25.1.18

RESENSI ARTIKEL : Mulai Hidup “Hijau” dari Dapur

Mulai Hidup “Hijau” dari Dapur


Deliana Vicria Nurachyani
153104101096




            Merubah diri untuk menjadi kreatif merupakan sosok orang yang mampu melawan ketakutan akan perubahan, bersedia untuk berubah,sekaligus memiliki rasa ingin tahu yang besar serta  mempunyai ide baru untuk lebih menggembangkan diri menjadi pribadi yang kreatif dan positif yang nantinya bisa berguna di kemudian hari.
            Sebagai contoh dalam artikel ini, berawal dari kepedulian lingkungan di mulai dari rumah bisa membuat sedikit perubahan kecil contohnya ada di dapur.
Mengapa di dapur? Apa yang perlu di rubah untuk dapur?

            Tahukah bahwa setiap dapur di rumah dapat menambah beban lingkungan? Baik saat kita berbelanja hingga selesai memasak. Namun dalam artikel ini disebutkan langkah bijak yang bisa dilakukan untuk membuat dapur lebih ramah lingkungan dan efisien dalam konsumsi energi:
1.    Cucilah piring dan peralatan dengan “jalan hijau”. Bila memungkinkan gunkan mesin cuci piring karena bisa menghemat sekitr 37% air,dibandingkan dengan mencuci menggunakan tangan. Namun jika tetap menggunakan cara tradisional, selalu ingat untuk mematikan kran air saat tidak dipergunakan telah terisi penuh.
2.    Memasaklah dengan cermat. Pilih alat masak sesuai kebutuhan keluarga. Hindari penggunaan alat-alat masak berukuran besar bila Anda memiliki keluarga kecil. Artinya, bila memasak porsi kecil tak perlu menggunakan perlengkapan yang besarkarena cenderung boros energy.
3.    Pergunakan lemari es dengan tepat. Buang kebiasaan berlama-lama membuka pintu lemari es,Karena boros energi. Selain harus serasi dengan dekorasi dapur, juga perlu menyesuaikan pemilihan lemari es dengan kebutuhan Anda.
4.    Selalu bawa kantong sendiri saat sedang berbelanja. Jangan sia-siakan kantong plastik atau kertas yang ditawarkan oleh penjual di pasar ataupun supermarket. Selalu ingat untuk membeli bahan-bahan berukuran besar atau pembungkus minimal agar sampah yang Anda buang bisa berkurang. Jangan buang pembungkus tersebut, melainkan di recyle atau diperguakan kembali.
5.    Selalu pertahankan prinsip mendaur ulang pada perlengkapan.,sampah, maupun benda-benda di dapur yang bisa didaur ulang.
6.    Rencanakan dengan cermat segala keperluan belanja. Ciptakn kondisi dapur yng memiliki penyimpanan baik, sehingga tidak perlu melakukan pembelanjaan mendadak, yang boros waktu dan energy. Batasi juga konsumsi daging merah yang berasal dari peternakan yang berkontribusi. Bila Anda tetap ingin mengonsumsi daging, buatlah masakan yang mengolah daging tersebut menjadi aksesori atau bahan tambahan dan bukan bahan utama.
Maka, siap memiliki dapur yang lebih “hijau’’? Mulailah dari sekarang.

Sumber Tulisan :

RAN. (2011). Mulai Hidup “Hijau” dari Dapur. Kompas. 4 Maret 2011

0 comments:

Post a Comment