang mempunyai pengertian tidak bergantung pada pengalaman yang biasa,tetapi diketahui secara langsung baik orang dapat menangkap atau tidak dapat menangkap .(Hartman)”nilai bukanlah merupakan kualitas melainkan merupakan esensi”.

Daftar Pustaka :
Katsoff,Louiss.(1996).Pengantar Filsafat.Yogyakarta:Tiara Wacana.

0 comments:

Post a Comment