10.12.17

Komunikasi Penyuluhan Ayo Nonton TV Bersama Orang Tua “Bahaya Televisi Bagi Usia Dini”



Komunikasi Penyuluhan
Ayo Nonton TV Bersama Orang Tua
“Bahaya Televisi Bagi Usia Dini”

I R W A N T O
NIM. 163104101125

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Media televisi adalah program husus yang banyak diinikmati khalayak de seluruh dunia dengan menampilkan tayangan yang sangat menarik . fungsi media televisi itu sendiri adalah sebagai alat untuk menyampaikan informasi, dan memberikan hiburan. Pada era globalisasi saat ini, teeisi telah diramikan oleh hadirnya beberapa stasiun televisi swasta, seperti; RCTI, SCTV, Indosiar, Global-TV, Metro-TV, dan lain lain. Semua stasiun televisi swasta tersebut berusah menarik penonton sebanyak-banyaknya agar dapat menempati posisi tertinggi (rating) . hal ini dapat menimbulkan banyaknya iklan yang masuk yang akan menimbulkan ‘suntikan’ dana untuk program acara televisi ersebut. Mau tidak maau, suka tidak suka, stasiun tv nasional TVRI menjadi terpinggirkan karena banyaknya stasiun tv swasta yang mengejar materialisme.
Dengan banyaknya stasiun televisi yang swasta sekarang (bandingkan dengan jaman dulu) dengan berbagai acara yang lebih mengutamakan hiburan (kecuali TVRI) tentu membawa konsekuensi berat bagi pemirsa , khsususnya orang tua untuk lebih selektif dan berkompromi dengan anak-anak untuk menonton tayangan yang seharusnya tidak dilihat oleh anak. Apalagi usia anak-anak, merupakan usia strategis dan lebih mudah terkena pengaruh, baik dari lingkungan dengan kontak langsung maupun media elektronik. Tayang televisi dapat berpengaruh negatif terhadap perkembangan perilaku anak tergantung dari penyesuaian anak (Hurlock, 1978: 344), “anak yang penyesuaiannya baik kurang kemungkinannya terpengaruh secara negatif, apakah permanen atau temporer dibandingkan anak yang buruk penyesuaiannya, dan anak yang sehat dibandingkan yang tidak sehat”.
Kesimpulnnya, tayangan televisi memiliki peran yang sangat besar terhadap perkembangan anak-anak. Pemilihan tayangan televisi yang baik dann peran pendampingan orang tua menjadi suatu hal yang sangat penting karena seringkali sebuah tayangan menjadi pengaruh yang dapat berakhir dengan sebuah kasus kekerasan, dan tak pelak dapat membunuh. Berikut adalah beberapa contoh kasus akibat tayangan televisi yang mempengaruhi anak-anak dan ditirukan:
Akhir tahun 2015, seorang anak kelas 1 SD di Pekanbaru meninggal akibat pengeroyokan teman-temannya. Menurut keterangan orang tua, korban dan teman-temannya sedang bermain-main menirukan adegan tujuh manusia harimau. Akibatnya, korban kerusakan syaraf dan meninggal dunia.
Tahun 2009, seorang anak laki-laki berusia dua belas tahun di Jakarta Pusat meninggal dunia akibat tergantung di ranjangnya yang bertingkat. Menurut orang tua dan saksi lainnya, korban gemar menirukan adegan pada tayangan “Limbad The Master”. Korban juga sempat menirukan adegan menusuk tangannya dengan jarum. Dan ketika kejadian yang merengut nyawa terjadi, orang tua sedang berjualan di Pasar.
Tahun 2008, seorang anak perempuan di Inggris meninggal karena leher terjerat pita rambut miliknya. Menurut pengakuan orang tua, korban sangat suka menonton film “Dora the explorer” dan “go diego go”. Pada salah satu adegan kartun tersebut tedapat adegan seorang anak yang bergelantungan di atas tali.
Berdasarkan kasus-kasus tersebut, kami selaku mahasiswa guna memenuhi tugas mata kuliah komunikasi penyuluhan, membuat keputusan untuk mengambil tema “selektif dalam memilih tayangan untuk anak” dan memilih PAUD sebagai target penyuluhan kami. Sebab, pada usia 2-7 tahun (menurut kognisi piaget) anak mengalami perkembangan pesat dalam bahasa, dan hanya menyimpulkan sesuatu berdasarkan apa yang mereka lihat. Kekerasan hanya salah satu contoh negatif dari ketidak selektif-an memilih tayangan televisi, selain itu tayangan televisi juga dapat menimbulkan kedewasaan sebelum waktunya pada anak-anak, seperti adegan-adegan yang terdapat pada kartun disney princess, seringkali terdapat adegan berpacaran contohnya; adegan berciuman pada film snow white, diceritakan bahwa Putri Salju (tokoh utama) meninggal akibat memakan sebuah apel beracun dan hidup kembali setelah ada seorang pangeran yang menciumnya.
Contoh tersebut membuktikan bahwa tidak semua tayangan kartun layak unutuk ditonton anak anak (sebenarnya), namun memang film bergenre percintaan banyak diminati khalayak penonton. Dan bukan berati, peniruan seorang anak terhadap adegan pada tayangan televisi menjadi sepenuhnya tanggung jawab dari pihak televisi. Peran penting oran tua juga dibutuhkan dalam mendampingi anak menonton, karena belum tentu semua tayangan yang sudah memiliki label ‘anak-anak’ dapat diterima secara positif oleh anak-anak.
Maka, dalam kegiatan penyuluhan ini, kami menghimbau kepada anak-anak untuk minta didampingi orang tua atau kakaknya (jika ada) pada saat menonton tv, dan jika menonton sendirian, anak-anak supaya menyadari bahwa tayangan pada televisi hanya rekayasa semata (kecuali berita) dan tidak perlu ditiru jika tidak baik. Selain itu, kami juga mengingatkan bahwa menonton TV yang baik untuk anak adalam 2-3 jam sehari agar tidak menimbulkan efek kecanduan pada anak dan jarak terdekat untuk menonton TV adalah satu meter karena radiasi dari benda elektronik dan televisi sangat kontras terhadap mata sehingga akan leih mudah merusak mata (dibandingkan dengan sering membaca buku).
ANALISA SWOT
Strength:
o  Televisi memiliki kekuatan untuk mempengaruhi (persuasif).
o  Saluran komunikasinya sangat luas.
o  Saluran komunikasi televis dapat diterima segala usia.
o  Mudah untuk diakses.
Weakness:
o    Banyak konten di televisi yang tidak layak ditayangkan.
o    Kategori usia penonton tidak dapat dipraktekan secara nyata.
o    Kebanyakan stasiun televisi hanya mengejar rating.
Oppurtunities:
o    Mumculnya konsep kreatifitas bagi penonton.
o    Memberikan fungsi entertain bagi penonton.
o    Memberikan stimulan bagi anak-anak untuk belajar dari pengalaman.
Threat:
o    Hal-hal negatif yang tidak pantas untuk ditiru, ditayangkan di televisi
o    Membuat anak malas belajar akademik.
o    Merusak mata apabila terlalu berlebihan.

0 comments:

Post a Comment