5.11.17

KLIPING METOPEN KASUS KEKERASAN PEREMPUAN MASIH TERJADI

KASUS KEKERASAN PEREMPUAN MASIH TERJADI

Nama                           : Septiana Abidin
NIM                            : 16.310.410.1147
Judul                           :Kasus kekerasan perempuan masih terjadi
Penulis                         : AJE (Inisial)
Penerbit                       :Kedaulatan Rakyat
Tanggal Terbit             : , Sabtu 14 Oktober 2017
               
Kasus kekerasan pada perempuan di Indonesia masih tergolong sangat tinggi. Untuk menekan tingginya kasus kekerasan pada perempuan, di butuhkan pernan dan kesadaran bersama dari lingkungan,keluarga,pemerintah serta pihak terkait. Kaum perempuan yang masih dianggap lemah namun pada kenyataan nya mereka adalah kaum yang kuat ketika perempuan terkena kekerasan maka mereka akan selalu mengingat kejadian itu karena perempuan memang memiliki kelemahannya .tersendiri pada masing-masing individunya.  Kekerasan pada perempuan di Indonesia juga masih menjadi permasalahan yang besar dengan ada nya permasalahan kekerasan pada perempuan ini Indonesia juga menjadi Negara terbesar yang masih dengan permaslahan ini.
                Kasus kekerasan pada perempuan marak terjadi di beberapa daerah yang kurang maju terutama dari status pendidikannya. Meski pun demi kian pemerintah Indonesia menargetkan lambat laun angka kekerasan pada perempuan dan anak lambat laun pula akan mengalami penurunan. Pemerintah dari perwakilan menteri pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak membangun  desa ramah anak dan perempuan maka kesadaran bersama untuk memutus mata rantai kekerasan. Dengan adanya program ini pemerintah juga berharap kekerasan pada anak dan perempuan akan berkurang sedikit demi sedikit.
Hal postif : Dengan adanya desa ramah anak paling tidak sudah menjadi salah satu cara mengurangi permasalahan kekerasan pada perempuan dan anak
Hal negative : Jika program desa  ramah ini tidak berjalan secara terus menurs maka permasalahan kekerasan tidak akan berkurang namun bertambah karena program ini sudah menjadi harapan sebagian besar masyarakat Indonesia.
Sumber : Kedaulatan Rakyat, Sabtu 14 Oktober 2017

0 comments:

Post a Comment