25.1.18

RESENSI ARTIKEL : Dari Tas Kamera, Manca Mendunia

Dari Tas Kamera, Manca Mendunia

Deliana Vicria Nurachyani
153104101096


            Setiap kali akan memulai suatu usaha pasti banyak pertanyaan yang muncul. Mulai dari usaha apa, harus modal berapa, hingga bagaimana pelaksaannya. Beberapa perintis usaha sering kali bertanya-tanya mengenai modal yang dibutuhkan. Tidak harus dengan modal besar saat Anda akan membuka sebuah usaha. Kiat sukses wirausaha dengan modal seadanya lebih mengutamakan kreativitas usaha agar dapat mengoptimalkan modal yang ada. Seorang wirausaha membutuhkan kemampuan berpikir yang kreatif dan inovatif untuk dapat menciptakan bisnis yang berbeda dan menarik. Saat membuka wirausaha sendiri tentu membutuhkan keberanian untuk menentukan sebuah keputusan mengenai usahanya. Jangan takut kegagalan saat akan memutuskan untuk menjadi wirausaha.
            Sebagai contoh dari artikel ini, bisnis
tas kamera ini meupakan potret jeli merebut peluang yang sedang berkembang saat ini. Era digital menjadi berkah tersendiri, ditandai banyaknya anak yang masih remaja yang sudah punya kamera digital berkualitas.
            Manca merupakan seorang pria lulus SMA tahun 1990, yang awalnya menekuni dunia outdoor dengan menyediakan peralatan olahraga alam terbuka yang awalnya Manca hanya bermodalkan dana Rp 500.000 dengan menjual secara door to door  kepada teman-teman yang suka naik gunung selama dua tahun hingga ia bisa membuka toko untuk barang-barang kebutuhan peralatan outdoornya. Namun makin lama ia bosan dan ia mencoba berkreasi dengan membuat tas kamera yang didasarkan pada pesanan teman-teman dekat yang ia lakoni hingga tahun 2000. Manca sendiri hobi memotret, dari situ ia banyak kenalan teman-teman fotografer dan sering mendengar keluhan mahalnya harga tas kamera. Manca sendiri merasakan susahnya membawa kamera jika tak ditunjang dengan tas yang memadai. Lalu Manca membuat tas kamera sendiri dan kata teman-temannya tas yang ia buat sangat bagus.

            Bisnis juga tak selalu mulus. Manca sempat terpuruk tahun 2003 saat harga bahan baku tinggi dan ia berusaha bertahan terus dengan mencari pekerjaan selain membuat tas kamera. Ia pernah merasakan sakitnya dikhianati teman yang menjadi karyawannya. Kepercayaan yang ia berikan disalahgunkan. Uang hasil order pembuatan tas ditilap oleh teman yang pernah ia tolong. Namun manca tetap bertanggungjawab menyelesaikan order klien dan tetap fokus ke depan.
            Tas kamera buatan Manca dengan brand Artek-nya menjadi laku karena kompetitif dari segi harga jika dibandingkan dengan tas kamera impr. Selain itu, penggunaan professional juga merasa puas karena bisa mendapatkan kamera sesuai dengan desain yang diinginkan. Manca memngiklankan bisnis tersebut bermula dari mulut ke mulut hingga lewat faceboook dengan saling percaya. Karena itu, tidak mengherankan jika sebagian besar pelanggan Mamnca adalah mereka yang terlebih dahulu mencari informasi soal tas kamera di internet. Pemasaran dari mulut ke mulut menjalar juga di internet, membentuk viral marketing yang dampaknya tak disadari oleh banyak orang, termasuk oleh Manca sendiri.



Sumber Tulisan :

Sodikin, Amir dan Eddy Hasby. (2011). Dari Tas Kamera, Manca Mendunia. Kompas. 3  Maret 2011

0 comments:

Post a Comment