22.12.17

Menyikapi Kasus Pedofilia dengan mendekatan teori Albert Bandura

TUGAS PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2 
"Menyikapi Kasus Pedofilia dengan Pendekatan Teori Albert Bandura"
Nama : Meissy Bella Sari
Nim : 163104101143
Menyikapi kasus mengenai Pedofilia yang pernah lakukan oleh tersangka TS yang kini berusia 34 tahun, Salah satu korban yang berani buka mulut adalah AA, tetangga TS. Menurut AA, pelecehan seksual yang dilakukan TS terjadi tahun 2011 saat AA berusia 16 tahun. AA mengatakan, TS telah menyerang dirinya. TS juga dituduh melakukan pelecehan seksual kepada teman AA yang tidak mau disebutkan identitasnya. Menurut para korban, pada November 2011 mereka telah menghubungi TS melalui telepon agar pria itu meminta maaf atas perbuatannya. TS mau mengakui perbuatannya dan telah meminta maaf kepada para korban. Kedua korban sepakat tidak melanjutkan masalah itu ke ranah hukum.

Analisis saya mengenai kasus tersebut :
            Pedofillia adalah paraphilia yang melibatkan ketertarikan abnormal terhadap anak-anak. Paraphilia sendiri berarti gangguan yang dicirikan oleh dorongan seksual yang intens berulang, serta fantasi seksual yang umumnya melibatkan anak-anak.
Pada kasus diatas kekerasan seksual terhadap anak berdasarkan aspek psikologi kepribadian, pedofilia sering terjadi akibat pengalaman masa lalu. Dapat dikatakan tersangka melakukan pedofil kepada anak-anak ada kemungkinan pada masa lalunya ia pernah menjadi korban tersangka pedofilia ketika TS masih kecil. kemudian perilaku tersebut muncul kembali ketika ia telah dewasa. Secara otomatis TS akan memelakukan perilkau peniruan (modeling) berdasarkan dengan pengalaman yang telah ia rasakan.
Dari proses modeling itu membuat saya mengkaji kasus tersebut dengan menggunakan pendekatan teori kepribadian dari bandura. Albert bandura sangat terkenal dengan teori pembelajaran social (social learning) salah satu konsep dalam aliran behaviorisme yang menekankan pada komponen kognitif dari fikiran,pemahaman dan evaluasi. Teori yang menyebutkan bahwa kepribadian seseorang disebabkan oleh lingkungannya. Dari pernyataan tersebutlah saya dapat menyimpulkan bahwa tidak mungkin individu melakukan pedofil ketika ia beranjak dewasa tanpa alasan masa lalu yang pernah ia alami. Ada kemungkinan bahwa ketika masa kecil TS ia adalah korban pedofilia yang dilakukan oleh seseorang tidak bertanggung jawab. Karena sikapnya yang diam dan tidak membongkar kejadian itu membuat ia berfikir untuk melakukan hal tersebut kembali ketika ia beranjak dewasa.
Teori yang terkenal dari bandura adalah modeling, dimana seseorang akan melakukan hal yang pernah ia alami dari hal yang pernah ia amati. Hal inilah yang terjadi oleh TS ia menjadi individu yang pedofil karena ia mengamati bagaimana ketika ia menjadi korban, ia menirukan bagaimana seorang yang tidak bertanggung jawab melakukan hal tersebut padanya. Secara tidak langsung ia mempelajari dari seseorang yang tidak bertanggung jawab padanya. Bagaimana ia harus memperlakukan korbannya. Selain itu menurut pendapat bandura adanya determinisme timbal balik yang dialami TS yang menyebabkan mempengaruhi perilaku dan perilakunya mempengaruhi lingkungan.
Berdasarkan teori Bandura, perilaku TS terbentuk melalui kondisi :
Atensi : seperti yang telah saya jelaskan bahwa perilaku TS dapet terjadi dari proses mengamati, kejadian kejadian masa lalu yang membuat dia memperhatikan bagaimana seorang yang tidak bertanggungjawab memperlakukannya .
Retensi /ingatan : ada kemungkinan pelecehan seksual yang dialami oleh TS tidak terjadi sekali saja bisa saja berkali kali karena kebungkamannya. Dari peristiwa yang sering ia lakukan ia mengingat kejadian tersebut hingga ia beranjak dewasa bahkan pengalaman pelecehan seksual bisa saja ia ingat hingga akhir hayatnya.
Reproduksi perilaku : saat TS dewasa, ia mereproduksi perilaku pedofilia yang dialaminya pada masa kecil sesuai dengan perilaku model yang dia amati pada saat itu. TS melakukan tindakan kekerasan seksual terhadap tetangganya AA.
Adanya Motivasi : perilaku pedofilia yang dilakukan oleh TS didorong adanya motivasi, motivasi yang didapat dari TS, adalah kepuasaan yang ia dapatkan ketika ia menjadi korban. Dari rasa itulah ia tergugah untuk melakukan hal tersebut kembali.

Referensi :
Alwisol, Alwisol (2009) Psikologi Kepribadian Edisi Revisi. Malang: Umm Press

0 comments:

Post a Comment