6.11.17

MENYALAKAN PELITA DI PLOSOK NEGRI

SITI HANIFAH
16.310.410.1151

                                MENYALAKAN PELITA DI PLOSOK NEGRI
Sekolah terbuka untuk memberantas buta huruf sekolah terpencil di Aceh Timur. Kelompok belajar ini dinamakan ARI GAYO
. Gayo berasal dari suku mereka.
Kelompok belajar itu terbentuk atas inisiatif seorang warga bernama Nurma. Setelah menikah pada 2007, Nurma menetap di Melidi dan aktif sebagai kader posyandu. Nurma juga sering memeberikan penyuluhan kesehatan kepada ibu-ibu dan juga member buku panduan. Ia berharap ibu-ibu dapat menerapkan pola hidup sehat merawat anak .
Namun ia kaget saat mengetahui ibu-ibu disana tidak bisa membaca. Padahal, kalau bisa membaca, warga dengan mudah mengikuti petunjuk kesehatan di buku itu. Contoh sederhana, dibuku itu ada cara bikin oralit. Jika mereka bisa membaca mereka tidak perlu keposyandu untuk berobat hanya karna terkena diare
Pada akhir 2010, Nurma yang tamatan SD mengajak ibu-ibu belajar bersama. Nurma ingin berbagi sedikit ilmu meski tanpa digaji.
Beberapa kali ibu-ibu yang diajak tidak mau ikut kelas belajar, alasannya mereka tidak ada waktu. Namun dengan sabar nurma membujuk dan akhirnya tiga orang mau jadi muridnya. Kini jumlah anggota 27 orang.
Beranda rumahnya dijadikan ruang kelas. Peserta duduk dilantai. Papan tulis disandarkan di dinding. Pertemuan rutin seminggu 2 kali. Belajar tanpa silabus dan kurikulum
Namun langkah kecil ini menyalakan pelita bagi warga disana. Ibu-ibu yang tidak pernah sekolah pun kini bisa membaca, menulis, dan berhitung.
Kepala dinas perpustakaan dan kearsipan Aceh Zulfikar mengatakan angka buta huruf di Aceh sangat tinggi, terutama pada kelompok dewasa. Hal itu disebabkan pada masa lalu, akses pendidikan tidak merata.
Zulfikar mengapresiasi gerakan melawan buta huruf. Partisipasi warga menentukan keberhasilan memberantas buta huruf
BETAPA MULIA BU NURMA SEMANGAT PELITA KECIL YANG KAU NYALAKAN PASTI AKAN JADI CAHAYA TERANG MENUJU KEHIDUPAN YANG LEBIH BAIK DAN SEMAKIN BAIK




REFERENSI : ZULKARNAINI, 2017. MENYALAKAN PELITA DI PLOSOK NEGRI. Yogyakarta : Koran Kompas hal 23 tanggal 6 November 2017


0 comments:

Post a Comment