18.10.17

TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK (CARL ROGERS)


TEORI KEPRIBADIAN HUMANISTIK (CARL ROGERS)

Oleh                : Chatu Septiana
NIM                : 16.310.410.1155
Fakultas           : Psikologi
Universitasi Proklamasi ’45 Yogyakarta
Psikologi kepribadian merupakan salah satu cabang dari ilmu psikologi. Dimana psikologi kepribadian ini didalamnya membahas tentang perbedaan pribadi antar individu serta dinamikanya dalam membangun relasi intrapersonal dan interpersonal.Salah satu tokoh tersebut adalah  Carl Rogers ,Beliau merupakan salah  satu tokoh dari bidang psikologi humanistik, dimana  memiliki pandangan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kedewasaan dan hidupnya sendiri. Carl Rogers lahir pada tanggal 8 Januari 1902 di Oak Park Ilinois, USA. Teori Rogers sangat bersifat klinis, karena didasarkan pada pengalaman bertahun-tahun tentang bagaimana seharusnya seorang terapis menghadapi seorang kliennya. Dalam dunia psikologi teori ini disebut dengan teori teori yang berpusat pada klien dalam istilah carl rogers disebut sebagai “client centered theraphy” atau “person-centered psychotherapy”.
Maksud dari berpusat pada klien adalah karena teori ini terapis harus mampu masuk pada hubungan yang sangat pribadi dan subjektif dengan klien, yang hubungannya tersebut bukan seperti ilmuan dengan objek penelitian namun lebih pada antara pribadi dengan pribadi. Terapis memandang bahwa klien; memiliki pribadi, memiliki harga diri tanpa sarat,  memiliki nilai nilai tak peduli bagaimana keadaannya, tingkah lakunya atau perasaannya. Rogers lebih mementingkan dinamika dari pada struktur kepribadian, Sejak awal Rogers mengurusi cara bagaimana kepribadian berubah dan berkembang, Rogers tidak menekankan aspek struktural kepribadian. Rogers percaya, manusia memiliki satu motif dasar, yaitu kecenderungan untuk mengaktualisasi diri.  Kecendeurngan ini adalah keinginan untuk memenuhi potensi yang dimiliki dan mencapai tahap “human-beingness” yang setinggi-tingginya. Menurut Rogers, organisme mengaktualisasikan dirinya menurut garis-garis yang diletakkan oleh hereditas. Ketika organisme itu matang maka ia makin berdiferensiasi, makin luas, makin otonom, dan makin matang dalam bersosialisasi. Rogers menyatakan bahwa pada dasarnya tingkah laku adalah usaha organisme yang berarah tujuan untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhannya sebagaimana dialami, dalam medan sebagaimana medan itu dipersepsikan.
Kesimpulan : Carl Rogers memiliki pandangan bahwa setiap orang bertanggung jawab atas kedewasaan dan hidupnya sendiri.
George Boeree. (2008). Personality Theories. Jogjakarta. PRISMASPHIE



0 comments:

Post a Comment