19.12.17

BELAJAR # PSI PER 2

Belajar dan Proses pembelajaran
menurut teory Carl. R. Rogers.

Ningnurani, 1146
Fak : Psikologi '16
UP'45 Yogyakarta


                   Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku yang muncul karena pengalaman.,Belajar bukan hanya mengingat akan tetapi lebih luas dari pada itu, yakni mengalami, hasil belajar bukan suatu penguasaan hasil latihan melainkan perubahan kelakuan, kegiatan belajar dapat dihayati (dialami ) oleh orang yang sedang belajar dan juga dapat diamati oleh orang lain.

                    Pembelajaran adalah suatu sistem yang bertujuan untuk membantu proses belajar siswa, yang berisi serangkaian peristiwa yang dirancang, disusun sedemikian rupa untuk mempengaruhi dan mendukung terjadinya proses belajar siswa.Untuk menciptakan dan menghasilkan kegiatan belajar dan pembelajaran yang berprestatif dan menyenangkan, perlu diketahui berbagai landasan yakni prinsip-prinsip maupun teori belajar.

                    Aliran humanistik memandang bahwa belajar bukan sekedar pengembangan kualitas kognitif saja, melainkan juga sebuah proses yang terjadi dalam diri individu yang melibatkan seluruh domain yang ada. Dengan kata lain, pendekatan humanistik dalam pembelajaran menekankan pentingnya emosi atau perasaan (emotional approach), komunikasi yang terbuka dan nilai-nilai yang dimiliki oleh setiap siswa.( Baharudin dan Esa Nur Wahyuni : 2007 )

          Pribadi manusia itu dapat berubah karena dipengaruhi oleh sesuatu, karena itu ada usaha untuk mendidik pribadi dan membentuk pribadi.( Agus Sujanto : 2006 ) 

        Belajar produk pada umumnya hanya menekankan segi kognitif saja,sedangkan belajar proses memungkinkan tercapainya tujuan belajar, baik segi kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Hal ini menurut teori belajar humanistik dilakukan agar pembelajaran lebih manusiawi, lebih personal, berarti, dan bermakna bagi siswa. ( Asri Budingsih : 2005 )

       Menurut Rogers proses belajar adalah membantu peserta didik agar ia sanggup mencapai perwujudan dirinya (self realization) sesuai dengan kemampuan dasar dan keunikan yang dimiliki peserta didik. Rogers juga menyebutkan bahwa kebermaknaan pembelajaran (significant learning) itu sangat berpengaruh terhadap proses belajar. Belajar signifikan terjadi ketika belajar dirasakan relevan terhadap kebutuhan dan tujuan siswa. Selain itu, Rogers juga mengatakan bahwa setiap manusia mempunyai potensi belajar secara alami. Dengan demikian, ada keinginan untuk belajar ( the desire to learn). Hal ini bisa dilihat dari keingin tahuannya anak ketika ingin menjelajahi lingkungannya, berusaha untuk menemukan dan memahami pengetahuan dari pengalaman.

       Jadi  pada prinsipnya , belajar itu tidak mengenal usia, tempat, sarana, dan fasilitas. Semua tergantung dan kembali lagi kepada diri kita sendiri,  seberapa besar niat yang ada dan memotivasi kita. Teruslah belajar, dengan belajar akan ada hal - hal baru dan pengalaman yang berbeda selalu kita dapatkan.



Sumber :

 Baharudin dan Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran,
                 (Yogyakarta: Ar-Ruz Media, 2007), hal. 142.

 Agus Sujanto dkk., Psikologi Kepribadian, (jakarta: PT. Bumi Aksara, 2006), hal:  
  
Muhibbin Syah, Pskologi Belajar,  Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2006, hal: 61.
 
Asri Budingsih, Belajar dan Pembelajaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 2005), hal. 77.





0 comments:

Post a Comment