15.1.18

Masyarakat di minta mengenali potensi konflik sejak dini


Masyarakat di minta mengenali potensi konflik sejak dini

Nama: Nurul widiastoni
 NIM: 163104101152
FAKULTAS PSIKOLOGI UP 45 YOGYAKARTA
dibaca normal 1 menit



Keaktifan warga harus di imbangi keaktifan aparatur. Setelah menerima informasi aparatur harus segera menindaklanjuti agar permasalahan selesai di tingkat desa/kelurahan.  Untuk mencegah konflik soaial masyarakat di haruskan mampu mengenali dan menginformasika setiap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar bisa ceoat di tangani. Hal ini untuk mencegah terjadinya konflik sosial.
Di dalam Sarasehan yang diinisiasi Kesbangpol (Kesatuan Bangsa Politik) Wonogiri dengan tema PENANGGANAN KONFLIK SOSIAL, menurut Kabagops Polres Wonogiri peran warga sangat vital dalam pencegahan konflik sosial. Warga tidak boleh apatis, tetapi harus aktif menginformasikan sekecil apapun potensi konflik yang terjadi kepada aparatur setempat, seperti pihak rukun tetangga (RT), rukun warga (RW), pamong desa, Bhayangkara Pembina Keamanan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Polri, atau Bintara Pembina Desa (Babinsa) TNI.
Menurut Prof Warto menyoroti prilaku generasi sekarang ini yang dinilainya belum mencerminkan nilai-nilai pancasila. Budaya yamh terbangun saat ini adalah budaya gengsi atau tak bangga dengan indonesia. Contoh kecil, masyrakat lebih bangga mengonsumsi atau mengunakan produk yang berbau luar negeri. Padahal, produk dalam negeri lebih murah dan praktis.
Komentar artikel :
Artikel sangat bagus sekali, bahasanya mudah di pahami. Penulis sangat pandai sekali didalam melaporkan sebuah berita menjadi bacaan yang enak dibaca. Menurut saya  acara sarasehan menjadi kekuatan pokok dalam menyampaikan atau mendiskusikan sesuatu yang penting agar semua orang paham dan mengerti. Artikel ini mendorong masyarakat untuk melaporkan apapun yang bisa memicu konflik. Kadang-kadang masyarakat enggan atau bahkan takut untuk melaporkan kejadian-kejadian yang meresahkan masyarakat. Mereka berdalih cuek atau takut berurusan dengan polisi. Takut menjadi saksi karena bisa mengancam jiwanya. Harapanya semoga masyarakat menjadi berani dan tidak apatis, dan juga pihak berwajib lebih tanggap dalam menindaklanjuti laporan warga.

Sumber : Hartono, Rudi. 30 November 2017. Masyarakat di minta mengenali potensi konflik sejak dini. Solopos. Hal 04

0 comments:

Post a Comment