8.12.17

Gangguan Tidur Tipe Parasomnia Pada Individu



Gangguan Tidur Tipe Parasomnia Pada Individu

  I R W A N T O
NIM. 163104101125

FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA

Pembagian kategorisasi ganggguan tidur ada dua tipe, yaitu dissomnia dan parasomnia. Kategorisasi yang akan dibahas pada artikel ini adalah gangguan tidur tipe parasomnia. Gangguan tidur tipe parasomnia adalah perilaku abnormal atau peristiwa fisiologis yang muncul pada saat tidur atau pada ambang batas antara saat terjaga dan tidur. Parasamonia adalah perilaku abnormal atau peristiwa fisiologis yang muncul pada saat tidur atau pada ambang batas antara saat terjaga dan tidur. Ada tiga tipe dari parasomnia, yaitu:
Gangguan mimpi buruk (nightmare disorder)
Gangguan mimpi buruk merupakan proses terjaga dari tidur secara berulang-ulang karena mimpi yang menakutkan. Gangguan mimpi buruk ini melibatkan cerita panjang seperti mimpi mendapat ancaman akan adanya bahaya fisik yang sangat dekat dengan individu, seperti dikejar, diserang, atau dilukai. Mimpi ini dapat diingat dengan jelas setelah bangun tidur dan masih dapat dirasakan kecemasan dan ketakutan yang bertahan yang menghalangi individu untuk tidur kembali. Mimpi buruk seringkali dihubungkan dengan pengalaman traumatis dan lebih sering terjadi ketika individu berada dalam kondisi stress.
Gangguan terror dalam tidur (sleep terror disorder)
Gangguan terror dalam tidur, biasanya dimulai dengan tangisan dan teriakan yang keras dan menyayat di malam hari. Individu terbangun dengan ketakutan dan menunjukkan tanda-tanda dari proses terjaga yang ekstrem, yaitu keringat berlebih, dengan pernafasan yang cepat. Individu bercerita dengan koheren namun masih dalam keadaan tertidur.Individu dapat tertidur kembali dan bangun tanpa mengingat mimpi yang dialami. Ganguan ini melibatkan episode terror dalam tidur berulang yang menghasilan proses terjaga secara tiba-tiba dan dimulai dengan teriakan panik. Terror tidur terjadi dalam sepertiga waktu dari tidur malam serta saat tertidur lelap.

Gangguan tidur sambil berjalan (somnambulisme)
Gangguan tidur sambal berjalan melibatkan episode berulang dimana orang yang sedang tidur bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan di sekitar rumah sambil tetap tertidur. Kemunculan yang berulang dari episode ini menyebabkan stress pibadi yang signifikan atas ketidakmampuan untuk berfungsi secara baik. Individu memiliki tatapan kosong namun dapat dibangunkan ketika episode berlangsung walaupun terjadi disorientasi sesaat akan keadaan dan kondisi sekitarnya dan dapat langsung mengalami kesadaran penuh. Gangguan tidur seringkali terjadi pada anak-anak dan belum diketahui penyebab pasti dari gangguan tersebut. Hanya saja ada praduga bahwa faktor genetik dan lingkungan diyakini menjadi salah satu faktor yang terlibat dalam gangguan ini.

Sumber:
Nevid, Jeffrey S., Rathus, Spencer A., Greene, Beverly. 2003. Psikologi Abnormal. Jakarta: Penerbit Erlangga.

0 comments:

Post a Comment