11.1.18

MEMAHAMI GLEMBUK PILKADA

Tugas metopen
Fatkhul aziz
16.310.410.1141
Fakultas psikologi
Universitas proklamasi 45 yogyakarta
MEMAHAMI GLEMBUK PILKADA

Sebentar lagi akan datang tahun baru 2018 dimana tahun yang sangat menengangkan bagi warga jawa tengah tahun yang penuh sensistif karena akan ada pemilihan kepala daerah dan pemilihan gubernur. Grengseng sudah mulai terasa di berbagai daerah dengan adanya kunjungan berlabel  silaturahim pada tokoh masyarakat dan tokoh agama dari tokoh nasional hingga tokoh kampung untuk mencari simpati pada masyarakat.
Apa yang dilakukan para tokoh tersebut dalam bahasa jawa sebagai GLEMBUK yaitu membujuk supaya  masyarakat  umum dan lawan terpikat. Dengan cara menyampaikan  kebaikan  yang akan di capai bila kelak memimpin . contoh  memberi iming – iming jaminan kesehatan , pendidikan,  dan lain - lain. Dengan sasaran memgang para tokoh berpengaruh  di masyarakat  agar menglembuk para masyarakatnya untuk memilih  kandidat itu.
Dalam melancarkan glembuk dengan memberi bantuan , sebab glembuk bantuan di nilai tidak merendah kan martabat yang mengesankan adanya jual beli suara.
SISI POSITIF
Para kandidat melakukan GLEMBUK melalaui berupa bantuan akan meringankan   beban kebutuhan masyarakat di zaman yang serba sulit.
SISI NEGATIF
 Dengan adanya GLEMBUK akan mencoreng demokrasi karena  dalam melakukan GLEMBUK pasti akan menjelek – jelekan pasangan lain. Dan juga demokrasi akan tergadaikan karena suara dapat diperjual belikan.
KESIMPULAN
Dari urian diatas dapat disimpulkan  bahwa metode GLEMBUK  yang dilakukan oleh para kandidat  lebih banyak merugikan di banding menguntungkan bagi masyarakat, karena  suara demokrasi akan tergadaikan dengan  segelintir bantuan. Dan apabila sudah jadi pasti akan minta kembali  uang yang dikeluarkan melalui kebijakan – kebijakan anggaran.
Oleh karena itu masyarakat harus cerdas menanggapi strategi glembuk, jangan sampai glembuk merusak kedamaian , persatuan dan kesatuan, persaudaraan yang sudah terjalin baik .
SUMBER

Opini harian kedaulatan rakyat oleh arif zaini arrosyid, hari selasa, 12 Desember 2017.

0 comments:

Post a Comment