19.10.17

RESESI ARTIKEL: MENYONGSONG GENERASI EMAS, Mahasiswa Harus Berpikir Kritis dan Kreatif

MENYONGSONG GENERASI EMAS
Mahasiswa Harus Berpikir Kritis dan Kreatif

WAHYU RELISA NINGRUM
15.310.410.1087
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA


Nenek moyang Bangsa Indonesia memiliki maha karya yang bisa dibanggakan sampai sekarang, misal Borobudur dan Majapahit yang dikenal dunia sampai sekarang. Menurut Pros Joko, Bangsa Indonesia sekarang belum memiliki sesuatu yang bisa dibanggakan. Hal ini karena sumber daya manusianya sekadar bekerja memenuhi kewajiban, bukan benar-benar untuk berkarya. Generasi sekarang punya waktu 12 jam, tetapi belajar saja tidak sampai dua jam, lalu waktu lainnya untuk apa,”kata Prof Joko.
Prof Joko mengemukakan, Bangsa Indonesia sekarang masih menjadi bangsa yang pas pasan. Untuk itu perlu menyiapkan diri menjadi generasi emas. Dibutuhkan dana dan yang terpenting adalah kemauan manusia itu sendiri. Untuk menjadi generasi emas harus memilki berbagai ketrampilan. Diantaranya, harus mampu berpikir kritis, bisa memecahkan permasalahan, dapat berkomunikasi dengan baik, mampu bekerjasama dengan mengedepankanketepatan waktu dan kejujuran, memiliki kreativitas dan inovasi serta menguasai teknologi informasi. Agar hasil pendidikan dapat membawa kebaikan dan keberkahan, maka semua ketrampilan tersebut perlu dilandasi dengan nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan sosial.
      Sisi positifnya ialah memberikan motivasi yang tinggi kepada mahasiswa untuk berkarya dan dapat mengharumkan nama bangsa dengan karya tersebut.
Sisi negatifnya, belum dijelaskan langkah nyata misalnya kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa dalam menyongsong generasi emas 2045.

Sumber: 
Kedaulatan Rakyat, 12 September 2017. Hal. 18.

0 comments:

Post a Comment