6.11.17

MENGELOLA SAMPAH MENJADI “PAVING BLOCK”

SITI HANIFAH 
16.310.410.1151


                      MENGELOLA SAMPAH MENJADI “PAVING BLOCK” 

           Karsin adalah seorang sopir yang bekerja selam 30 tahun sampai tahun 2003, dia mengalami kecelakaan yang mengakibatkan kaki kirinya retak.selama setahun, suami Tri Sulasmi ini tidak bisa berjalan
     Saat itulah, hatinya tergugah melihat masalah tumpukan sampah yang semakin merusak lingkungan. Tak perlu jauh-jauh, disekitar rumahnya banyak sampah yang dibuang sembarangan. Apalagi, sungai kecil yang dipakai untuk mengairi sawah malah penuh dengan sampah plastik.
Dari situlah muncul ide untuk mengolah sampah- sampah plastik itu, ia mencoba membakar sampah plastik itu diwajan atau panci. Sempat mendapat protes dari istri dan anaknya.
Awalnya, dengan limbah plastik yang mencair, karsin membuat genteng. Namun, genteng dari limbah plastik hanya bertahan 2 tahun. “Genteng sering terkena hujan dan panas, apalagi tebalnya hanya 1 sentimeter. Jadi mudah pecah. Saya lalu mencoba buat paving block dan ternyata bisa tahan lama,” tutur Karsin sambil menunjukkan paving block.
Proses pembuatan :
        Sampah plastik dimasukkan kedalam tungku pembakaran sampah berpelat besi dengan ukuran panjang 130 sentimeter dan lebar 65 Sentimeter. Ada dua lubang pembakaran sampah di sana yang memiliki cerobong asap setinggi 4 meter. Setelah dibakar sepuluh menit, sampah plastik yang diaduk secara perlahan jadi menggumpal dan lumer. Warnanya pun jadi hitam pekat.
Bau sampah yang menyengat tidak menyurutkan semangat Karsin membuat paving block. Kendati pernah diragukan dan dicemooh warga, karsidi teguh menekuni pilihannya itu .
Setelah plastik lumer, karsin menyiapkan cetakan paving block dari pelat besi. Cetakan berdiameter 20 sentimeter itu berbentuk segi enam. Isi cetakan terbagi tiga, bagian atas dan bawah diisi lumeran plastik, lalu tengahnya diisi pecahan stop kontak.
Selanjutnya, cetakan berisi lumeran sampah itu dipres selama 15 menit. Paving Block berbentuk persegi enam itu berwarna hitam.
       Supaya Paving Block mudah dilepas dari cetakan, cetakan direndam air selama lima menit. Proses terakhir membersihkan tepian paving block dari lumeran plastik dengan menggunakan parang.
Satu hari paling banyak membuat 20-25 paving block. Karsin memproduksi dua jenis paving block, yaitu berdiameter 20 sentimeter dan 18 sentimeter dengan tebal 6 sentimete. Harga jualnya sama, yaitu Rp 90.000 per meter persegi
Produknya ini pun laris diberbagai daerah purbalingga tak hanya itu produknya ini pun sampai ke Jakarta. Keunggulannya paving block ini tidak lumutan dan tidak mudah pecah dan sudah mejalani uji beban sampai 290 kilogram .
        Tahun ini usaha karsin baru dilirik pemerintah. Dinas perindustrian dan perdagangan purbalingga pun memberi bantuan pada karsin untuk mengembangkan usahanya.
Masyarakat yang dulu mencemoohnya pun sekarang membantu menyediakan karung untuk menampung sampah. Desa juga menganggarkan dana pembelian alat pengolahan sampah plastik untuk mendukung proses produksi paving block.
INILAH SOSOK NYATA PAHLAWAN .. PAHLAWAN YANG SANGGUP MEMERANGI SAMPAH DENGAN BUKTI YANG NYATA       


REFERENSI : Wicaksono Megandika, 2017. MENGELOLA SAMPAH MENJADI “PAVING BLOCK” . Yogyakarta : Koran Kompas hal 16 Tanggal 6 November 2017.

0 comments:

Post a Comment