15.10.17

REVIEW TOKOH DAN TEORI TUGAS PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2



REVIEW BUKU
TOKO DAN TEORI PSIKOLOGI KEPRIBADIAN 2
Oleh : Meissy Bella Sari
Nim : 163104101143



Psikologi Kepribadian Edisi Revisi (Original)
ISBN : 9789797960674
Penulis : Alwisol
Penerbit : UMM Press
Jumlah hal : 358 hlm

            Buku yang berjudul “Psikologi Kepribadian” membahas bahwa teori kepribadian terbagi menjadi beberapa paradigma, yaitu Paradigma Psikoanalisis, Paradigma Trait, Paradigma Kognitif, dan Paradigma Behaviorisme. Masing-masing dari paradigma tersebut terbagi lagi menjadi beberapa teori menurut para ahli masing-masing.
            Review kali ini membahas mengenai salah satu teori yang ada pada buku ini yaitu paradigma behaviorisme yakni stimulus respon teori oleh Neal E. Miller dan John Dollard yang terdapat pada Bab 20.
            Dollard dan Miller bekerja sama di Institute of Human Relations – Universitas Yale, mengembangkan pendekatan interdisiplin tiga bidang ilmu : teori belajar, psikoanalitik dan antropologi sosial. Teori mereka banyak dipengaruhi oleh teori Hull-Spense, yang terutama menangani peran motivasi dalam tingkah laku dan bagaimana motivasi belajar dapat diperoleh. Menurut Dollard dan Miller, bentuk sederhana dari teori belajar adalah mempelajari keadaan di mana terjadi hubungan antara respon dengan cue-stimulusnya.
Pada struktur kepribadian, kebiasaan (habit) adalah satu-satunya elemen dalam Teori Dolland dan Miller yang memiliki sidat struktual., habit adalah ikatan atau asosiasi antara stimulus dengan respon yang relatif stabil dan bertahan dalam kepribadian, Dollan dan Miller memusatkan bahasannya mengenai proses belajar, bukan kepemilikan atau hasil, melainkan pentingnya kelompok habit dalam bentuk stimulus  dan respon verbal (kata-kata). Dollard dan Miller juga mempertimbangkan dorongan sekunder (secondary drive) seperti rasa takut sebagai bagian dari kepribadian yang relatif stabil, Menurut Dollard dan Miller, dorongan primer (primary drive) dan hubungan S-R yang bersifat bawaan (innate) juga menyumbang struktur kepribadian, walaupun kurang penting dibandingkan habit dan dorongan sekunder karena dorongan primer dan hubungan S-R bawaan, menentukan taraf umum seseorang, bukan membuat seseorang menjadi unik.
Dinamika Kepribadian yang dibahas pada buku ini yaitu meliputi motivasi, proses belajar, proses mental, model konflik, ketidak sadaran :
Motivasi – dorongan (motivation – drives)
·         Dollard dan Miller sangat memusatkan perhatiannya pada motif-motif penting seperti kecemasan atau dorongan.
·         Proses umum yang mungkin berlaku untuk semua motif
·         Dollard dan Miller mengemukakan bahwa bukan hanya dorongan primer yang diganti oleh dorongan sekunder, tetapi hadiah atau penguat yang primer ternyata juga diganti dengan hadiah atau penguat sekunder.
·         Hadiah (penguat sekunder) lama-kelamaan menjadi tidak efektif kecuali kalau hadiah (penguat sekunder) itu kadang masih berlangsung bersamaan dengan penguat primer
Proses Belajar
·         Sebagian besar dorongan sekunder yang dipelajari manusia, dipelajari melalui belajar rasa takut dan kecemasan.
·         Untuk bisa belajar, orang harus menginginkan sesuatu, mengenalinya, mengerjakannya dan mendapatkannya
·         Terdapat empat komponen utama belajar, yaitu :
                                                i.          Drive
                                              ii.          Cue
                                            iii.          Response
                                            iv.          Reinforcement
Proses Mental yang lebih tinggi
·         Generalisasi stimulus (stimulus generalization), Semakin mirip stimulus lain itu dengan stimulus aslinya, maka peluang terjadinya generalisasi tingkah laku, emosi, pikiran atau sikap semakin besar.
·         Reasonin, memberi kemudahan untuk merencanakan, menekankan tindakan pada masa yang akan datang, mengantisipasi respon agar menjadi lebih efektif.
·         Bahasa (ucapan, pikiran, tulisan maupun sikap tubuh), kata dapat menguatkan tingkah laku sekarang secara verbal dengan menggambarkan konsekuensi masa yang akan dating.
·         Secondary drive, Stimulus atau cue yang sering berasosiasi dengan kepuasan dorongan primer dapat menjadi reinforcement sekunder. Semua drive sekunder, dapat dianalisis asosiasinya dengan drive primer.
Model Konflik
·         Menurut Dollard dan Miller, konflik membuat orang tidak dapat merespon secara normal.
Ketidaksadaran
·         Faktor ketidaksadaran penting, tetapi berbeda dengan Freud.
·         Dollard dan Miller membagi isi-isi ketidaksadaran menjadi dua, yaitu:
1.      Ketidaksadaran berisi hal yang tidak pernah disadari juga apa yang dipelajari secara nonverbal dan detail dari berbagai ketrampilan motorik.
2.      Berisi apa yang pernah disadari tetapi tidak bertahan dan menjadi tidak disadari karena adanya represi.
Adapun 3 hal yang dibahas dalam buku untuk proses perkembangan kepribadian menurut Dolland dan Miller yaitu, perangkat innate respon sederhana dan primary process, konteks sosial dan situasi pembelajaran :
Perangkat innate respon sederhana dan primary process
·         Melalui proses belajar, bayi berkembang dari tiga repertoir tingkah laku primitif di atas menjadi dewasa yang kompleks.
·         Bayi akan terus berusaha mengurangi tegangan dorongan, memunculkan respon-respon menjawab stimuli baru, memberikan reinforcement respon baru, memunculkan motif sekunder dari drive primer dan mengembangkan proses mental yang lebih tinggi melalui mediasi stimulus
 Konteks Sosial
·         Dollard dan Miller menekankan saling ketergantungan antara tingkah laku dengan lingkungan sosiokultural.
·         Prinsip belajarnya dapat diterapkan lintas budaya. tingkah laku individu dipengaruhi oleh masyarakatnya.
Situasi Pembelajaran
Dolland dan Miller mengemukakan empat hal yang mudah menimbulkan konflik dan gangguan emosi :
·         Situasi pemberian makan
·         Pendidikan kebersihan (Cleanliness training)
·         Pendidikan seks awal (Early sex training)
·         Pengendalian marah dan agresi
Psikopatologi dan perubahan tingkah laku
·         Dollard dan Miller memandang tingkah laku normal dan neurotik dalam satu kontinum, dan bukannya dua hal yang terpisah
·         Tingkah laku neurotik dipelajari memakai prinsip yang sama dengan belajar tingkah laku normal
·         Inti setiap neurosis adalah konflik ketidaksadaran yang kuat dan hampir selalu bersumber di masa kanak-kanak
·         Sering selama empat situasi ekspresi kebutuhan dasarnya, membentuk konflik yang terus berlanjut sampai dewasa
Pembaharuan Dolland dan Miller terhadap psikoterapi tradisional adalah pemakaian analisis teori belajar mengenai apa yang telah terjadi :
·         Displacement, adalah merubah arah implus yang dicegah agar tidak diekpresikan (baik oleh event ekternal maupun oleh kecaman dari diri sendiri)
·         Sublimasi, adalah bentuk displacement yang lebih adatif, karena energy tang ada tidak ditumpahkan pada bentuk asli yang dicegah, tetapidsalurkan ke dorongan lain yang bisa diterima.
·         Belajar (menguasai)sistem syaraf otonom, eksperimen Dollard dan Miller menunjukkan bahwa binatang dan manusia pada tahap tertentu dapat belajar mengontrol respon sistem syaraf otonom.
Kelebihan pada buku ini sangat menjelaskan secara rinci mengenai teori dari Dolland dan Miller dibandingkan beberapa buku yang juga membahas mengenai teori mereka, serta lebih mudah di pahami karena dilengkapi dengan evaluasi di setiap pembahasan yang ada.
 Sedangkan kekurangan di dalam buku ini terletak pada tampilannya yang kurang menarik minat membaca serta terlalu menoton dan menjenuhkan tanpa adanya sentuhan warna di dalam buku ini selain warna putih kertas dan hitam dari tinta.

0 comments:

Post a Comment