21.10.17

RESENSI ARTIKEL: MERILIS EMOSI NEGATIF

MERILIS EMOSI NEGATIF

WAHYU RELISA NINGRUM
15.310.410.1087
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS PROKLAMASI 45 YOGYAKARTA



Emosi adalah dorongan untuk bertindak dan biasanya merupakan reaksi yang muncul terhadap stimulus yang muncul dari dalam maupun dari luar diri seseorang. Banyak yang salah kaprah dalam memahami emosi. Emosi ada dua jenis, yaitu emosi negatif dan emosi positif. Emosi positif mengekspresikan sebuah perasaan yang menguntungkan seperti, bahagia, senang, ceria dan cinta. Emosi negatif mengekspresikan sebuah perasaan yang bisa jadi merugikan bagi kita misal, sedih, kecewa, marah dan benci.
Penting bagi setiap individu untuk belajar merilis setiap emosi yang hadir. Apabila terlalu lama disimpan emosi negatif akan menimbulkan dampak yang kurang baik bagi kesehatan, relasi sosial dan kesehatan mental. Merilis emosi yang negatif perlu diimplemetasikan dalam kehidupan sehari-hari agar hidup lebih berkualitas dan merasakan kedamaian. Caranya, menerima setiap pikiran da perasaan yang hadir tanpa perlu dilawan (cukup mengamati dan menerima). Emosi negatif yang hadir, tidak perlu direspons secara berlebihan maupun dipendam dalam-dalam. Biarkan mengalir apa adanya tanpa penilaian apapun. Hati kita akan belajar untuk tegar dan ridho terhadap setiap ketentuan Tuhan, sehingga hidup kian bermakna.

Sisi positif, mengajarkan kepada kita untuk bisa mengelola setiap emosi yang singgah di diri kita.
Sisi negatif, perlunya mengenali, mengamati, dan memahami setiap emosi yang hadir agar kita tidak salah dalam mengelola emosi tersebut dan tidak mendatangkan kerugian bagi diri kita.
 
Sumber: 
Megawati, S.P. Kedaulatan Rakyat, 11 September 2017. Hal. 12.

0 comments:

Post a Comment