21.12.17

Psikologi Berbagi #3



DAMAI PARA LANSIA, DI KASIH NATAL BERSAMA FAKULTAS PSIKOLOGI UP’45

Ningnurani, Fak : Psikologi '16, UP 45 Yogyakarta


                Proses menua atau aging adalah suatu proses alami pada semua mahkluk hidup. Laslett ( Caselli dan Lopez, 1996 ) menyatkan bahwa menjadi tua ( aging ) merupakan proses perubahan biologis secara terus menerus yang dialami manusia pada semua tingkatan umur dan waktu, sedangkan usia lanjut ( old age ) adalah istilah untuk tahap akhir dari proses penuaan tersebut. ( Siti Partini : 2010 )
            Usia lanjut sebagai tahap akhir siklus kehidupan merupakan tahap perkembangan normal  yang  akan  dialami  oleh  setiap  individu  dan  merupakan  kenyataan  yang  tidak dapat dihindari. Batasan lanjut usia (lansia) dapat ditinjau dari aspek biologi, sosial, dan usia atau batasan usia.( Notoatmojo : 2007 )
Berdasarkan tingkat keaktifannya, lansia dibagi menjadi tiga kategori yaitu: go go's yang bersifat aktif bergerak tanpa bantuan orang lain, slow go's yang bersifat semi aktif, dan no go's yang memiliki cacat fisik dan sangat tergantung pada pada orang lain. (Mead, Margaret : 1956 )
Masalah psikologis yang dihadapi usia lanjut pada umumnya meliputi : kesepian , terasing dari lingkungan, ketidakberdayaan, perasaan tidak berguna, kurang percaya diri, ketergantungan, keterlantaran terutama bagi usia lanjut yang miskin, post power syndrome dan sebagainya. Kehilangan perhatian dan dukungan dari lingkungan sosial biasanya berkaitan dengan hilangnya jabatan atau kedudukan, dan dapat menimbulkan konflik atau keguncangan. Berbagai persoalan tersebut bersumber dari menurunnya fungsi – fungsi fisik dan psikis sebagai akibat proses penuaan. Aspek psikologi merupakan faktor penting dalam kehidupan usia lanjut, bahkan sering lebih menonjol daripada aspek lainnya dalam kehidupan seorang usia lanjut.
            Kebutuhan psikologis merupakan kebutuhan akan rasa aman , kebutuhan akan rasa memiliki dan dimiliki serta akan rasa kasih sayang. Kebutuhan akan rasa aman meliputi kebutuhan keselamatan, seperti keamanan, kemantapan, ketergantungan, perlindungan , bebas dari rasa takut, kecemasan, kekalutan, ketertiban, dan sebagainya, yang intinya terbebas dari rasa takut.
            Untuk memenuhi kebutuhan kasih sayang, dan kepedulian, sebagai mahasiswa psikologi dan implementasi kerukunan kehidupan beragama,  cara berbagi kasih dengan memberikan senam lansia, senam otak, permainan mengasah memori dan melakukan kegiatan menghias pohon natal, kami laksanakan  sebagai upaya pemenuhan hal tersebut terhadap para lansia di panti wreda Pandan Pradadan,  Klitren,  Yogyakarta. 
            Tinggal dan menetap di panti wreda bukanlah sebuah hal yang mengerikan bagi lansia. Stereotip yang dibangun akan rasa tidak enak dan nyaman di panti itu tidak selamnya benar, ini bisa dibuktikan oleh para lansia yag ada di panti wreda ini. Justru dengan mereka hidup dipanti wreda, kemapuan untuk aktualisasi diri semakin tinggi. Mereka mampu mengembangkan bakat dan kemampuan yang mereka punyai. Mereka bisa hidup bersosialisasi dalam kelompok yang sama. Dan mereka mampu berkomunikasi serta tidak merasa kesepian.
            Kearifan usia lanjut dimaknai sebagai kaya akan pengalaman yang tercermin dari kemampuannya berkomunikasi secara empatik dengan orang lain, kemampuan untuk “ mendengar “ apa yang dikatakan orang lain, sabar, memandang masalah secara komprehensif, yang akhirnya memuaskan bagi semuanya.



Sumber :
Mead, Margaret.  New Lifes for Old.  p.50, Architectural Press , New York, 1956.
Notoatmojo, S., Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, Rineka Cipta, Jakarta, 2007.
Siti Partini Suardiman. Psikologi usia lanjut, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 2010


Menghias Panti