10.12.17

Membandingkan Pengambilan Sampel



Membandingkan Pengambilan Sampel
I R W A N T O
NIM. 163104101125

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

*    Kuantitatif
A.    Hubungan Antara Kecerdasan Emosional Dan Agresi Pada Remaja Di Jakarta
Pengambilan Sampelnya: Dengan menggunakan Uji Normalitas. Teknik statistik parametrik menghendaki data yang diperoleh merupakanhasil pengambilan data secara acak. Bila data telah diambil secara acak, makamasih ada beberapa asumsi yang seharusnya dipenuhi sebelum melakukananalisis dengan menggunakan teknik statistik parametrik, yaitu uji asumsi atau ujinormalitas. Uji normalitas dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi datayang didapatkan mengikuti atau mendekati hukum sebaran normal baku atautidak (Nisfiannoor, 2009). Untuk uji normalitas, peneliti menggunakan metode 1-Samples K-S.Pada uji normalitas Kolmogorov-Smirnov data dianggap normal apabilanilai signifikansi >0,05 (Nisfiannoor,2009). Dari tabel tersebut, terlihat bahwasignifikansi dari kecerdasan emosional adalah 0,08 (p>0,05) dan agresi 0,21(p>0,05) maka data tersebut dinyatakan normal.
B.     Pengaruh Shift Kerja Terhadap Motivasi Berpretasi Pramuniaga
Pengambilan Sampelnya : Metode pengumpulan data adalah cara pengambilan data atau disebutdengan instrumen.Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan jenis angket, metode dokumentasi, dan wawancara.
1.      Angket
Angket yang dipakai dalam penelitian ini adalah angket langsung dantertutup. Angket langsung yakni angket yang diberikan kepada respondendengan jawaban mengenai dirinya sendiri. Sedangkan angket tertutup yakni angket yang telah disediakan jawabannya oleh peneliti sehingga responden tinggal memilih. Adapun alasan dipergunakan angket dalam penelitian ini adalah :
a.       Subjek adalah yang paling tahu dengan dirinya sendiri
b.      Apa yang dinyatakan oleh subjek tentang pernyataan-pernyataan yangdiajukan adalah benar dan dapat dipercaya
c.       Interpretasi subyek tentang pernyataan
2.      Dokumentasi
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode dokumentasisebagai pelengkap untuk mencari data tentang jumlah karyawan, shift kerja, tata tertib karyawan, dan job diskripsi pramuniaga.
3.      Wawancara
Metode ini dipakaiuntuk mengetahui tentang pembagian shift kerja yang ada diPT. Ramayana Lestari Sentosa, tbk CabangMalang
*    Kualitatif
A.    Komunikasi Interpersonal Antar Karyawan Terhadap Motivasi Kerja Karyawan Di Perusahaan Kompor “Kupu Mas” Malang
Pengambilan Sampelnya : Penelitian ini pengumpulan datanya dilakukan dengan menggunakan angket. Disamping itu, untuk melengkapi data yang dibutuhkan akan digunakan observasi dan wawancara. Secara rincinya sasaran metode-metode tersebut sebagai berikut:
a.       Angket
Angket dibagikan ketika jam kerja berlangsung kepada 50 karyawan di Perusahaan Kompor ‘Kupu Mas’ Malang. Dalam pembagian angket ini peneliti meminta kepada para karyawan untuk mengisi angket dengan benar, agar data yang peneliti dapatkan menjadi valid dan peneliti menjaga kerahasiaan pengisian angket tersebut dengan cara mengijinkan karyawan menulis nama dengan inisial. Dalam hal ini peneliti menggunakan dua jenis angket yaitu angket tentang komunikasi interpersonal dan motivasi kerja. Pernyataan favourable (bersikap positif) mempunyai tingkat penilaiansebagai berikut:
1. Nilai 4 untuk jawaban sangat setuju (SS).
2. Nilai 3 untuk jawaban setuju (S).
3. Nilai 2 untuk jawaban tidak setuju (TS).
4. Nilai 1 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS).
Pernyataan unfavourable (bersikap negatif) mempunyai tingkat penelitian sebagai berikut:
1. Nilai 1 untuk jawaban sangat setuju (SS).
2. Nilai 2 untuk jawaban setuju (S).
3. Nilai 3 untuk jawaban tidak setuju (TS).
4. Nilai 4 untuk jawaban sangat tidak setuju (STS).
Item dalam angket komunikasi interpersonal terdiri dari 40 aitem dan angket motivasi kerja terdiri dari 40 aitem.
2. Wawancara
Bentuk wawancara yang dilakukan menggunakan wawancara terbuka,artinya sumber data atau informan mengetahui bila dirinya sedang diwawancarai dan mengerti maksud wawancara itu. Dan sumber data tidak diarahkan dengan pertanyaan pilihan, melainkan pertanyaan yang memberi kebebasan dalam merespon. Proses pelaksanaan wawancara seperti percakapan sehari-hari. Wawancara biasanya berjalan lama dan sering. Dalam penelitian ini untuk mempermudah jalannya pelaksanaan wawancara peneliti mengambil waktu ketika jam kerja berlangsung yaitu antara jam 08.00-11.00.
3. Observasi
Observasi yang digunakan oleh peneliti adalah observasi partisipatif, karena dengan observasi partisipatif ini, peneliti menyimak dan menghayati gerak-gerik, perilaku dan ungkapan ekspresi subyek.

B.   Peran Pengasuh Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri.
Pengambilan Sampelnya : Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan field research ataudata lapangan yaitu dengan cara mendatangi secara langsung lokasi dan mengamati kejadianserta keadaan sebenarnya. prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini :
a.       Wawancara
Wawancara dilakukan secara terbuka atau opened dengan cara mengadakan wawancara denganinformasi yang dianggap tepat, guna mendapatkan data yang valit dan dilakukan berkali-kali sesuai dengan keperluan. Dalam wawancara tersebut melibatkan pengasuh, asatid dan santri.
b.      Dokumentasi
c.       Observasi
Observasi dilakukan terhadap kondisi belajar santri dipondok pesantren putri Nurul Ulum Malang.

0 comments:

Post a Comment