5.12.17

Psikologi Kognitif



Psikologi Kognitif
I R W A N T O
NIM. 163104101125

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

1.        Sejarah Perkembangan Pemikiran
Psikologi kognitif didefinisikan sebagai studi tentang kognisi, proses-proses mental yang mendasari perilaku manusia, yang meliputi berbagai subdisiplin termasuk memori, persepsi,, dan penyelesaian masalah. Psikologi kognitif telah berkembang melalui beberapa fase dalam sejarah singkatnya.Sejak penelitian tentang introspeksi oleh Ebbinghaus di akhir abad 19, psikologi kognitif berkembang memasuki pengkondisian klasik, bersama Thorndike dan kemudian beralih ke behavorisme Pavlov, Watson, dan Skinner. Pada awalnya, paradigma kognitif menjadi terkenal melalui buku Perception and Communication karya Donal Broadbent pada tahun 1958, kendati perkembangan-perkembangan lain seperti teori bahasa Chomsky (1956) danpenuntas masalah umum dari Newell dan Simon (1958) menjadi awal revolusi kognitif. Istilah “psikologi kognitif” pertama kali digunakan secara umum ketika buku Cognitive Psychology karya Ulrich Neisser dipublikasikan pada tahun 1967.
Psikologi kognitif merupakan salah satu ilmu dalam psikologi yang berupaya memahami berbagai bentuk instrument observasi empiric sistematis manusia yang selanjutnya dikontribusikan menjadi serangkaian teori  dan dalam psikologi kognitif membahas persespsi terhadap informasi, pemahaman, alur pikiran dan proses pemecahan masalah (Robert; 2008 dalam Jurnal Maria Elena Puspasari, 2014).
Proses kognitif adalah perubahan dalam pemikiran, kecerdasan, dan bahasa anak. Proses perkembangan kognitif memampukan anak untuk mengingat puisi, membayangkan bagaimana cara memecahkan soal matematika, menyusun strategi kreatif, atau menghubugnkan kalimat menjadi pembicaraan yang bermakna. (Santrock: 41). Revolusi kognitif berkembang lebih lanjut pada tahun 1970-an, ditandai dengan fokus pendekatan komputasional yang dipelopori karya David Marr.Subjek ilmu ini berkembang pesat dengan mencakup fungsi-fungsi kognitif lebih tinggi yang tidak banyak diteliti pada masa itu.Konsep “struktur mental” kemudian digunakan secara luas dan hubugnan dengan fisiologi dan ilmu komputer mulai terbentuk.Sejak revolusi kognitif, psikologi kognitif didominasi oleh model pemrosesan informasi yang memandang pikiran sebagai sistem pemrosesan simbolik berkapasitas terbatsa yang memiliki fungsi umum.Tujuan psikologi kognitif adalah mengetahui bagaimana otak memanipulasi data.Secara khusus, fokusnya terletak pada bagaimana memahami struktur-struktur yang terlibat dalam kognisi, seperti penyaringan, leksikon dan penyimpangan, dan proses-proses yang bekerja pada data kognitif, termasuk pengodean, hambatan dan lupa. (jonathan ling: 2)  
Pengkajian mengenai  aktivitas mental kembali menjadi buah bibir. Ketika pembatasan behaviorisme telah diterima secara luas, peneliti bersikap terbuka terhadap pendekatan lain tetapi kecaman terhadap behavorisme tidak terlalu berdampak besar jika bukan karena adanya perubahan teknologi yang menghasilkan cara baru dalam memandang aktivitas mental. Revolusi kognitif berkembang ketika peneliti mengembangkan metode baru untuk menguji perkiraan dari model komputasi yang sering menjelaskan urutan aktivitas mental utama yang terjadi.Metode-metode ini merupakan bagian penting dalam revolusi kogntif karena metode ini membuat aktivitas mental dapat dipelajari secaralebih objektif daripada introspeksi dan dengan demikian, membantu banyak peneliti untuk bergerak lebih jauh di luar behaviorisme tanpa melepaskan keinginan untuk memperoleh bukti empirik yaitu berupa temuan fakta baru melalui observasi yang sistematis. (Edward : 7)
Perkembangan kognitif dapat dipandang sebagai suatu perubahan dari suatu keadaan seimbang ke dalam keseimbangan baru.Setiap tahap perkembangan kognitif mempunyai bentuk keseimbangan tertentu sebagai fungsi dari kemampuan memecahkan masalah pada tahap itu. Ini berarti penyeimbangan memungkinkan terjadinya transformasi dari bentuk penalaran sederhana ke bentuk penalaran sederhana ke bentuk penalaran yang lebih komplek sampai mencapai keadaan terakhir yang diwujudkan dengan kematangan berpikir orang dewasa.(Sumanto: 68)

2.        Tokoh-Tokoh Psikologi Kognitif
1)        Jean Piaget (1896-1980)
Jean piaget merupakan tokoh psikologi kognitif berkebangsaan Swiss. Piaget disebut sebagai bapak psikologi kognitif, dengan teorinya “perkembangan kognitif” yang memandang bahwa kemampuan berpikir (proses mental) seseorang itu melalui perubahan-perubahan yang sedikit demi sedikit dan berurutan mulai dari sederhana hingga menjadi semakin kompleks. (sumanto:  235)
Piaget meneliti dan menulis subjek perkembangan kognitif dari 1929 sampai 1980. Tidak seperti ahli-ahli psikologi sebelumnya, Piaget menyatakan cara berfikir anak-anak berbeda bukan hanya krang matang dibandingkan orang dewasa karena kalah pengetahuan, tetapi juga berbeda secara kualitatif. (matt jarvis: 141). Jean piaget mengadopsi perpektif yang unik sekaligus sangat berpengaruh. Ia menetapkan bahwa intelektualitas, sebagaimana fungsi-fungsi biologis, adalah hasil dari adaptasi evolusioner (evoutionary adaptation), dengan demikian maka jalan terbaik untuk memahami sifat dasar pikiran orang dewasa adalah melalui sudut pandang biologis dan evolusioner, melalui penelitian terhadap aktivitas mental sejak lahir, serta observasi terhadap perkembangan dan perubahannya sebagai upaya proses adaptasi terhadap lingkungan. (robert solso: 365)
Perhatian utama Piaget terletak pada perkembangan dan pendidikan anak-anak.Sebab, pada diri anak-anak nasib duniakelak dipertaruhkan.Pemikiran Piaget telah memberi pengaruh kuat pada banyak bidang, termasuk psikologi perkembanngan, pendidikan dan moralitas, studi kognisi dan sejarah pemikiran, teori evolusi, filsafat primatologi, serta kecerdasan buatan. (Eka Nova Irawan: hal 145-146)

2)   Lev Vygotsky (1896-1934)
Lev vygotsky dilahirkan di kota Orsha. Talenta Vygotsky tidak terbatas pada bidang psikologi, tetapi juga mencakup filsafat (ia memuat karya klasik tentang Marx dan Hegel, dan bukunya tentang Spinozza masih diterbitkan, kritik seni,  penelitian di bidang karya sastra, hukum dan pengobatan. Sekalipun Vygotsky dan Piaget (yang adalah pelopor psikologi perkembangan abad ini) hidup sezaman dan sama-sama tinggaldi Eropa, mereka tidak pernah bertemu.Mereka pun tidak saling tahu mengenai karya masing-masing.Tetapi Vygotsky lebih dahulu mengenal Piaget daripada Piaget mengenal Vygotsky.        (Robert Solso: )
Menurut Vygotsky, menggunakan pendekatan development berarti memahami fungsi kognitif anak dnegan memeriksa asal usulnya dan transformasinya dari bentuk awal ke bentuk selanjutnya. Jadi tindakan mental tertentu seperti menggunakan “ucapan batin’ (inner speech) tidak bisa dilihat dnegan tepat secara sendiri tetapi harus dievaluasi sebagai satu langkah dalam proses perkembangan bertahap. (Santrock: 60)

3      Konsep Manusia Dalam Teori
Adapun beberapa prinsip-prinsip umum yang Piaget kemukakan terkait perkembangan kognitif manusia:
a.      Organisasi (organization), yakni mengacu pada sifat dasar struktur mental yang digunakan untuk mengeksplorasi dan memahami dunia.  (Robert L solso: 365). Arau bisa dikatakan bahwa organisasi adalah sistem pengetahuan (integrasi dari pengetahuan-pengetahuan parsial menjadi universal) atau cara berfikir disertai pencitraan realitas yang semakin akurat.
b.      Adaptasi (adaptation), adalah cara anak memperlakukan informasi baru dengan mempertimbangkan hal-hal yang telah mereka ketahui. Adaptasi mencakup dua proses, yaitu asimilasi (assimilation) dan akomodasi (accomodation). (eka nova irawan: 148). Asimilasi adalah proses perolehan informasi dari luar dan pengamilasiannya dnegan pengetahuan dengan pengetahuan dan perilaku kita sebelumnya. Sedangkan akomodasi adalah proses perubahan (adaptasi) skema lama untuk memproses informasi dan objek-objek baru di lingkungannya. (robert solso: 365)
Dalam tiap-tiap tahapan, terdapat subjek skema untuk tujuan akomodasi.Perubahan muncul dalam fase-fase tersebut sepanjang tingkata yang bersangkutan.
Tahap 1 : Periode sensomotor (sejak kelahiran hingga usia 2 tahun), dicirikan dengan fase interkoordinasi progresif dari skema menjadi lebih kompleks dan terintegrasi.
Tahap2 : Periode pra-operasional (usia 2-7 tahun), perilaku anak berubah dari dependensi tindakan menuju pemanfaatan representatif mental dalam tindakan-tindakannya, atau yang biasa disebut berfikir.
Tahap3 : Periode operasional konkret (usia 7-11 tahun), adalah tahap penyempurnaan tiga ranah penting dalam pertumbuhan intelektual, yaitu: konservasi, klasifikasi, dan transitivitas.
Tahap4 : Periodeoperasional-formal (masa remaja dan dewasa), ditandai dnegan kemampuan anak untuk memformulasikan hipotesis dan mengujinya terhadap realitas. (robert solso: 366-369)

Adapun tahapan-tahapan perkembangan menurut Vygotsky:
Perbedaan kedua antara teori Vygotsky dan Piaget adalah pada sifat dasar dan fungsi wicara. Menurut Vygotsky, pikiran anak secara alamiah dan inheren bersifat sosial, da egocentric speech sesungguhnya bersifat sosial, baik dari asal mulanya, maupun dalam tujuannya. Artinya, anak mempelajari egocentric speech dari orang lain dan menggunakannya untuk berkomunikasi dengan orang lain. Perkembangan wicara yangberkaitan dnegan perkembangan pikiran anak berlangsung mengikuti proses yang ada.  Pertama dan yang terpenting, tujun utama berbicara adalah komunikasi yang didorong oleh kebutuhan dasar kita untuk  melakukan kontak sosial. Bentuk-bentuk bicara yang awal menurut Vygotsky secara esensial bersifat sosial.Bicara menjadi “egosentrik” ketika anak “mentransfer bentuk kolaborasi sosial perilaku untuk melapisi pribadi bagian dalam dan fungsi-fungsi fisik”.Perkembangan pemikiran tidak berasal dari individu ke masyarakat, melainkan dari masyarakat ke individu”. Vygotsky mengamati cara anak memilah-milah obbjek seperti memilih balok yang berbeda ukuran, warna dan bentuk. Anak yang lebih besar, usia 7 tahun keatas tampaknya memilih kriteria tertentu, misalnya warna. Anak yang lebih kecil, di bawah usia 7 tahun, menggunakan konsep berantai. Vygotsky menunjukkan bahwa klasifikasi berubah mengikuti proses seleksi. Anak usia pra sekolah tampaknya cenderung lebih mengorganisasikan objek secara tematik daripada taksonomi. Vygotsky berfikir bahwa anak melalui tiga tahapan dalam perkembangan konseptual, yaitu:
                         i.          Pembentukan konsep tematik, di mana hubungan antar objek dinilai penting
                       ii.          Pembentukan konsep berantai
                     iii.          Pembentukan konsep abstrak menyerupai pembentukan konsep pada orang dewasa
Menurut Vygotsky, bahasa adalah kesatuan antara pembicaraan di luar yang didengar anak dan pembicaraan di dalam pikirannya. Hal ini  membawa kita pada kesimpulan logis bahwa keberadaan pikiran tergantung bahasa. Prinsip dasar psikologi Vygotsky adalah bhawa pikiran dan bahasa memiliki akar genetic yang berbeda, sehingga tingkat perkembangan keduanyapun berbeda pula. (Robert Solso: 3372-374)
Vygotsky percaya bahwa bahasa dan pikiran pada mulanya berkembang sendiri-sendiri lalu kemudian bergabung.Dia mengatakan bahwa semua fungsi mental punya asal usul eksternal atau sosial. Anak-anak harus menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan orang lain sebelum mereka bsia fokus ke dalam pemikirannya sendiri. Anak-anak juga harus berkomunikasi ke luar dan menggunakan bahasa selama periode yang agak lama sebelum transisi dari pembicaraan eksternal ke pembicaraan batik (internal) terjadi. (Santrock: 63)

KESIMPULAN
Psikologi kognitif didominasi oleh model pemrosesan informasi yang memandang pikiran sebagai sistem pemrosesan simbolik berkapasitas terbatsa yang memiliki fungsi umum.Tujuan psikologi kognitif adalah mengetahui bagaimana otak memanipulasi data. Secara khusus, fokusnya terletak pada bagaimana memahami struktur-struktur yang terlibat dalam kognisi, seperti penyaringan, leksikon dan penyimpangan, dan proses-proses yang bekerja pada data kognitif, termasuk pengodean, hambatan dan lupa

Daftar Pustaka
Boeree, C. George. (2016). Personality Theories: Melacak Kepribadian Anda Bersama Psikolog Dunia. Jogyakarta: prismasophie.
Dye, Lacretia, dkk (2017). Beyond Social Justice For The African American Learner: A Contextual Humanistic Perspecktive For School Counselors,Journal of ISAAC, Volume 6, Issue 1.
Elana Puspasari, Maria (2014). Psikologi Kognitif Dalam Proses Kreatif,  Jurnal UMN, Vol V, No. 01
Hall, Calvin S dan Lindzey, Gardner. (2015). Psikologi kepribadian: Teori-Teori Holistik. Yogyakarta: KANISIUS.
Irawan, Eka Nova. (2015). Buku Pintar Pemikiran Tokoh-Tokoh Psikologi Dari Klasik Sampai Modern. Yogyakarta: IRCiSoD.
Ling, Jonathan & Catling, Jonathan.(2012). Psikologi Kognitif. Jakarta: Penerbit Erlangga.
P.Schultz, Duane Dan Ellen Schulyz, Sydney.(2013). Sejarah Psikologi Modern. Bandung: Nusa Media
Santrock, John W. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Smith, Edward E &Kosslyn, Stephen M. (2014).Psikologi Kognitif; Pikiran Dan Otak. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Solso, Robert L., Dkk. (2008). Psikologi Kognitif. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sumanto.(2014). Psikologi Umum.Yogyakarta.CAPS.
Wilcox, Lynn. (2013). Psikologi Kepribadian: Analisis Seluk Beluk Kepribadian Manusia. Jogyakarta: IRCiSoD.

0 comments:

Post a Comment