15.1.18

Resensi "Membangun Perilaku Inovatif"

Nama dan NIM           : Ana Istiqomah (163104101126)
Judul Artikel                : Membangun Perilaku Inovatif
Nama Penulis             : Anjar Priyono, Ph.D.
Nama Penerbit            : Kedaulatan Rakyat
Tanggal Terbit             : 15 September 2017



Membangun perilaku inovatif tidak cukup dilakukan dengan sekedar menempel poster dengan jargon-jargon hebat, lalu akan menuai hasilnya. Inovasi perlu tindakan nyata. Metode yang ampuh untuk membangun budaya inovasi adalah melalui tindakan langsung. Seperti yang diterapkan oleh CEO Xilinx, sebuah perusahaan global yang bergerak dalam industri semikonduktor. Beliau menjelaskan bahwa sebagai perusahaan yang berbasis teknologi, kemungkinan untuk mengalami kegagalan dalam proyek sanagtlah besar. Jika yang dihargai hanya yang berhasil saja, maka tidak akan ada yang bersedia untuk gagal. Jika ini terjadi, maka proyek-proyek inovatif tidak akan ada yang mengerjakan. Padahal proyek-proyek inovatif biasanya resiko gagalnya tinggi. Saya berani menghargai kegagalan, dan dengan setulus hati saya percaya bahwa orang akan selalu belajar dari kegagalan. Karenanya, kegagalan adalah hal yang terbaik dalam membangun budaya inovatif.
Hal yang menarik dalam artikel ini adalah bagian pemaparan sang CEO Xilinx mengenai bagaimana ia membangun motivasi dalam perusahaannya yang ia lakukan dengan langkah awal yakni menghargai kegagalan. Terbukti dari kesuksesan perusahaannya bahwa tindakan yang ia lakukan ini benar-benar bukan hal yang sia-sia.
Dari artikel ini kita dapat mengambil pelajaran bahwa kegagalan bukanlah suatu aib yang harus dihindari. Akan tetapi, kegagalan malah akan menciptakan ide-ide baru dan membangun perilaku inovatif sehingga kita dapat meraih sukses. Oleh sebab itu, jangan takut gagal bila kita menginginkan sebuah kesuksesan.


0 comments:

Post a Comment